Kedai ice creamnya Sanggrandi bukan??
Bangkunya juga model jaman kumpeni khan?
Enak tenan rek, di Kelapa Gading dulu kayaknya ada deh, sekarang gak tau apa 
masih ada...
Kalo yang di Veteran juga ada, Ragussa namanya, katanya sih lebih enak dari 
Sanggrandi
 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of [EMAIL 
PROTECTED]
Sent: 30 May 2008 11:17
To: [email protected]
Subject: Re: [bango-mania] Tragedi Yangko Kacang - the spin off (Oldies Ice 
Cream Store)

Import dari kutub utara? Haha... Sorry, bercanda! 
Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: Fajar Handika <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Fri, 30 May 2008 11:18:47 
To:[email protected]
Subject: Re: [bango-mania] Tragedi Yangko Kacang - the spin off (Oldies Ice 
Cream Store)


Wah,


Jebul saya 'dirasani' to.. 


Sedikit cerita tentang hotel Garden Palace ini, di dekatnya ada kedai ice 
cream. Namanya adalah... (aduh, lupa!) Mungkin mas Radityo masih ingat, karena 
beliau yang mengajak saya kesitu. Ada satu lagi yang ikut bernama Mbak Sari, 
yaitu rekan satu team mas Radityo dari Jakarta.


Nah, menurut penjelasan Radityo, tokoh kita satu ini, kedai ice cream ini 
berdiri sejak jaman belanda. Begitu duduk di kursinya yang berwarna merah, 
terjadi percakapan berikut:


Saya (A):  "Mas radit, ini kan berdiri dari jaman belanda. Kalo orang jaman 
dulu itu bikin ice cream caranya gimana ya?"
Radityo (R):  "Diputer gitu, sama kayak cara bikin es puter. Jadi bahan ice 
creamnya ditaroh di tengah trus digenjot, sama kayak yang jualan es puter itu 
lho"
A : "Trus kok bisa jadi dingin?"
Sari (S) : "Ya tetep pake es balok.."
R : "Iya betul, tetep pake es balok biar ice creamnya jadi dingin"


Tiba tiba ada seorang kakek datang, berumur (pastinya) lebih dari 80 tahun, 
dengan dandanan dandy (pada masanya) dan tongkat, mengingatkan saya pada sosok 
milioner dalam film Jurassic Park (dia yang punya Park-nya)


R: "Nah, itu tuh yang punya kedai ini.."
A: "Masak sih mas? Emang mas radit kenal?"
R: "Iya bener, tuh kan udah tua banget.."
S: "Ah mas Radit nih, sotoy banget sih!"


Pesanan saya, ice cream dengan topping rum datang (duh, namanya apa ya?), 
dianterin oleh waitress nya.


R: "Makasih ya mbak.., Eh mbak, itu yang punya sini kan yah?"
Waitress: "Yang mana pak?"
R: "Itu tuh, yang pake tongkat"
W: "Ah bukan pak."
R: "Masak sih mbak, trus itu siapa?" (kekeuh+ngeyel euy!)
W: "Ya itu cuman tamu langgganan kita aja"
S: "Tuuu kannn, dasar Sotoy" (sok tau, red.)
A: ".................."


Nah, kami bertiga mulai mencicipi ice creamnya, nyem nyem.. enuak..
Tapi..
Duh! Rum nya kenceng banget yak!
Gile ini ice cream, makan kebanyakan bisa tinggi nih!


A: "Mas radit, sekarang bikin ice creamnya gimana yah? Kayaknya aku lihat udah 
ada ice cream modern model Wall's di belakang tuh.."
R: "Ya sekarang udah modern lah pasti, udah pake ice cream maker"
A: "Trus jaman dulu itu, kan tadi katanya digenjot macam es puter, pendinginnya 
pake es balok. Lha bikin es baloknya gimana?"
R: "........."
S: ".........."


Mereka menatap sebal kepada saya, seakan mau bilang: "Crewet amat sih!"


Hahahaha...
Nah, sampai sekarang yang jadi pertanyaan saya adalah, Di jaman dulu, sebelum 
ada listrik, bagaimanakah membuat es?"


Adakah miliser yang bisa menjawabnya?


Regards,
Andy.

On May 29, 2008, at 4:44 PM, mediacare wrote:








 
<http://kecap-bango.blogspot.com/2008/05/yangko-kacang-khas-kota-gede-yogyakarta.html>
 Tragedi Yangko Kacang



Pada saat berlangsung Festival Jajanan Bango 2008 di Surabaya 
<http://mediacare-tagging.jiglu.com/tags/topics/di-surabaya!overlay>  pada 10 
Mei lalu, hadir pula Fajar Handika, Bangomania asal Jogja. Ia menginap bersama 
rombongan Bangomania dari Jakarta di Hotel Garden Palace.

Tak lupa ia menenteng oleh-oleh khas Jogja dalam kemasan khusus. Entah apa 
isinya. Menurut rencana, ia akan berbagi kuliner dengan Bangomania lainnya di 
ajang FJB. Kalau ada yang mau beli, silakan.

Sabtu pagi, Raka dan Raki Surabaya mampir ke hotel, ikut sarapan pagi sembari 
briefing. Menyusul Manda "Si Jago Makan" juga nongol, menawarkan diri untuk 
beli jajanan pasar buat konsumsi media briefing. Ditawari sarapan nggak mau, 
ditawari minum ogah, katanya sudah kenyang (mungkin dia puasa seminggu lamanya 
khusus buat menyambut FJB, siapa tahu?)
Akhirnya, Manda cabut ke toko kue Bikang ditemani Ferry.

Usai ngobrol kesana-kemari sembari merokok dan ngopi, akhirnya kami 
berkemas-kemas untuk berangkat menuju Stadion Brawijaya. Berbagai macam barang 
kami bawa, karena kalau sampai ada yang tertinggal bisa kacau acara.

Setiba di lokasi, Andy (nama panggilan Fajar Handika) baru sadar kalau 
oleh-oleh yang ia tenteng dari Jogja tertinggal di coffee shop. Hebohlah ia. 
Berkali-kali ia menelepon ke hotel untuk menanyakan tentengannya yang 
tertinggal. Pihak hotel belum berhasil menemukannya.
Ia nampak kecewa.

Karena acara akan dimulai dan kami sibuk untuk mempersiapkan Tenda Media, salah 
satu dari kami tak bisa mengantarnya untuk kembali ke hotel. Gegap gempita dan 
ramainya suasana FJB, membuat Andy melupakan sejenak soal paket oleh-olehnya 
itu. Ia rupanya cukup sibuk berburu kuliner.

Pada pukul 3 siang, barulah kami kembali ke hotel. Setiba di hotel, Andy 
langsung berjalan menuju coffee shop. Setelah bertanya kesana-kemari, dos itu 
akhirnya ditemukan. Legalah ia.
Daripada dibawa pulang kembali ke Jogja, dos berisi oleh-oleh diberikan kepada 
saya (padahal saya yang minta...hehehehehehe...).

Esok harinya saya buka dos tersebut. Wow, ternyata isinya beraneka ragam. Ada 
Yangko Kacang, Bakpia Pathok, Kumbu, dan Ampyang. Wah semua serba manis 
tentunya. Saya lalu kepikiran untuk mengirimkan Ampyang ke Oom Naratama di 
States. Tapi setelah dipikir-pikir ongkos kirimnya kok mahal. Ya batal 
sudah....dan Ampyang yang bernasib malang itu pindah ke perut teman-teman.

Berikut saya ketikkan dari dos kemasan Yangko Kacang: 
_______________________________

Yangko Kacang
Makanan khas Kota Gede, Yogyakarta (DIY)

Cocok untuk oleh-oleh 
<http://mediacare-tagging.jiglu.com/tags/topics/cocok-untuk-oleholeh!overlay> . 
Harum, manis, lezat.

Terbuat dari beras ketan, gula, dan kacang tanah.



Yangko Kacang Merk SML
Penyalur resmi Toko Bakpia Pathok 25
Jl. AIP II KS Tubun No 65,
Yogyakarta

Telp: (0274) 512-219

P. IRT No 306347101015Sphere: Related Content 
<http://www.sphere.com/search?q=sphereit:http://kecap-bango.blogspot.com/2008/05/yangko-kacang-khas-kota-gede-yogyakarta.html>
 


di 1:54 AM 
<http://kecap-bango.blogspot.com/2008/05/yangko-kacang-khas-kota-gede-yogyakarta.html>
  0 komentar 
<http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1386765629325794664&amp;postID=6582550171382479835&amp;isPopup=true>
   
<http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=1386765629325794664&amp;postID=6582550171382479835>
    
<http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=1386765629325794664&amp;postID=6582550171382479835>
  Link ke posting ini 
<http://kecap-bango.blogspot.com/2008/05/yangko-kacang-khas-kota-gede-yogyakarta.html#links>
 
Label: yangko kacang <http://kecap-bango.blogspot.com/search/label/yangko 
kacang> 






                                                                        
------------------------------------

http://kecap-bango.blogspot.comYahoo! Groups Links



Kirim email ke