Permisi....aku mo ikutan yaaaa
ad yang suka makan nasi bebek gak ya?
kalo ada yang suka makan nasi bebek, didaerah kelender jakarta timur
itu ada penjual nasi bebek yang lumayan enak deh..harga gak mahal seporsi
cuma 7ribuan tapi rasanya hemmmmm puedesssnya maknyussss
yang mo coba dateng aja deh, tempatnya sih gak bagus cuma warung biasa
tapi yang ngantri wehhhh...liat sendiri dehhh
untuk semua selamat mencoba yaaaa

  ----- Original Message ----- 
  From: manda prayogo 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, June 02, 2008 6:02 PM
  Subject: [bango-mania] Model Galian Kendor


  aduhhhh...isin aku. Ampun Mas Radit *berlutut

  mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

    Catatan si Jago Makan: Tuntutan Profesi atau Perut? 
    Hampir tiap hari makan bakso. Ini seperti sudah menjadi ritual wajib. 
Setelah bakso baru bebek. Meski tak separah bakso, menu yang satu ini cukup 
membuatnya tak bisa berpaling. Paling tidak seminggu sekali. Lalu Mi Ayam, Soto 
Madura, Sate Kelapa, Rawon Setan, Pecel, dan mungkin masih banyak yang lain.

    Dalam sehari bisa makan sampai 6 kali. �Eh, nggak ding, kadang ampe 7,� 
ia meralatnya. Belum sempat saya menuntaskan keheranan saya, ia menambahkan 
�Jangan salah, ada ngemil-nya juga. Bakso, Pangsit, Siomay, Rujak� Ya 
ampun�.bener-bener doyan makan ini orang!!!

    Namanya Manda Roosa. Tapi lebih dikenal dengan panggilan �Mendol�. 
Lengkapnya La Mendol. Sekilas nama ini seperti diambil dari bahasa Italia. Tapi 
sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali. Penjelasan lebih detailnya di 
sini.

    �Nama Mendol adalah nama pemberian Mbah Kakung saya. Ini nama panggilan 
di keluarga dan saudara-saudara. Nama Mendol, merujuk pada makanan khas dari 
olahan tempe bosok, yang bentuknya padat seperti pembawaan saya,� jelasnya.

    Baiklah, untuk lebih mengakrabkan, saya akan panggil pemilik blog 
jagomakan.blogspot.com ini dengan nama Mendol. Isi blognya apalagi kalau bukan 
soal makan, urusan yang tak jauh dari perut. Ada Puding, Nasi Goreng, Donat, 
Durian, Pecel, Bakso Bakar, Pecel Terong, dan masih banyak menu-menu lainnya.

    Sepertinya ibu satu anak ini doyan banyak jenis makanan. Setelah saya 
desak, ia membeberkan makanan yang menjadi pantangannya. Ada dua jenis makanan 
yang membuatnya bergidik, yaitu jika dia disuguhi Udang dan Lobster. Ada apa 
gerangan?

    �Soal yang tidak suka, ini bukan masalah selera. Tapi saya punya alergi 
sama yang namanya udang dan lobster,� jawabnya memberi alasan.

    �Wueh..kalau ada acara food taster, teman wartawan suka ngerjain saya 
dengan memesan menu ini. Dan mereka tertawa puas, ketika saya cuman bisa ngiler 
ngeliatin,� tambahnya.

    Manda adalah seorang jurnalis, spesialis menulis masalah kuliner. Ia 
bekerja untuk Majalah East Java Traveler dan Majalah Surabaya City Guide, dua 
unit usaha dari Mossaik Communications yang berada di bawah manajemen Suara 
Surabaya Media. 

    Jelas saja pengalaman dan pengetahuannya soal dunia kuliner ini sudah tak 
diragukan lagi. Bagaimana tidak, selain memang sebagai jurnalis kuliner, sudah 
jauh hari, atau istilah arek Surabaya, �sudah dari sono�-nya ia punya 
kegemaran mencicipi makanan-makanan enak.

    �Blog ini sebenarnya merupakan behind the scene, dari liputan saya. Di 
sini bisa dilihat perjuangan saya bangun pagi-pagi untuk nongkrongin penjual 
sate kelapa. Atau cerita,di mana saya terpaksa menelan bulat-bulat makanan yang 
pedas, sekedar membahagiakan si pemiliknya. Atau sekedar berbagi informasi 
bagaimana nasib akhir sebuah donat yang sudah tidak laku. Semuanya adalah 
cerita-cerita yang tidak mungkin saya ungkap di majalah karena lebih ke 
pengalaman personal,� jelasnya tentang ihwal pembuatan blognya yang rame 
dikunjungi para blogger itu.

    Sejak awal Manda memfokuskan blognya hanya menceritakan masalah kuliner. 
Dia mengangankan blognya ini kelak bisa menjadi rujukan bagi siapa saja yang 
ingin sharing atau mencari informasi tentang pusaka kuliner di nusantara dan 
sekaligus untuk turut melestarikan makanan khas daerah.

    Usahanya mengasuh blog kuliner itu telah membuahkan hasil. Bulan Mei lalu, 
Manda dinobatkan sebagai maskot Partai Komunitas Bango Mania (KoBaMa), yang 
simpatisannya direkrut dari kalangan yang doyan jajan. Selamat ya, siapa tahu 
jika kelak partai ini bisa maju dalam pemilu mendatang, Manda bisa diusulkan 
menjadi Menteri Urusan Pangan!

    Berkah lainnya, Manda pernah diundang oleh salah seorang pemilik resto yang 
membaca blognya. Ia diundang untuk mencicipi dan makan gratis, sebagai 
imbalannya, ia punya kewajiban moral untuk menulis laporannya di blog.

    �Itulah kenapa saya menulis di profile saya. Kuli tinta yang menemukan 
surga dunia di dalam pekerjaannya sebagai jurmalis kuliner. Hampir setiap 
datang liputan, saya selalu disuguhi makanan yang ujung-ujungnya gratis bahkan 
dibawakan oleh-oleh. Yang exciting, saya pernah makan steak yang harganya 
setengah juta� Gratisss. Pernah dibungkusin 12 bungkus pecel, karena 
penjualnya suka sekali diliput. Satu besek besar jenang dodol, bahkan sampai 
pernah keracunan cokelat gara-gara saya habisin sendiri dua kotak besar 
cokelat. Tapi nggak bakal kapok kok....hehehe�.

    Jika banyak orang yang menjalani profesi karena tuntutan kebutuhan, lain 
halnya dengan Manda. Ia mendapatkan profesi yang klop dengan hobi. Makanya ia 
kerap memesan menu tambahan di luar jatahnya sebagai taster. Manda masih 
berbaik hati, oleh-olehnya hasil perburuannya sebagian ia bagi-bagikan ke 
rekan-rekan kerjanya di kantor.

    Namun karena kegemaran makan bukan hanya berlaku ketika dia menjalankan 
tugasnya sebagai jurnalis kuliner, tapi juga dalam kehidupannya sehari-hari, 
diakuinya sebagian gaji habis untuk urusan yang satu ini. Kalau sudah begini, 
apakah ini layak disebut berkah atau musibah. Entahlah, toh suaminya tak 
terganggu akan porsi makan istrinya yang berlebih, bahkan sebagian gajinya yang 
dihabiskannya untuk kesenangannya itu.

    Di luar kesibukannya sebagai jurnalis kuliner dan mengurus keluarga, tak 
disangka ia masih sempat menjadi pengajar di sebuah sekolah modeling. Haaa? 
Bagaimana ceritanya, apa dia pernah menjadi model?

    �Iya, Model Galian endor, puass!!!,� jawabnya seperti meniru Tukul yang 
tengah membalas olok-olok dari audiens. Bukan ia membela, tapi malah 
mempertegas olokan itu.

    �Ngajar dan kuliner memang punya persamaan. Sama-sama urusan perut.,� 
jawabnya penuh canda.

    Ternyata ujung-ujungnya perut juga. Dasar si Jago Makan! 
    Posted by udin at 12:57 PM    
    Friday, May 09, 2008

    Labels: Resensi 
    0 comments: 
    Post a Comment 
    Links to this post
    Create a Link 
    Newer Post Older Post Home 
    Subscribe to: Post Comments (Atom) 

    Blog: UDIN

     



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG. 
  Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.24.4/1477 - Release Date: 6/1/2008 
5:28 PM

Kirim email ke