Pada hari ini (Kamis, 24 Februari 2008) Sate Khas Senayan (SKS)  menggelar 
acara "Cicip Rasa". Bertempat di SKS Menteng (seberang Hotel  Formule 1) , menu 
yang  dijajal ramai-ramai oleh para wartawan  untuk sesi kali ini adalah  
"Lontong Cap Gomeh Spesial". Hmmm,  seperti apa ya cita rasanya? Terus terang, 
bikin penasaran juga.  Pasalnya, menu berlabel "spesial" ini hanya dijajakan 
oleh SKS selama  bulan Februari saja, untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Begitu 
program  "Celebrating Chinese New Year" usai, yang ada tinggal menu "Lontong 
Cap  Gomeh" (LCG) biasa, tanpa embel-embel spesial. Untuk set menu Imlek  
persembahan SKS, selain LCG juga ada Gurame Asam Manis, Es Sarang  Burung, dan 
Kue Keranjang.
  
  Tepat pukul 12.30 siang, para pramusaji mengedarkan aneka minuman.
  Mengingat musim hujan, para pencicip rasa yang hadir lebih memilih  minuman 
hangat. Hanya satu dua orang yang memesan minuman segar dengan  taburan es 
batu. Tak lama kemudian tersaji di meja hidangan yang  ditunggu-tunggu: LCG 
Spesial. Wow, sungguh menggiurkan penampilannya.  Harum juga baunya. Bikin 
lidah menari-nari, walau belum mencicipi.  Perut pun bertambah keroncongan. Di 
piring berwarna abu-abu itu,  sekilas nampak potongan lontong yang agak 
"ngumpet" karena diguyur kuah  opor kental berwarna kekuningan. Hidangan 
berciri khas tradisi kuliner  etnis peranakan Tionghoa ini ditata apik dengan 
lauk pauk yang beragam,  seperti telur pindang, opor ayam, sambel goreng 
ampela, sambel goreng  udang petai, tahu bacem, serundeng manis, sayur rebung 
(bambu muda  kegemaran si Panda) dan taburan bubuk kedelai. Bayangkan, sungguh  
begitu njelimetnya para tukang masak di dapur untuk mempersiapkan  hidangan 
andalan SKS ini. 
  
  Tanpa perlu aba-aba, pasukan pencicip rasa langsung memainkan sendok  
garpunya. Ada yang menyantapnya dengan gerak cepat, ada pula yang  menikmatinya 
dengan mulut berkecap-kecap penuh perasaan. Saya mungkin  termasuk orang  yang 
tidak sabaran, karena dalam hitungan menit,  hidangan LCG  tersebut cepat ludes 
tak bersisa. Saya yang jarang  makan petai pun langsung mengunyah beberapa 
potong sayuran berwarna  hijau  mengkilat yang baunya khas tersebut. Seorang 
teman  yang  duduk di sebelah saya, kebetulan bukan pencoblos P3  (Partai  
Penggemar Petai), dengan sukarela menaruh "rudal-rudal"  itu ke piring saya. 
Saya pun tak menolak biji-biji hijau berbentuk  mirip permen yang penuh 
kontroversi itu.
  
  Usai menyantap habis LCG Spesial, disajikan Es Sarang Burung sebagai  
hidangan penutup. Teh Manis hangat khas Jawa beraroma bunga melati ikut  
menyertai. Saat sesi tanya jawab, ada beberapa pertanyaan yang dijawab  dengan 
lugas oleh Vincentius Krisnata selaku Marketing Coordinator SKS.  Terungkap 
dalam sesi itu, ada beberapa menu baru yang akan diluncurkan  SKS dalam waktu 
dekat ini, yaitu Nasi Pepes  dan Nasi Bebek. Tak  lama lagi, SKS juga akan 
menambah tiga gerai baru yang berlokasi di Mal  Puri Indah, Jl. Gajah Mada, dan 
Citywalk Sudirman. Awal bulan ini, SKS  sukses membuka gerai baru di Inkopal 
dan Mal Kelapa Gading 3, keduanya  di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. 
  
  Usai acara, kami masih  ngobrol kesana-kemari, membincangkan  tentang 
berbagai hal, tak  cuma soal makanan. Mereka yang  sebelumnya sudah saling 
kenal asyik bernostalgia pada kenangan masa  lalu. Mereka yang baru kenal, juga 
tak mau kalah untuk nimbrung. Yah,  saat perut kenyang memang segalanya jadi 
mudah untuk diucap. 
  
  
  LCG bikin perut jadi terasa hangat
  
  Saya pribadi amat menghargai upaya SKS yang sudah sekian lama berkiprah  di 
bisnis kuliner Nusantara warisan nenek moyang kita. Walau aneka  ragam sajian 
hidangan dari mancanegara banyak dijajakan di resto-resto  dan café-café, SKS 
tetap konsisten menyajikan aneka ragam masakan  tradisional khas Indonesia. Di 
tengah persaingan bisnis yang begitu  ketat, saya yakin, sungguh tidak mudah 
bagi SKS dalam menapaki usaha  selama hampir 35 tahun lamanya. 
  
  
  Saat usia tak lagi muda, saya memang berjanji pada diri sendiri untuk  
menghindari makanan sampah (junk food) yang banyak dijajakan  resto-resto cepat 
saji berlabel internasional. Sejak kecil, secara tak  langsung saya diajari 
oleh orang tua untuk mencintai berbagai masakan  khas Indonesia yang penuh 
bumbu dan rempah-rempah. Telah terbukti,  bumbu-bumbu alami tersebut selain 
berfungsi sebagai penyedap masakan,  juga memiliki khasiat luar biasa layaknya 
jamu. 
  
  Sebelum menikmati sebuah hidangan, saya juga mempertimbangkan apa  khasiatnya 
bagi tubuh kita, bukan sekadar asal perut kenyang saja.  Salah satu contoh yang 
baru saja saya alami, dengan menyantap sepiring  LCG di SKS, perut jadi terasa 
hangat selama berjam-jam lamanya. Tak  percaya? Coba saja LCG di SKS!
  
  
  
  
  
  Salam berburu kuliner Nusantara!
  
  
  Radityo Djadjoeri
  kepala suku Komunitas Bango Mania
  
  http://kecap-bango.blogspot.com
  
  
  
       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke