Posted by Ade Putri on Jul 2, '07 5:52 AM for everyone
Hari / Tanggal: Jum'at (29/6/2007) - Minggu (1/7/2007) Tempat: Plaza Selatan Senayan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat --------------------------------------------------------- Sejak beberapa bulan sebelum Festival Jajanan Bango 2007 ini berlangsung, saya sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk nggak melewatkan acara ini untuk kedua kalinya. It's a must, pokoknya! Acara FJB pertama yang diselenggarakan setahun sebelumnya di Lapangan Banteng, Jakarta, terpaksa saya lewatkan secara tidak sengaja karena minimnya informasi. Kelewatan gitu. Walaupun review acara yang saya baca di berbagai mailing list dan blog menyatakan kekecewaan (antara lain karena tidak teratur, antrean yang amat sangat panjang, debu yang bikin mata pedih, dsb.), tapi tetep aja, pokoknya, "Kali ini harus datang!!! Sukses nggak sukses, pokoknya biar nggak jadi penasaran!" Jadi, berangkatlah saya dan Brutus pada hari Jum'at (29/6), dari rumah sih jam setengah 5 sore. Tapi berhubung jalanan yang amat sangat super duper ultra macet, jadilah kami baru tiba di Senayan jam 7 malam. Dan berkat panduan yang saya baca di mailing list, maka saya menyarankan Brutus untuk memarkir mobil di area parkir hotel Atlet Century. Maksudnya biar nggak kena macet mobil di area Gelora Bung Karno-nya. Jadi tinggal jalan kaki aja, nyeberang jalan. Dan memang keputusan itu tepat, soalnya di area GBK sendiri, mobil malah harus jalan pelan karena macet di dalam. Dan, berikut ini adalah sedikit catatan perjalanan dan penilaian pribadi saya tentang kunjungan pada malam itu... PEMILIHAN LOKASI Jelas saya lebih setuju dengan dipilihnya Plaza Selatan Senayan Gelora Bung Karno ini sebagai lokasi acara FJB jika dibandingkan dengan lokasi sebelumnya, Lapangan Banteng. Karena jelas aja, jaraknya lebih dekat kalau dari rumah saya! Hehehe... Dan area parkir juga jauh lebih luas. Nggak ada complain deh untuk urusan pemilihan lokasi. VARIASI MAKANAN Berikut ini yang buka stand di sana (berdasarkan memori otak yang sangat minim aja): Es Krim Ragusa (dari Jl. Veteran), Sop Buntut (Jl. Cut Meutiah), Nasi Gila Gondrong (Menteng), RM Manado Beautika (Jl. Hang Lekir), Nasi Uduk Babe Saman, Nasi Ulam Misjaya, Gabus Pucung / Gurame Pecak Pak Misan, Nasi Goreng Kambing (Jl. Kebon Sirih), RM Ajengan Bali (Jl. Panglima Polim), Ketupat Sayur Murni (dari Kebayoran Lama), Sate Ayam / Sate Kambing / Tongseng (entah dari mana), Soto Betawi (Jl. Pondok Pinang), Ketoprak (Jl. Ciragil), Kerak Telor (entah dari mana), Es Goyang (entah dari mana), Bubur Ase Betawi (entah dari mana), Mbah Jingkrak (Jl. Mahakam), Lo Mie Imam Bonjol (dari Bandung), Soto Ojolali (dari Bandung), Rujak Cingur Sedati (dari Surabaya), Rawon Nguling (Surabaya), Soto Udang Kesawan (dari Medan), Lontong Sayur Medan (ya dari Medan lah!), dan beberapa lainnya yang luput dari ingatan. HARGA MAKANAN Yang waktu itu saya cicipi hanya beberapa items saja, yaitu Soto Udang Kesawan (20K), Lontong Sayur Medan dengan lauk telur balado dan daging sapi rendang (20K), 2 porsi Ketupat Sayur Murni dengan lauk ayam, semur kentang dan daging sapi (27K). Nggak mahal, mengingat isinya yang memang banyak dan rasanya yang juara banget. FASILITAS Nah, ini nih yang kurang banget! Jadi ceritanya, nggak semua stand menyediakan meja dan kursi untuk tempat makan pengunjung. Mungkin karena memang luasnya yang terbatas, sekitar 3m x 3m. Panitia sebenarnya sudah menyediakan area makan, yaitu beberapa baris meja panjang plus bangku plastik. Tapi jumlahnya kurang banyak. Jadilah banyak yang rebutan tempat duduk. Belum lagi petugas kebersihan yang sangat minim. Bahkan, pada malam itu, nggak satu pun yang terlihat. Jadi di area makan tadi, meja-mejanya malah dipenuhi oleh styrofoam kosong bekas makan orang lain, dan beberapa gelas kotor. Saya terpaksa membawa pulang soto udang-nya karena ribet banget kalau harus makan di sana. Selain stand-nya nggak menyediakan meja dan kursi, soto pesanan saya itu dikemas dalam plastik yang lantas dimasukkan ke dalam styrofoam. Duh, ribet banget pasti kalau mau makan di sana! Tapi lontong sayur Medan dan ketupat sayur murni bisa kami habiskan di tempat karena kebetulan stand-nya menyediakan meja dan kursi (biarpun harus buru-buru ngabisinnya, nggak enak sama ibu-ibu beranak banyak yang waktu itu terlihat 'mengincar' tempat duduk kami... hehehe). OPINI SAYA & BRUTUS Well, pengalaman yang lumayan seru. Biarpun saya agak bete karena susah banget nyari minum yang nggak manis (such a Aqua) di area itu, plus orang-orang yang nggak tau tata tertib ngantre. Bisa-bisanya nyerobot orang lagi ngantre (Hey, belum ketemu nyokap gue ya? Lagi nyerobot bisa diseret langsung ke belakang!!!). Yah, gitu deh. But somehow, still, nothing beats Kuta Food Fest, baik dari banyaknya variasi makanan maupun harga. * maafkan banyak "entah dari mana"-nya yesss. maklum pelupa tea * Prev: Jaipong vs Dangdut Next: Eropa Mencekal Maskapai Penerbangan Indonesia Comet Deathrockstar is a blog aggregation site for Indonesia's most awesome people behind the music scene, serving readers with tons of updates fresh from them. http://www.deathrockstar.info/comet/2007/07/02/festival-jajanan-bango-2007/ mediacare http://www.mediacare.biz
fjb.jpg?et=66My%2CtZXub%2BHSEbwvEg1yg
Description: Binary data
