Hi.. aku di add beberapa waktu yang lalu, makasih moderator.. tapi belum 
sempat kenalan..
maaf yah...

denger soal es krim jadi ngiler nih...
mas Andy... namanya zanggrandi bukan yah?

Surabaya bagi aku mempunyai es krim yang rasanya beda dari jakarta.
sejak kecil, kebetulan kakekku tinggal disana, aku udah kenalan sama es 
krim legendaris itu.
Uenaaak buanget...
Seringnya sih aku ga ke kedai nya yang di deket bioskop itu.. tapi kalau 
ke tunjungan plaza pasti mampir ke kedainya.
selain es krim, juga jual risoles..

tapi berhubung deket rumah ada yang jual es krim yang uenak juga... 
namanya eskimo jadi udah jarang ke zanggrandi itu.. rasanya juga mirip 
kok..
mm.. bentuk es krim kotak balok ukuran +-10 x 8 dan dilapisi plastik yang 
original, sekarang bentuknya macam2..
begitu plastik dibuka, langsung tercium harum rum nya.. apalagi yang rasa 
vanilla... yummyy...
Yang paling aku suka adalah es krim 4 rasa (vanilla, stoberi, coklat, 
mocca), ga dicampur tapi dalam bentuk layer.
ada juga yang ditengah2nya pake serpihan kacang.. yummy..
sekarang bukan hanya es krim rasa klasik or tutty frutty yang dijual tapi 
juga es puter kacang hijau, ketan hitam, dll...

Dulu neneku selalu stok es krim 4 rasa itu yang dijual dalam wadah bulat 
besar diameter ukuran 20an cm.
semacam ice cake dengan topping ceri kalo ga salah.. sekarang juga masih 
ada kok..

Setiap kali aku ke surabaya atau ada famili yang ke surabaya atau ke 
jakarta, selalu aku titip es krim itu.
Bisa dibawa ke jakarta lho baik melalui pesawat ataupun kereta yang nota 
bene 9 jam!
Es krim itu ditaruh di wadah steroform dan dikasih dry ice, jadi ga 
meleleh..
Sebenernya bahaya sih bawa dry ice ke dalam kabin, makanya sekarang lagi 
bingung bagaimana bawanya..

Oh ya, kalo ga salah alamat eskimo itu ada di Jl. Diponegoro dan di Jl. 
Embong....
Biasanya kalo pesawat pagi, aku pesan by phone n dateng ke tokonya pagi2 
sekitar jam 6-an khusus untuk ambil.
Sudah di wrap oleh mereka...

Duh... jadi pengen...
sayang di jakarta ga ada yang jual...

salam, pre





Fajar Handika <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
05/30/2008 11:18 AM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
Re: [bango-mania] Tragedi Yangko Kacang - the spin off (Oldies Ice Cream 
Store)






Wah,

Jebul saya 'dirasani' to.. 

Sedikit cerita tentang hotel Garden Palace ini, di dekatnya ada kedai ice 
cream. Namanya adalah... (aduh, lupa!) Mungkin mas Radityo masih ingat, 
karena beliau yang mengajak saya kesitu. Ada satu lagi yang ikut bernama 
Mbak Sari, yaitu rekan satu team mas Radityo dari Jakarta.

Nah, menurut penjelasan Radityo, tokoh kita satu ini, kedai ice cream ini 
berdiri sejak jaman belanda. Begitu duduk di kursinya yang berwarna merah, 
terjadi percakapan berikut:

Saya (A):  "Mas radit, ini kan berdiri dari jaman belanda. Kalo orang 
jaman dulu itu bikin ice cream caranya gimana ya?"
Radityo (R):  "Diputer gitu, sama kayak cara bikin es puter. Jadi bahan 
ice creamnya ditaroh di tengah trus digenjot, sama kayak yang jualan es 
puter itu lho"
A : "Trus kok bisa jadi dingin?"
Sari (S) : "Ya tetep pake es balok.."
R : "Iya betul, tetep pake es balok biar ice creamnya jadi dingin"

Tiba tiba ada seorang kakek datang, berumur (pastinya) lebih dari 80 
tahun, dengan dandanan dandy (pada masanya) dan tongkat, mengingatkan saya 
pada sosok milioner dalam film Jurassic Park (dia yang punya Park-nya)

R: "Nah, itu tuh yang punya kedai ini.."
A: "Masak sih mas? Emang mas radit kenal?"
R: "Iya bener, tuh kan udah tua banget.."
S: "Ah mas Radit nih, sotoy banget sih!"

Pesanan saya, ice cream dengan topping rum datang (duh, namanya apa ya?), 
dianterin oleh waitress nya.

R: "Makasih ya mbak.., Eh mbak, itu yang punya sini kan yah?"
Waitress: "Yang mana pak?"
R: "Itu tuh, yang pake tongkat"
W: "Ah bukan pak."
R: "Masak sih mbak, trus itu siapa?" (kekeuh+ngeyel euy!)
W: "Ya itu cuman tamu langgganan kita aja"
S: "Tuuu kannn, dasar Sotoy" (sok tau, red.)
A: ".................."

Nah, kami bertiga mulai mencicipi ice creamnya, nyem nyem.. enuak..
Tapi..
Duh! Rum nya kenceng banget yak!
Gile ini ice cream, makan kebanyakan bisa tinggi nih!

A: "Mas radit, sekarang bikin ice creamnya gimana yah? Kayaknya aku lihat 
udah ada ice cream modern model Wall's di belakang tuh.."
R: "Ya sekarang udah modern lah pasti, udah pake ice cream maker"
A: "Trus jaman dulu itu, kan tadi katanya digenjot macam es puter, 
pendinginnya pake es balok. Lha bikin es baloknya gimana?"
R: "........."
S: ".........."

Mereka menatap sebal kepada saya, seakan mau bilang: "Crewet amat sih!"

Hahahaha...
Nah, sampai sekarang yang jadi pertanyaan saya adalah, Di jaman dulu, 
sebelum ada listrik, bagaimanakah membuat es?"

Adakah miliser yang bisa menjawabnya?

Regards,
Andy.

On May 29, 2008, at 4:44 PM, mediacare wrote:

Tragedi Yangko Kacang
Pada saat berlangsung Festival Jajanan Bango 2008 di Surabaya pada 10 Mei 
lalu, hadir pula Fajar Handika, Bangomania asal Jogja. Ia menginap bersama 
rombongan Bangomania dari Jakarta di Hotel Garden Palace.

Tak lupa ia menenteng oleh-oleh khas Jogja dalam kemasan khusus. Entah apa 
isinya. Menurut rencana, ia akan berbagi kuliner dengan Bangomania lainnya 
di ajang FJB. Kalau ada yang mau beli, silakan.

Sabtu pagi, Raka dan Raki Surabaya mampir ke hotel, ikut sarapan pagi 
sembari briefing. Menyusul Manda "Si Jago Makan" juga nongol, menawarkan 
diri untuk beli jajanan pasar buat konsumsi media briefing. Ditawari 
sarapan nggak mau, ditawari minum ogah, katanya sudah kenyang (mungkin dia 
puasa seminggu lamanya khusus buat menyambut FJB, siapa tahu?)
Akhirnya, Manda cabut ke toko kue Bikang ditemani Ferry.

Usai ngobrol kesana-kemari sembari merokok dan ngopi, akhirnya kami 
berkemas-kemas untuk berangkat menuju Stadion Brawijaya. Berbagai macam 
barang kami bawa, karena kalau sampai ada yang tertinggal bisa kacau 
acara.

Setiba di lokasi, Andy (nama panggilan Fajar Handika) baru sadar kalau 
oleh-oleh yang ia tenteng dari Jogja tertinggal di coffee shop. Hebohlah 
ia. Berkali-kali ia menelepon ke hotel untuk menanyakan tentengannya yang 
tertinggal. Pihak hotel belum berhasil menemukannya.
Ia nampak kecewa.

Karena acara akan dimulai dan kami sibuk untuk mempersiapkan Tenda Media, 
salah satu dari kami tak bisa mengantarnya untuk kembali ke hotel. Gegap 
gempita dan ramainya suasana FJB, membuat Andy melupakan sejenak soal 
paket oleh-olehnya itu. Ia rupanya cukup sibuk berburu kuliner.

Pada pukul 3 siang, barulah kami kembali ke hotel. Setiba di hotel, Andy 
langsung berjalan menuju coffee shop. Setelah bertanya kesana-kemari, dos 
itu akhirnya ditemukan. Legalah ia.
Daripada dibawa pulang kembali ke Jogja, dos berisi oleh-oleh diberikan 
kepada saya (padahal saya yang minta...hehehehehehe...).

Esok harinya saya buka dos tersebut. Wow, ternyata isinya beraneka ragam. 
Ada Yangko Kacang, Bakpia Pathok, Kumbu, dan Ampyang. Wah semua serba 
manis tentunya. Saya lalu kepikiran untuk mengirimkan Ampyang ke Oom 
Naratama di States. Tapi setelah dipikir-pikir ongkos kirimnya kok mahal. 
Ya batal sudah....dan Ampyang yang bernasib malang itu pindah ke perut 
teman-teman.

Berikut saya ketikkan dari dos kemasan Yangko Kacang: 
_______________________________

Yangko Kacang
Makanan khas Kota Gede, Yogyakarta (DIY)

Cocok untuk oleh-oleh. Harum, manis, lezat.

Terbuat dari beras ketan, gula, dan kacang tanah.



Yangko Kacang Merk SML
Penyalur resmi Toko Bakpia Pathok 25
Jl. AIP II KS Tubun No 65,
Yogyakarta

Telp: (0274) 512-219

P. IRT No 306347101015
Sphere: Related Content
di 1:54 AM 0 komentar    Link ke posting ini
Label: yangko kacang




 

-------------------------------------------------------------------- 
This message contains confidential information and is intended only for 
the addressee named. If you are not the named addressee (or authorised to 
receive for the addressee), you must not disseminate, distribute or copy 
this email.Please notify the sender immediately by e-mail if you have 
received this e-mail by mistake and delete this e-mail from your system

Kirim email ke