Peluncuran Perdana Festival Jajanan Bango (FJB) 2008 
Kamis, 08/05/2008 14:16 WIB


 
beritabaru.com/Santi

Jakarta, beritabaru.com- PT Unilever Indonesia Tbk kembali menggelar Festival 
Jajanan Bango (FJB) 2008, yang bertepatan dengan ulang tahun Bango ke-80, 
dimana Bango telah berkiprah di Indonesia sejak 1928.

"Dengan festival ini, setiap masyarakat luas turut melestarikan masakan 
tradisional. Karena sudah dikenal luas dan dinikmati secara turun temurun, 
dimana keberadaannya saat ini kalah populer dengan masakan siap saji dari manca 
negara," kata Memoria Dwi Prasita, Brand Manager Kecap Bango.

Lewat festival ini kita ingin memperkenalkan salah satu kebudayaan nusantara, 
terutama keanekaragaman makanan (kuliner).

Kenapa spesial, kata dia, FJB kali ini akan menghadirkan 80 makanan 
tradisional, 8 penjaja makanan dari luar kota dan 80 voucher makan untuk 
pengunjung. Untuk penjaja makanan, akan disediakan total hadiah Rp 8 juta, 
disetiap masing-masing kota. Juga hadir 80 petani kedelai. Selain itu 
disediakan hadiah total Rp 80 juta untuk pemenang lomba kreativitas bango, dan 
pilihan makanan tradisional yang jadi favorit para pengunjung. 

Ada 9 makanan tradisional seperti Ketoprak Krigil (Jakarta), Nasi Bug Trunojoyo 
(Malang), Gudeg RM Adem Ayem (Yogjajakarta), Tengkleng Bu Edi (Solo), Kupat 
Tahu Gempol (Bandung), Soto Udang Racikan (Medan), Tutuq Oncom Sangu Kiray 
(Bogor), Coto Makasar Daeng Muchtar (Makasar), dan Rawon Dengkul Nguling 
(Surabaya).

"Dia ingin memberi fasilitas dan tempat bagi para penjaja makanan tradisional," 
tuturnya.

Untuk target, dia katakan, tidak ada. Hanya kita berharap lebih tinggi dari 
tahun lalu (2007) yang mencapai 215 penjaja makanan dan 255.000 pengunjung di 
empat kota. Omset penjualan mencapai 2,8 miliar dan keuntungan itu semua murni 
untuk pedagang.

Dalam acara kick-off ini, juga hadir, penyanyai jazz Syaharani dan Ujo "Project 
Pop". Syaharani menuturkan, makanan tradisi Indonesia itu unik, bahan-bahannya 
sangat bagus dan bermanfaat untuk tubuh. 

"Itu poin penting buat aku," tegasnya.

Berbeda dengan Ujo yang mengatakan, lebih ke nostalgia saja. "Dulu suka makan 
makanan tradisional. Dan sekarang diajak gabung sama bango, jadi nostalgia 
lagi," ungkapnya. (san/diek)



http://beritabaru.com/hotnews.php?id=748


<<748_439.jpg>>

Kirim email ke