waduh....waduh.... jadi pengen nyobain FJB nih...ngiler ngebaca cerita2 temen2 di FJB Surabaya.Jakarta kapan donnnkkkkkkk????? biar bs prepare liburnya nih.
----- Original Message ---- From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; media jatim <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; media jogja <[EMAIL PROTECTED]>; media jateng <[EMAIL PROTECTED]>; mudawijaya <[EMAIL PROTECTED]>; wolu <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, May 16, 2008 10:35:25 AM Subject: [bango-mania] Witing tresno jalaran soko kuliner Publishers, Monetize your RSS feeds with FeedShow: More infos (Show/Hide Ads) Festival Jajanan Bango 2008 - Festival Untuk Semua Date: Thursday, 15 May 2008 06:22 Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango Di Festival Jajanan Bango 2008, kumpul para jagoan makan, jurnalis, fotografer, blogger, pramuka, saya, bahkan ada yang hadir sekeluarga lengkap dengan balitanya. Kumpul jadi satu bareng macem-macem jajanan dari segala penjuru nusantara, tumplek blek di satu lapangan. Masing-masing orang punya selera tersendiri (termasuk pantangan dan alerginya). Tapi di festival ini nampaknya semua terpuaskan, saya bisa perhatikan pilihan makanan teman-teman: Ada Siwi yang tergoda nasi kuning avon ambon, ada Anton yang suka tahu tek-tek. Ada Gandhi yang incip-incip jajan pasar dan sop buntut (tapi tidak dimakan secara simultan). Lalu ada Jiewa yang menantang olahan fusion rujak soto. Dan tentu saja Manda yang *whoa!* mampu menampung 8 (delapan!) menu berbeda. Rujak Soto Khas Banyuwangi Jiewa memilih rujak soto khas Banyuwangi. Saya pikir ini pilihan brilian, unik, satu kekayaan kuliner nusantara yang penting untuk dilestarikan. Makan rujak, sudah biasa. Makan soto, bosen ah... Kalo rujak soto? seperti apa? Ya memang sih nggak semua orang bakal suka, tapi lihat nih betapa Jiewa menikmati rujak soto: Rasanya unik, rujak, dikombinasikan dengan gurihnya kaldu soto, plus beberapa potong babat nikmat! Beruntungnya kita bisa hadir di Festival Jajanan Bango, jadi kenal menu seperti ini. Eh tapi buat yang kemaren nggak sempat ke Stadion Brawijaya, rujak soto boleh diburu di Ngagel Jaya Barat 5 atau di Food Court lantai 1 (stand FF 37) City of Tomorrow, Surabaya. Festival Untuk Semua Sabtu lalu, penduduk Surabaya dari segala kalangan kumpul di Stadion Brawijaya. Momen bagus buat menikmati akhir pekan bersama keluarga. Sekalian bisa menurunkan informasi pada anaknya tentang pengetahuan kuliner nusantara. Apa itu cenil? Seperti apa yang namanya klanting? Apalagi belakangan ini masyarakat Indonesia semakin peduli dengan kekayaan kuliner nusantara akibat derasnya exposure wisata kuliner di media cetak/elektronik. (Siang itu lapangan padat. Panas? Ah nggak masalaaahhh. ..) (Berwisata kuliner bersama keluarga) (Yang ini kata Jiewa "witing tresno jalaran soko kuliner") (Pulang sekolah, langsung makan-makan! ) (Berbagi dengan kawan) (Eh ada blogger juga - fotografi oleh Angki) (Semakin malam semakin rame) Festival Jajanan Bango memang festival untuk semua. Apapun seleranya. Bahkan yang lagi bokek pun bisa ikut berburu voucher dari panitia, bisa nonton Reog Ponorogo gratisan, plus dagelan Band Cap Tugu Pahlawan. Dan di festival ini juga ada kesempatan liat Yuni Shara dari dekat, yang ternyata oalaaahh... Yuni Shara iku cilik toh, hehe. Pantesan doyan sepatu hak tinggi :D Author: "fahmi! ([EMAIL PROTECTED] com)"Tags: "FJB2008, festival_jajanan_ bango" Festival Jajanan Bango 2008 - Merayakan 80 Tahun Bango Date: Tuesday, 13 May 2008 19:05 Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango Yap! Festival Jajanan Bango terjadi lagi di Surabaya, kota bebek goreng pahlawan. Kali ini pengunjung boleh milih 80 menu makanan tradisional khas Nusantara, dan hadir juga Duta Bango dari 8 kota. Berlokasi di Stadion Brawijaya, festival ini saya nilai lebih oke daripada festival tahun lalu. Karena kali ini arena festival berkarpet rumput segar, nggak berdebu. Selain itu tim panitia juga layak dapet 2 jempol untuk detail pelaksanaannya. Karena tahun ini saya perhatikan banyak tempat sampah available di segala penjuru lapangan. Plus, para petugas kebersihan nggak capek-capeknya patroli terus keliling lapangan. Dan lebih hebatnya lagi, di pinggir lapangan ada mobil pemadam kebakaran siap siaga. Ini penting, karena walaupun puluhan kompor dan peralatan bakar itu dioperasikan secara profesional, jaminan keamanan tetep perlu diutamakan. Tumpeng Nasi Kuning Eh yang ini nggak dijual. Cuman karena momennya pas ulang tahun Bango yang ke-80, ada acara potong tumpeng oleh Memoria Dwi Prasita (Brand Manager Bango). Seremoni pembukaan festival ini dipimpin oleh Suhartoyo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Surabaya. Disaksikan para jurnalis, fotografer, blogger, masyarakat Surabaya, dan petani kedelai hitam binaan Unilever. Hors d'oeuvre Nah soal makanannya, saya sempat kebingungan mesti ngincipi yang mana dulu? Semuanya menarik, rupa-rupa kuliner nusantara warisan nenek moyang ini semua tampil menggiurkan, eksotik. Tapi nggak perlu bengong lama, bersama Jiewa saya putuskan cari makanan yang "nggak biasa". Dan yang beruntung terpilih sebagai menu pembuka adalah es krim La Spezia. Catetan: Es krim La Spezia tidak untuk dikonsumsi bersama tahu telor secara simultan. Rasanya jadi nggak enak. Kalo jajan es krim rasa coklat atau strawberry, nggak ada yang istimewa, biasa. Di tenda La Spezia ini saya nemu es krim rasa siwalan, woohoo...! Rasanya enak dan unik, menyegarkan tentunya. Dikombinasi pisan dengan es krim rasa kacang hitam, wah wah jadi tambah "kaya". Lhaaa... menu macem gini ini yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Jangan sampai pasarnya takluk oleh es krim dari Italy. Penduduk Surabaya boleh bersyukur Festival Jajanan Bango mampir ke Surabaya. Sebelum hadir di festival ini saya nggak tau kalo ada es krim unik di dekat Kenjeran situ. Buat kalian yang kemaren kehabisan es krim La Spezia, boleh serbu langsung ke markasnya di jalan Gading Pantai V/19. Boleh sekalian jalan ke Kenjeran incip-incip lontong kupang di tepi pantai, hehe. Lanjut, es krim siwalan belum juga habis, Jiewa sudah ngelirik tenda sebelah yang nawari menu fusion unik, Rujak Soto! wah... kayak gimana rasanya? (bersambung) Author: "fahmi! ([EMAIL PROTECTED] com)"Tags: "FJB2008, festival_jajanan_ bango" Festival Jajanan Bango 2008 - Review Date: Monday, 12 May 2008 16:00 Coming soon... Hehe, maap maap ini yang punya blog lagi (macak) repot, jadi review Festival Jajanan Bango 2008 nanti deh segera dipublish kalo sudah agak longgar. Stay tuned, monitor terus sindikasi blog ini menggunakan RSS reader favorit anda :) Author: "fahmi! ([EMAIL PROTECTED] com)"Tags: "festival_jajanan_ bango" Festival Jajanan Bango 2008 - Tips Date: Thursday, 08 May 2008 17:13 Festival Jajanan Bango 2008 dimulai di Surabaya, Sabtu besok tanggal 10. Barengan dengan ulang tahun bango yg ke-80. Duh, udah tua ya? Pasti itu bango dagingnya alot, hehe. Di Festival Jajanan Bango 2008, kira-kira bakal banyak yang seru. Disana bakal kumpul para jagoan makan, jurnalis, fotografer, blogger, dan saya, bareng macem-macem jajanan yang tumplek blek dari segala penjuru nusantara. Jadi, kalo ada diantara kalian yang bosen makan bebek goreng, rujak cingur, atau lontong balap, ini momen bagus buat incip-incip menu eksotik baru. Tapi, seperti apa gambarannya Festival Jajanan Bango 2008 itu? Apa yang perlu dipersiapkan? Lokasi Lokasi Lokasi Stadion Brawijaya bakal padat. Karena bakal banyak penduduk Surabaya (dan sekitarnya) tersedot kesana, jadi penting untuk mempertimbangkan kendaraan dan parkirnya. Kalo memungkinkan, datanglah dalam kelompok besar. Kalo perlu 1 mobil kijang diisi 10 orang (atau bisa lebih kalo penumpangnya kurus langsing). Ini untuk memudahkan parkir dan sedikit ngurangi macet hehehhh. Bandingkan kalo tiap pengunjung festival naek mobil berdua-duaan, wah. Alternatif: manfaatkan kendaraan umum. Paralel vs Serial Di lokasi Festival Jajanan Bango 2008, 10 orang tadi bisa antre di 10 tenda berbeda. Satu orang antre beli soto, temennya boleh antre sate, yang lain bisa antre menu alternatif. Dengan demikian waktu yang terbuang jadi lebih sedikit karena antrean dilakukan secara paralel, bukan serial. Berbagi Makanan Setelah dapet makanan, 10 orang tadi bisa nyari tempat ngumpul yang enak. Bisa bertukar dan saling incip-incip makanan yang berhasil dikumpulkan. Nah kalo memungkinkan berbagi porsi, kan jadinya nggak terlalu kenyang. Kalo lambung masih cukup longgar, antrean dan makan bareng bisa di-loop sampai sepuasnya (syarat dan ketentuan berlaku). Minuman = Faktor Penghematan Jangan lupa bawa botol minum sendiri dari rumah. Ini untuk menghemat anggaran jajan. Tahun lalu, di lokasi festival, teh sari wangi gampang ditemukan di setiap sudut, tapi saya pribadi nggak tertarik beli teh sari wangi. Bukan berarti saya anti sari wangi lho. Sekedar pertimbangan menghemat anggaran saja. Karena di festival ini kan yang eksotik menu makanannya. Itu yg perlu diincipi satu-satu. Kalo teh sari wangi sih rasanya persis dengan yang dijual di pasaran. Eh, kecuali kalo sari wangi bisa mendatangkan koleksi khusus macem pu erh ato silver needle hehehee... Kalo gitu baru boleh ikut diburu juga minumannya. Uang Tunai Perlu dianggarkan juga uang tunai secukupnya, karena para pedagang nggak nerima pembayaran dengan kartu di Festival Jajanan Bango 2008. Plus, boleh disiapkan juga sedikit dana cadangan. Karena pengalaman dari festival tahun lalu ternyata banyak opportunis yang menaikkan harga jual. Semoga tidak terulang tahun ini. Payung Terutama buat yg berkulit sensitif, payung = penting. Festival Jajanan Bango 2008 berdurasi antara 11:00 - 22:00. Surabaya sangat panas di siang hari, dan cenderung hujan di malam hari. Credits: gambar diambil dari www.bango-mania. org Author: "fahmi! ([EMAIL PROTECTED] com)"Tags: "festival_jajanan_ bango" dicaplok dari blognya mimimamawawawa http://reader. feedshow. com/show_ items-feed= 5994dbb164973dea 8e5224e8339df55d
