Selasa, 06 Mei 2008 
 Secang, Minuman Tradisional Favorit Peninggalan Raja Majapahit 
  Tingkatkan Stamina, Diminati Turis Mancaegara 
 Ditengah dominasi minuman berbagai merek dengan dominasi suplemen tinggi, 
minuman tradisonal secang rupanya menyimpan manfaat yang lebih tinggi. Selain 
meningkatkan stamina, minuman ini juga diyakini mampu mengatasi perut kembung, 
masuk angin dan penghangat tubuh.
 
 MOCH. CHARIRIS, Trawas
 ---
 
 BAGI masyarakat di wilayah Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten 
Mojokerto, minuman tradisional secang dianggap merupakan warisan turun-temurun. 
Konon, minuman tradisional yang diyakini sebagai salah satu minuman favorit 
Raja Majapahit ini, kerap digunakan warga untuk meningkatkan stamina. 
 
 Di desa ini, tanaman rempah-rempah, sebagai bahan dasar pembuatan minuman 
secang mudah ditemukan. Tanaman yang sempat menjadi alasan bangsa Eropa dalam 
menjajah Indonesia ini, tumbuh subur di sekitar rumah, layaknya semak belukar. 
Seperti yang terlihat di rumah Maimunah, salah satu pembuat minuman secang. 
 
 Di atas meja ruang tengah tampak beberapa bahan rempah yang digunakan sebagai 
bahan dasar minuman secang. "Bahannya sangat mudah didapat kok. Seperti jahe, 
cengkih, kapulaga, kulit pohon secang, dan batang tanaman sere yang biasa kita 
petik di kebun sendiri," ujar perempuan berusia 38 tahun itu. 
 
 Menurutnya, perbedaan antara Desa Seloliman dengan daerah lain adalah 
banyaknya tanaman secang yang sangat mudah didapat di sekitar hutan, Gunung 
Penanggungan. "Karena itu, untuk membuat minuman ini, warga tidak perlu 
mengeluarkan biaya sepeserpun," katanya sembari meracik minuman berwarna merah 
itu.
 
 Selian bahan dasar mudah ditemui, menurutnya cara meracik minuman pun tidaklah 
sulit. Usai dipetik dari kebun, bahan baku rempah-rempah tersebut dicuci hingga 
bersih. Sambil menunggu dibersihkan, sementara air di masak hingga mendidih, 
seluruh bahan-bahan dimasukkan. 
 
 "Untuk memberi warna tidak perlu menggunakan zat pewarna. Melainkan 
menggunakan kulit pohon secang," jelasnya. Diceritakan, setelah kulit secang 
dimasukkan ke dalam air mendidih, selanjutnya tidak perlu menunggu waktu lama. 
Rebusan bahan rempah-rempah bisa langsung disaring. 
 
 Dengan itu minuman tradisional secang pun siap untuk disajikan. "Tapi akan 
lebih nikmat bila disajikan dengan kondisi masih hangat," lanjut Maimunah.
 
 Meskipun tidak setenar minuman-minuman bermerek saat ini, minuman secang cukup 
diminati banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satunya, Clay, 
wisatawan asal negeri Paman Sam, Amerika Serikat. 
 
 Dengan logat bahasa asing bercampur Indonesia, bule itu mengaku sangat 
menyukai minuman tradisional secang yang disajikan oleh Maimunah. "Baru kali 
ini saya merasakan minuman secang," katanya. 
 
 Menurutnya, selain manis rasa alami aroma jahe cukup terasa. "Tubunya saya 
tampaknya lebih segar setelah minum secang ini," ucapnya tertatih-tatih. 
 
 Rencananya, minuman secang akan dikembangkan oleh masyarakat setempat. 
Disamping dapat menunjang ekonomi lokal, warga merasa bangga bila minuman khas 
favorit raja-raja Majapahit terdahulu bisa bermanfaat bagi kesehatan banyak 
orang. Baik di pentas nasional mapun internasional. (yr) 
  (Harian Radar Mojokerto)
  
       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke