good morning all
aku punya info nasi bebek yang kemarin
namanya : NASI BEBEK MA'ISA
bukanya : 6.30 wib dah ada
ada di : Jl.Raya Bekasi Timur, Kelender
- Cipinang Kebembem(DKN)...cabang
Seporsi : Rp. 8,000,-
No telp. 081311513935
Selamat mencari tempatnya dan mencoba rasanya ya....
----- Original Message -----
From: andri utomo
To: [email protected]
Sent: Tuesday, June 03, 2008 9:22 AM
Subject: Re: Bls: [bango-mania] Nasi Bebek
iya nih,bukanya jam brapa? trus harga perporsinya brapa?
thx b4
----- Original Message ----
From: wigati anandani <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, June 3, 2008 8:35:01 AM
Subject: Bls: [bango-mania] Nasi Bebek
ikutan dong...
pernah denger sih kalo ada nasi bebek enak di sekitar klender sana.
alamat tepat nya mau dong...
kepengen buru2 nyobain....
greenies_TO563
--- Pada Sel, 3/6/08, [EMAIL PROTECTED] p.com <[EMAIL PROTECTED] p.com>
menulis:
Dari: [EMAIL PROTECTED] p.com <[EMAIL PROTECTED] p.com>
Topik: [bango-mania] Nasi Bebek
Kepada: bango-mania@ yahoogroups. com
Tanggal: Selasa, 3 Juni, 2008, 7:51 AM
Permisi....aku mo ikutan yaaaa
ad yang suka makan nasi bebek gak ya?
kalo ada yang suka makan nasi bebek, didaerah kelender jakarta timur
itu ada penjual nasi bebek yang lumayan enak deh..harga gak mahal
seporsi
cuma 7ribuan tapi rasanya hemmmmm puedesssnya maknyussss
yang mo coba dateng aja deh, tempatnya sih gak bagus cuma warung biasa
tapi yang ngantri wehhhh...liat sendiri dehhh
untuk semua selamat mencoba yaaaa
----- Original Message -----
From: manda prayogo
To: bango-mania@ yahoogroups. com
Sent: Monday, June 02, 2008 6:02 PM
Subject: [bango-mania] Model Galian Kendor
aduhhhh...isin aku. Ampun Mas Radit *berlutut
mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id> wrote:
Catatan si Jago Makan: Tuntutan Profesi atau Perut?
Hampir tiap hari makan bakso. Ini seperti sudah menjadi ritual
wajib. Setelah bakso baru bebek. Meski tak separah bakso, menu yang satu ini
cukup membuatnya tak bisa berpaling. Paling tidak seminggu sekali. Lalu Mi
Ayam, Soto Madura, Sate Kelapa, Rawon Setan, Pecel, dan mungkin masih banyak
yang lain.
Dalam sehari bisa makan sampai 6 kali. �Eh, nggak ding, kadang
ampe 7,� ia meralatnya. Belum sempat saya menuntaskan keheranan saya, ia
menambahkan �Jangan salah, ada ngemil-nya juga. Bakso, Pangsit, Siomay,
Rujak� Ya ampun�.bener- bener doyan makan ini orang!!!
Namanya Manda Roosa. Tapi lebih dikenal dengan panggilan
�Mendol�. Lengkapnya La Mendol. Sekilas nama ini seperti diambil dari
bahasa Italia. Tapi sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali. Penjelasan
lebih detailnya di sini.
�Nama Mendol adalah nama pemberian Mbah Kakung saya. Ini nama
panggilan di keluarga dan saudara-saudara. Nama Mendol, merujuk pada makanan
khas dari olahan tempe bosok, yang bentuknya padat seperti pembawaan saya,�
jelasnya.
Baiklah, untuk lebih mengakrabkan, saya akan panggil pemilik blog
jagomakan.blogspot. com ini dengan nama Mendol. Isi blognya apalagi kalau bukan
soal makan, urusan yang tak jauh dari perut. Ada Puding, Nasi Goreng, Donat,
Durian, Pecel, Bakso Bakar, Pecel Terong, dan masih banyak menu-menu lainnya.
Sepertinya ibu satu anak ini doyan banyak jenis makanan. Setelah
saya desak, ia membeberkan makanan yang menjadi pantangannya. Ada dua jenis
makanan yang membuatnya bergidik, yaitu jika dia disuguhi Udang dan Lobster.
Ada apa gerangan?
�Soal yang tidak suka, ini bukan masalah selera. Tapi saya
punya alergi sama yang namanya udang dan lobster,� jawabnya memberi alasan.
�Wueh..kalau ada acara food taster, teman wartawan suka
ngerjain saya dengan memesan menu ini. Dan mereka tertawa puas, ketika saya
cuman bisa ngiler ngeliatin,� tambahnya.
Manda adalah seorang jurnalis, spesialis menulis masalah kuliner.
Ia bekerja untuk Majalah East Java Traveler dan Majalah Surabaya City Guide,
dua unit usaha dari Mossaik Communications yang berada di bawah manajemen Suara
Surabaya Media.
Jelas saja pengalaman dan pengetahuannya soal dunia kuliner ini
sudah tak diragukan lagi. Bagaimana tidak, selain memang sebagai jurnalis
kuliner, sudah jauh hari, atau istilah arek Surabaya , �sudah dari
sono�-nya ia punya kegemaran mencicipi makanan-makanan enak.
�Blog ini sebenarnya merupakan behind the scene, dari liputan
saya. Di sini bisa dilihat perjuangan saya bangun pagi-pagi untuk nongkrongin
penjual sate kelapa. Atau cerita,di mana saya terpaksa menelan bulat-bulat
makanan yang pedas, sekedar membahagiakan si pemiliknya. Atau sekedar berbagi
informasi bagaimana nasib akhir sebuah donat yang sudah tidak laku. Semuanya
adalah cerita-cerita yang tidak mungkin saya ungkap di majalah karena lebih ke
pengalaman personal,� jelasnya tentang ihwal pembuatan blognya yang rame
dikunjungi para blogger itu.
Sejak awal Manda memfokuskan blognya hanya menceritakan masalah
kuliner. Dia mengangankan blognya ini kelak bisa menjadi rujukan bagi siapa
saja yang ingin sharing atau mencari informasi tentang pusaka kuliner di
nusantara dan sekaligus untuk turut melestarikan makanan khas daerah.
Usahanya mengasuh blog kuliner itu telah membuahkan hasil. Bulan
Mei lalu, Manda dinobatkan sebagai maskot Partai Komunitas Bango Mania
(KoBaMa), yang simpatisannya direkrut dari kalangan yang doyan jajan. Selamat
ya, siapa tahu jika kelak partai ini bisa maju dalam pemilu mendatang, Manda
bisa diusulkan menjadi Menteri Urusan Pangan!
Berkah lainnya, Manda pernah diundang oleh salah seorang pemilik
resto yang membaca blognya. Ia diundang untuk mencicipi dan makan gratis,
sebagai imbalannya, ia punya kewajiban moral untuk menulis laporannya di blog.
�Itulah kenapa saya menulis di profile saya. Kuli tinta yang
menemukan surga dunia di dalam pekerjaannya sebagai jurmalis kuliner. Hampir
setiap datang liputan, saya selalu disuguhi makanan yang ujung-ujungnya gratis
bahkan dibawakan oleh-oleh. Yang exciting, saya pernah makan steak yang
harganya setengah juta� Gratisss. Pernah dibungkusin 12 bungkus pecel, karena
penjualnya suka sekali diliput. Satu besek besar jenang dodol, bahkan sampai
pernah keracunan cokelat gara-gara saya habisin sendiri dua kotak besar
cokelat. Tapi nggak bakal kapok kok....hehehe� .
Jika banyak orang yang menjalani profesi karena tuntutan
kebutuhan, lain halnya dengan Manda. Ia mendapatkan profesi yang klop dengan
hobi. Makanya ia kerap memesan menu tambahan di luar jatahnya sebagai taster.
Manda masih berbaik hati, oleh-olehnya hasil perburuannya sebagian ia
bagi-bagikan ke rekan-rekan kerjanya di kantor.
Namun karena kegemaran makan bukan hanya berlaku ketika dia
menjalankan tugasnya sebagai jurnalis kuliner, tapi juga dalam kehidupannya
sehari-hari, diakuinya sebagian gaji habis untuk urusan yang satu ini. Kalau
sudah begini, apakah ini layak disebut berkah atau musibah. Entahlah, toh
suaminya tak terganggu akan porsi makan istrinya yang berlebih, bahkan sebagian
gajinya yang dihabiskannya untuk kesenangannya itu.
Di luar kesibukannya sebagai jurnalis kuliner dan mengurus
keluarga, tak disangka ia masih sempat menjadi pengajar di sebuah sekolah
modeling. Haaa? Bagaimana ceritanya, apa dia pernah menjadi model?
�Iya, Model Galian endor, puass!!!,� jawabnya seperti meniru
Tukul yang tengah membalas olok-olok dari audiens. Bukan ia membela, tapi malah
mempertegas olokan itu.
�Ngajar dan kuliner memang punya persamaan. Sama-sama urusan
perut.,� jawabnya penuh canda.
Ternyata ujung-ujungnya perut juga. Dasar si Jago Makan!
Posted by udin at 12:57 PM
Friday, May 09, 2008
Labels: Resensi
0 comments:
Post a Comment
Links to this post
Create a Link
Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)
Blog: UDIN
--------------------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.24.4/1477 - Release Date:
6/1/2008 5:28 PM
------------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
------------------------------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.24.5/1479 - Release Date: 6/2/2008
7:02 PM