MINUMAN KHAS IMOGIRI ; 'Wedang Uwuh', Hangat dan Menyehatkan
     

     
      05/04/2008 09:10:02  

      DALAM bahasa Jawa uwuh berarti sampah. Tapi wedang uwuh bukan berarti 
minuman sampah. Minuman khas Imogiri ini memang tak ada duanya. Di daerah lain 
boleh jadi tak akan ditemui. Soalnya, minuman ini terdiri campuran 
rempah-rempah. Dalam satu ramuan di dalamnya ada daun pala, daun kayu manis, 
daun cengkeh, batang cengkeh, jahe dan secang serta gula batu. Berbagai 
rempah-rempah itu kemudian diseduh air panas dalam porsi satu gelas. Karena 
penyajiannya itulah, maka minuman ini dinamai wedang uwuh.
      Berkunjung ke kawasan Imogiri, rasanya kurang lengkap jika tidak 
mencicipi wedang uwuh. Resep yang disajikan secara turun temurun ini dulu 
dikenal dengan nama wedang jahe cengkeh. Di kawasan Imogiri, minuman tersebut 
mudah didapat, banyak dijajakan di warung-warung kecil.


      Kecuali penyajian dan rasanya yang lain daripada yang lain, wedang uwuh 
ternyata juga menyehatkan. Menurut salah satu penjual wedang uwuh, Ny Wajirah 
dan anaknya Yani, minuman ini dapat menyembuhkan batuk ringan, loyo, 
pegal-pegal, perut kembung dan masuk angin. Menikmati wedang uwuh, terasa 
hangat. Rasanya hampir mirip minuman sekoteng, namun aroma rempahnya lebih 
terasa. Warna merah muda alami yang didapatkan dari hasil seduhan secang 
membuat tampilan wedang uwuh makin menarik.


      Harganya juga sangat terjangkau. Untuk menikmati satu gelas wedang uwuh 
panas, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 1.500. Belakangan, Ny Wajirah juga 
mulai menjualnya dalam bentuk kemasan, sehingga bisa dibawa pulang pengunjung 
sebagai oleh-oleh. Satu porsi wedang uwuh siap seduh lengkap dengan gula batu 
dijualnya Rp 1.000. "Peminatnya cukup banyak, terutama hari Minggu. Satu minggu 
rata-rata saya bisa menjual 100 bungkus," ujar Ny Wajirah yang setiap hari 
membuka warungnya hingga pukul 20.00 WIB.


      Ny Wajirah yang sudah berjualan wedang uwuh selama puluhan tahun ini 
mengatakan, resep wedang uwuh didapatkannya secara turun temurun. "Dulu simbah 
saya juga jualan wedang uwuh, sekarang saya turunkan pada anak saya, Yani," 
imbuhnya.


      Selain sebagai buah tangan, wedang uwuh juga banyak diminati untuk 
suvenir. Bahkan ada pemesan yang menggunakannya sebagai pelengkap hantaran 
lamaran pengantin. Untuk mendapatkan bahan baku rempah-rempah, Ny Wajirah juga 
tidak pernah mengalami kesulitan.    (Dwi Astuti)-f



      Kedaulatan Rakyat

      http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=158342&actmenu=35
     


Kirim email ke