Setelah 'tenger-tenger' karena kekenyangan gara2 banyaknya makanan yang saya
coba, akhirnya reportnya baru bisa disampaikan sekarang, sembari nunggu pesawat
balik ke Jogja yang delayed (huh!).
Okay, satu satu coba saya coba review deh makanannya;
sesudah report saya sebelum ini, makanan yang saya coba adalah kambing oven
madina. Harganya 25ribu, dapet 500gr daging kambing (plus tulangnya sih).
Menurut yang jual,
"Kambing udah di oven dengan rempah2 mas, jadi udah ngga ada kolesterolnya.."
"Hah? Emang gitu yak? Daging kalo udah dioven jadi ilang kolesterolnya?" (suara
batin dalam hati)
Nah.., ni kambing ternyata setelah dioven dibakar dulu kira2 5 menit sambil
dibolak-balik. Hmm.. baunya ngga nahan deh..
Setelah kambing oven ditangan, clingak-clinguk sebentar nyari tempat makan
sambil ngadem, akhirnya saya menuju ke tribun. Mulai deh acara icip icip
dimulai.
Gara2 ngga ada garpu dan pisau, maka suapan pertama dilakukan dengan cara
dijumput dengan telunjuk dan jempol kanan. Suapan kedua, semua jari tangan
kanan terlibat. Suapan selanjutnya, seluruh jari tangan, kanan dan kiri
difungsikan seluruhnya. Wah, full hands contact nih.. Belepotan belepotan dah..
Kambingnya memang sudah sangat sedikit berlemak, pastinya karena proses
ovenisasi (bener ngga sih istilahnya?) sebelum dibakar. Tapi karakter
kambingnya sendiri masih sangat kuat. Maksudnya dagingnya rada alot, hehehe..
Pairingnya adalah dengan condiment bumbu kacang, dengan irisan jeruk nipis.
Tapi entah kenapa saya merasa agak hambar ya, kalau tidak dicocolkan bumbu
kacangnya. Mungkin saya yang over-expectation, atau gara2 mindset saya yang
beranggapan bahwa seharusnya daging sudah 'berasa'.
But overall, kambing oven ini worth to try lah..
contact:
warung madinah, arabian foods
jl. gentengkali 176, telp: (031) 72630909
(seberang siola, samping colombia)
Surabaya
Next review: Sate Buntel
Regards,
Andy.
________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/