Musik Tingkatkan Citarasa Wine
 
Jika dikonsumsi dalam jumlah sedikit wine terbukti bermanfaat untuk kesehatan.


LONDON, RABU - Bagi pecinta wine, citarasa adalah segalanya. Kualitasnya tidak 
diukur dari rasanya saja, namun juga aroma, cara penyajian yang tepat, sampai 
suasana saat menikmatinya. 

Pilihan musik yang tepat mungkin salah satu penentu citarasa wine. Hasil 
penelitian menunjukkan, dengan memainkan jenis musik tertentu, citarasa wine 
dijamin yahud. Penelitian yang dilakukan Universitas Heriot Watt bahkan 
menyimpulkan bahwa musik dapat meningkatkan kualitas wine hingga 60 persen.

Dalam penelitian itu, Profesor Adrian North meminta pendapat 250 mahasiswa 
setelah mencicipi wine dengan irama musik berbeda-beda. Ada empat lagu yang 
dimainkan, masing-masing Carmina Burana dari Orff, Waltz of the Flowers from 
The Nutcracker dari Tchaikovsky, Just Can't Get Enough dari Nouvelle Vague, dan 
Slow Breakdown dari Michael Brook.

White wine ternyata 40 persen lebih nikmat dinikmati dengan musik yang 
bersemangat dan ceria, namun hanya 26 persen lebih nikmat jika dibarengi musik 
berirama melankolis dan lembut. Sementara red wine 25 persne lebih nikmat 
dengan musik melankolis dan lembut dan 60 persen lebih nikmat dengan musik yang 
cepat dan berat.

Jadi disimpulkan, jenis wine cabernet sauvignon lebih enak dinikmati bersama 
alunan musik klasik yang dinamik seperti Carmina Burana. Sementara chardonnay 
lebih memuaskan dengan alunan musik yang lembut. Kesimpulan ini sesuai dengan 
teori dasar kognitif yang menyatakan bahwa musik membuat otak peka terhadap 
alunan musik.

"Produsen wine mungkin harus merekomendasikan bahwa saat menikmati jensi wine 
tertentu seharusnya sambil mendengarkan musik yang tepat," ujar North. 

Pengaruh musik sebelumnya juga sudah diyakini dapat meningkatkan kualitas 
produksi anggur maupun kualitas wine yang dihasilkan. Aurelio Montes, produsen 
wine dari Chili yang mendanai penelitian North sudah menggunakan musik klasik 
selama proses pemeraman anggur.

Musik memang dekat sekali dengan anggur dan wine. Dalam penelitian sebelumnya, 
North juga sudah membukitkan bahwa musik mempengaruhi pilihan seseorang untuk 
membeli anggur. Jika permainan musik akordion yang diputar di dalam 
supermarket, wine dari Prancis lima kali lipat lebih laku daripada wine Jerman. 
Sebaliknya, wine Jerman lebih laku dua kali lipat daripada wine Prancis jika 
yang dimainkan musik instrumen alat musik oompah. 

Apakah hal tersebut berlaku di semua tempat dan jenis musik lainnya? Bisa jadi 
ya, bisa juga tidak.  Anda mau coba?

WAH 
Sumber : BBC
http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/14/22570563/musik.tingkatkan.citarasa.wine

ingin sukses di bisnis online?coba yang satu ini:
http://www.formulabisnis.com/?id=efan79



      

Kirim email ke