GKN – TMII 19 -20 April 2008

Hari Sabtu & Minggu kemarin saya diajak gabung di acara Sosro Gebyar
Kuliner Nusantara (GKN) dalam rangka HUT TMII ke 33. Awalnya saya
sempat ragu untuk bergabung, karena terus terang saya agak "under
estimate" dengan pengunjung TMII. Apalagi setelah melihat susunan
acaranya ada wayang semalam suntuk & musik dangdut.

Walah… Apa masuk ya  acara dengan Judul yang sangat bagus itu di acara dengan 
audience dangdut? Tapi saya berbaik sangka, mana tahu panitianya gencar 
berpromosi sehingga pengunjung yang jadi target kami  juga akan  datang.

Sabtu pagi, hati saya agak bungah karena mau masuk ke TMII muacet pol!
Apalagi melihat banyak mobil pribadi yang  mendominasi antrean.
Setelah berhasil lolos, kami berusaha mencari-cari dimana lokasi
tempat acara berlangsung. Terus terang saya buta tentang lokasi di
TMII, jadi saya agak kaget juga setelah ternyata lokasi Gebyar
Kuliner ini adanya di area yang termasuk paling belakang.

Waduh, firasat saya tambah kurang enak. Masih ada gak ya yang ke area
belakang begini? Kenapa kami bertanya-tanya seperti ini? Karena di
area depan juga banyak event/atraksi dan saya lihat yang jualan
juga tidak kurang banyaknya. Jangan-jangan kami cuma dapat sisa dari
pengunjung yang nyasar saja, atau yang iseng karena memang mumpung ke
TMII jadi harus ngurut ke semua lokasi.

Duh, gimana ini, padahal kami  berangkat dengan semangat prima dan stock jualan 
berlimpah sesuai yang di request panitia. Ya sudahlah, wong sudah kebacut.

Kekhawatiran kami ternyata terbukti. Dengan judul Sosro Gebyar
Kuliner Nusantara yang menyajikan masakan dari seluruh Indonesia,
maka diharapkan pengunjung akan mendapat pencerahan seputar Kuliner
Nusantara, tidak hanya makan-kenyang-pulang.

Namun yang terjadi  adalah pengunjungnya mayoritas bukan orang yang memerlukan 
pencerahan  tentang kuliner nusantara, tapi ya masih pengunjung yang 
makan-kenyang-pulang. Pengunjung lumayan banyak, tapi makannya pop-mie, mie  
bakso & mie ayam yang berjibun jualan di area luar. Ada memang  customer yang 
datang dan menunjukkan minat untuk pembelajaran, tapi  jumlahnya sangat jauh 
dari harapan.

Dengan susah payah kami berhasil mengurangi bawaan kami hingga 50%. Kami 
lupakan idealisme "pembelajaran", hari itu kami hanya berjualan, bersaing 
dengan Pop mie, mie bakso & mie ayam yang gerobaknya bertaburan di segala 
penjuru TMII. Teman-teman di stand lain lebih  parah, ada yang  tidak laku sama 
sekali, padahal jualan dari jam 11.00 – 18.00.

Hari kedua pengunjung lebih banyak, karena hari kedua ada pentas
kesenian dari beberapa propinsi di hadapan Mendagri. Hari itu banyak
utusan dari berbagai propinsi di Indonesia. Seremonial banget,
protokolnya ketat. Kesan saya: Kok seperti pentas 17 Agustusan
waktu saya masih SD di Semarang jaman duluuuu banget, jadoel,
hehehehe.....

Nah, para utusan daerah (USDA) itulah yang akhirnya jadi rebutan kami semua, 
karena pengunjung lainnya, yang jauh lebih banyak dibanding para USDA ini,  
adalah tetep kelas Pop Mie, Bakso & Mie Ayam.

Penjualan kami meningkat 20% lebih baik dari hari sebelumnya, tapi tetep jauh 
di bawah target.

Sebuah pengalaman yang kurang bagus dengan TMII.



BR//MaYa - Cinere


Kirim email ke