07 March 2008 Berburu kuliner bareng Imelda Francisca imelda francisca/kapanlagi.com
Miss Indonesia 2005 Imelda Francisca digandeng Kecap Bango untuk berburu kuliner yang penuh nostalgia di Kota Hujan. Imel akan mengajak kita menikmati hidangan khas Nusantara di Saung Kiray, sangu tutug oncom, tumis daging cincang oncom & leunca, ayam geprek istimewa, Soto Santan Bang Ali, Lumpia Basah Jang Aut, dan Bakso Seuseupan. Tayangan ini dapat Anda saksikan hanya di Indosiar dalam program: BANGO CITA RASA NUSANTARA - NOSTALGIA KULINER Sabtu, 8 Maret 2008 mulai pukul 9.00 WIB Lengkap dengan berbagai tips memasak dan kiat menikmati makanan tradisional, serta kuis dengan hadiah menarik. Bersama Bango, Mari Kita Lestarikan Warisan Kuliner Nusantara! __________________________________ Imelda Francisca The first Miss Indonesia pageant was held in 2005. Its winner, Imelda Francisca, went on to represent Indonesia in the Miss Asean pageant the same year, in which she took home the 1st Runner Up title. As Miss Indonesia 2005, Imelda accompanied Miss World 2004, Maria Julia Mantilla Garcia and Hong Kong superstar Jackie Chan during a visit to areas in Sumatra hit by the tsunami. The Miss World team was so impressed with Imelda's multilingual skills and pleasant personality that it encouraged the Miss Indonesia team to participate in the Miss World pageant. In addition to her duties as Miss Indonesia, Imelda also published a motivational self-help book titled "You Can Be Anything And Make Changes" and founded the Imelda Francisca Foundation for the welfare of orphans and unfortunate children. The following year, Indonesia sent the Miss Indonesia 2006 winner, Kristania Besouw, to Miss World 2006 in Warsaw, Poland. 2007's winner, Kamidia Radisti, will go to Sanya, China later this year for Miss World 2007. source: wikipedia __________________________________ Nov 7, 05:41 AM "You can be Anything" dari Imelda Francisca Miss Indonesia 2005 Imelda Fransisca, meluncurkan buku You Can Be Anything, di Hotel Mulia, Jakarta, akhir bulan lalu. Dara kelahiran Bogor 24 September 1982 itu mengatakan, menulis buku untuk memberikan motivasi kepada kaum muda Indonesia mencapai cita-cita, dan selalu berpikir positif. Imelda, yang kerap disapa Imel, menceritakan sebagian dari kehidupannya melalui buku setebal 150 halaman. Imel bertutur tentang pengalaman hidupnya semasa kecil dalam menuntut ilmu demi masa depannya. Betapa pahit belajar di negara jiran, Singapura. Kekerasan fisik dan tekanan mental dari guru lesnya membuat Imel yang saat itu berusia sembilan tahun sempat trauma, dan membuat tubuhnya menjadi gemuk akibat terlalu banyak makan. Pada awalnya Imel serumah dengan kakak perempuannya yang bernama Vilia. Selanjutnya, ia harus tinggal serumah dengan gurunya di sebuah apartemen di Singapura. Orangtuanya mempercayakan pendidikan anaknya kepada guru bernama Mrs Chow, agar Imel menjadi anak yang cerdas dan selalu menjadi juara kelas. Namun, sang guru yang dingin itu selalu bersikap cukup keras bila Imel membuat kesalahan saat belajar. Mrs Chow yang bertubuh tinggi besar itu sering mendera kaki Imel dengan sebilah rotan sepanjang satu meter. Tak hanya sekali, tapi 77 kali. Makanan menjadi satu-satunya pelarian bagi Imel saat itu. Tubuhnya menjadi gembrot. Suatu hari Mrs Chow marah besar karena Imel membuat kesalahan. Ia menjambak rambut Imel. Astaga, di tangannya ada sebuah gunting. Wajahnya menyeramkan. Ia mengancam akan menggunduli rambut Imel. Namun Imel berhasil meloloskan diri dan lari ke dapur. Entah apa yang membuat Imel jadi berani. Ia mengambil sebilah pisau dapur dan balik mengancam Mrs Chow. Ternyata, wajah beringas sang guru berubah jadi pucat pasi. Gunting di tangannya dilemparkannya ke atas meja. Wanita itu terduduk lemas di kursi, menangis tersedu-sedu. Ia berulang kali meminta maaf kepada Imel. Namun, yang dilakukan Imel adalah segera meraih telepon, langsung menelepon ayahnya di Bogor. Singkat cerita, sang ayah menyuruh Imel kembali ke apartemen tempat tinggal kakaknya. Bebas dari siksaan fisik dan mental itu, Imel masih tetap melakukan kebiasaan makan banyak. Di Singapura itu ia bebas membeli makanan yang enak-enak. Akibatnya tubuhnya makin subur. "Itulah kenyataannya, sahabat dekat saya cuma makanan enak," tutur Imel. www.tyomanagement.com di 12:52 AM Label: bango cita rasa nusantara 0 komentar: Post a Comment Link ke posting ini Create a Link Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) Link: http://kecap-bango.blogspot.com/2008/03/berburu-kuliner-bareng-imelda-francisca.html
<<imelda_fransisca5.jpg>>
<<icon18_edit_allbkg.gif>>
