10/05/2008 22:40 wib - Ekonomi Aktual
      FJB Sajikan 80 Makanan Khas Nusantara




      Jakarta, CyberNews. PT Unilever Indonesia kembali menggelar acara tahunan 
bertajuk "Festival Jajanan Bango" (FJB), dimana FJB tahun ini merupakan 
kegiatan yang keempat kalinya. 


      "Tahun 2008 ini adalah saat paling istimewa bagi kecap Bango, mengingat 
bertepatan dengan perayaan ulang tahun Bango yang ke-80, dimana Bango telah 
berkiprah di Indonesia sejak 1928," tutur Okty Damayanti, Foods Managing 
Director PT. Unilever Indonesia, Tbk. 

      Menurutnya, festival kuliner persembahan Bango yang kali ini bertema "80 
Tahun Bango, Kualitas Sepanjang Masa", diselenggarakan sebagai upaya Bango 
untuk mengajak masyarakat luas ikut melestarikan berbagai makanan tradisional 
Nusantara warisan nenek moyang kita, sekaligus menjadi ajang perayaan ulang 
tahun Bango ke-80. 

      "Digelarnya FJB juga sebagai upaya Bango untuk ikut berperan serta dalam 
mensukseskan program Visit Indonesia Year 2008 melalui wisata kuliner. Dengan 
lebih menghidupkan kegiatan wisata kuliner melalui ajang FJB, diharapkan dapat 
ikut memajukan sektor pariwisata di Indonesia," jelas Okty. 

      "Kami menyadari bahwa makanan adalah bagian yang amat penting dari 
budaya. Festival kuliner tahunan ini diharapkan dapat mendukung kemajuan 
pariwisata Indonesia dan menjadi agenda tahunan wisata kuliner bagi kota-kota 
yang disinggahi dan yang ikut serta dalam FJB," imbuhnya. 

      Ia berharap, makanan tradisional khas Nusantara dapat menjadi duta budaya 
yang ampuh untuk mempromosikan Indonesia ke mancanegara. Indonesia memiliki 
beribu macam makanan khas dari Sabang hingga Merauke. Banyak sekali olahan 
makanan khas Indonesia yang menggunakan kecap sebagai salah satu bahannya. 
Kecap, terutama kecap manis, menjadi bagian yang sangat penting dalam kekayaan 
kuliner Nusantara. 

      Penggunaan kecap yang terbuat dari kedelai hitam dan gula kelapa 
berkualitas tinggi dapat memberikan kekayaan rasa terhadap masakan. Selain 
untuk bahan memasak, kecap juga kerap dipakai untuk dicurahkan pada makanan 
(topping) ataupun sebagai sambal cocolan. "Selama 80 tahun hadir di tengah 
masyarakat, Bango yang terbuat dari 4 bahan alami pilihan - kedelai hitam, gula 
kelapa, garam dan air - secara konsisten menjaga kualitas rasa yang telah 
teruji sejak 1928," pungkas Okty. 

      "Melalui Festival Jajanan Bango, kami ingin mengajak masyarakat luas 
untuk melestarikan aneka masakan tradisional yang sudah dikenal luas dan 
dinikmati secara turun temurun dimana keberadaannya saat ini kalah populer 
dengan makanan siap saji dari mancanegara," ucap Memoria Dwi Prasita, Manajer 
Merek Bango. 

      (MH Habib Shaleh /CN08)

     

 Versi Cetak     Beritahu Teman 

http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=5619

<<printButton.png>>

<<emailButton.png>>

Kirim email ke