ada yang tahu di bandung di mana yaaaa?


Ratna Januarita

Cells: 022 7034 3669 (flexi); 0812 2001 201 (halo)
AH T/F: 022 756 5586
Web-blogs:
http://ratnajanuarita.multiply.com
http://rahmaaliyya.multiply.com
http://muttiinstitute.multiply.com


--- On Wed, 4/6/08, Ari Cahyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Ari Cahyo <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [bango-mania] TEMPAT MAKAN UNTUK VEGETARIAN
To: [email protected]
Date: Wednesday, 4 June, 2008, 9:27 AM










    
            


Di Gading Food City ada,mba' namanya Tehe letaknya 
disamping Mal Kelapa Gading
 
 

  ----- Original Message ----- 
  From: 
  Anni Viriani S 
  
  To: bango-mania@ yahoogroups. com 
  
  Sent: Tuesday, June 03, 2008 11:29 
  AM
  Subject: Re: [bango-mania] TEMPAT MAKAN 
  UNTUK VEGETARIAN
  

  
  
  
    
    
      halo semua...

ada yang tau ga 
        tempat makan untuk vegetarian kayak gw??  kalau ada tolong di 
        referensi donk

tenkyuuuu


mod: mungkin 
        perlu diberi tahu minta info tempat makannya di kota mana, apakah di 
        Jakarta? Bandung? Timbuktu?

--- On Mon, 6/2/08, haniatul 
        musliha <hantool_hani@ yahoo.com> 
        wrote:

        From: 
          haniatul musliha <hantool_hani@ yahoo.com>
Subject: 
          Re: [bango-mania] Nasi Bebek
To: 
          bango-mania@ yahoogroups. com
Date: Monday, June 2, 2008, 
          6:42 PM


          
          
          
          
          klendernya sebelah mana mas Chris?
          di bekasi jg ada, namanya nasi bebek Bu ella, tepatnya di 
          Pekayon. Rame bener, pdhl tmptnya gitu doang, tp masakannya 
enak, 
          bebek bgt deh.....
          


          ----- 
          Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED] up.com" 
          <[EMAIL PROTECTED] p.com>
To: bango-mania@ yahoogroups. 
          com
Sent: Tuesday, June 3, 2008 7:51:06 AM
Subject: 
          [bango-mania] Nasi Bebek


          
          
          Permisi....aku mo ikutan 
          yaaaa
          ad yang suka makan nasi bebek gak 
          ya?
          kalo ada yang suka makan nasi bebek, 
          didaerah kelender jakarta timur
          itu ada penjual nasi bebek yang lumayan 
          enak deh..harga gak mahal seporsi
          cuma 7ribuan tapi rasanya hemmmmm 
          puedesssnya maknyussss
          yang mo coba dateng aja deh, tempatnya 
          sih gak bagus cuma warung biasa
          tapi yang ngantri wehhhh...liat sendiri 
          dehhh
          untuk semua selamat mencoba 
          yaaaa
           
          
            ----- 
            Original Message ----- 
            From: 
            manda prayogo 
            To: 
            bango-mania@ yahoogroups. com 
            Sent: 
            Monday, June 02, 2008 6:02 PM
            Subject: 
            [bango-mania] Model Galian Kendor
            

            
            aduhhhh...isin aku. Ampun Mas Radit 
            *berlutut

mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id> wrote: 
            
              
              
              
              
              
              
              
              
              
              Catatan si Jago Makan: Tuntutan Profesi 
              atau Perut? 
              
              
              Hampir tiap hari makan bakso. Ini seperti sudah 
              menjadi ritual wajib. Setelah bakso baru bebek. Meski tak separah 
              bakso, menu yang satu ini cukup membuatnya tak bisa berpaling. 
              Paling tidak seminggu sekali. Lalu Mi Ayam, Soto Madura, Sate 
              Kelapa, Rawon Setan, Pecel, dan mungkin masih banyak yang 
              lain.

              
              Dalam sehari bisa makan sampai 6 kali. 
              �Eh, nggak ding, kadang ampe 7,� ia meralatnya. Belum 
              sempat saya menuntaskan keheranan saya, ia menambahkan �Jangan 
              salah, ada ngemil-nya juga. Bakso, Pangsit, Siomay, 
              Rujak� Ya ampun�.bener- bener doyan makan ini 
              orang!!!

              Namanya Manda Roosa. Tapi lebih dikenal 
              dengan panggilan �Mendol�. Lengkapnya La Mendol. Sekilas nama 
              ini seperti diambil dari bahasa Italia. Tapi sebenarnya tidak ada 
              hubungannya sama sekali. Penjelasan lebih detailnya di sini.

              �Nama Mendol adalah nama pemberian Mbah 
              Kakung saya. Ini nama panggilan di keluarga dan saudara-saudara. 
              Nama Mendol, merujuk pada makanan khas dari olahan tempe bosok, 
              yang bentuknya padat seperti pembawaan saya,� 
              jelasnya.

              Baiklah, untuk lebih mengakrabkan, saya akan 
              panggil pemilik blog jagomakan.blogspot. com ini dengan 
              nama Mendol. Isi blognya apalagi kalau bukan soal makan, urusan 
              yang tak jauh dari perut. Ada Puding, Nasi Goreng, Donat, Durian, 
              Pecel, Bakso Bakar, Pecel Terong, dan masih banyak menu-menu 
              lainnya.

              Sepertinya ibu satu anak ini doyan banyak 
              jenis makanan. Setelah saya desak, ia membeberkan makanan yang 
              menjadi pantangannya. Ada dua jenis makanan yang membuatnya 
              bergidik, yaitu jika dia disuguhi Udang dan Lobster. Ada apa 
              gerangan?

              �Soal yang tidak suka, ini bukan masalah 
              selera. Tapi saya punya alergi sama yang namanya udang dan 
              lobster,� jawabnya memberi alasan.

              �Wueh..kalau ada acara food taster, 
              teman wartawan suka ngerjain saya dengan memesan menu ini. 
              Dan mereka tertawa puas, ketika saya cuman bisa ngiler 
              ngeliatin,� tambahnya.

              Manda adalah seorang jurnalis, spesialis 
              menulis masalah kuliner. Ia bekerja untuk Majalah East Java 
Traveler dan Majalah 
              Surabaya City Guide, dua 
              unit usaha dari Mossaik Communications yang berada di bawah 
              manajemen Suara Surabaya Media. 

              Jelas saja pengalaman dan pengetahuannya soal 
              dunia kuliner ini sudah tak diragukan lagi. Bagaimana tidak, 
              selain memang sebagai jurnalis kuliner, sudah jauh hari, atau 
              istilah arek Surabaya , �sudah dari sono�-nya ia punya 
              kegemaran mencicipi makanan-makanan enak.

              �Blog ini sebenarnya merupakan behind 
              the scene, dari liputan saya. Di sini bisa dilihat perjuangan 
              saya bangun pagi-pagi untuk nongkrongin penjual sate kelapa. Atau 
              cerita,di mana saya terpaksa menelan 
              bulat-bulat makanan yang pedas, sekedar membahagiakan si 
              pemiliknya. Atau sekedar berbagi informasi bagaimana nasib 
              akhir sebuah donat yang sudah tidak laku. Semuanya 
              adalah cerita-cerita yang tidak mungkin saya ungkap di majalah 
              karena lebih ke pengalaman personal,� jelasnya tentang ihwal 
              pembuatan blognya yang rame dikunjungi para blogger 
              itu.

Sejak awal Manda memfokuskan blognya hanya 
              menceritakan masalah kuliner. Dia mengangankan blognya ini kelak 
              bisa menjadi rujukan bagi siapa saja yang ingin sharing 
              atau mencari informasi tentang pusaka kuliner di nusantara dan 
              sekaligus untuk turut melestarikan makanan khas 
              daerah.

Usahanya mengasuh blog kuliner itu 
              telah membuahkan hasil. Bulan Mei lalu, Manda dinobatkan sebagai 
              maskot Partai Komunitas Bango 
              Mania (KoBaMa), yang simpatisannya direkrut dari kalangan 
              yang doyan jajan. Selamat ya, siapa tahu jika kelak partai ini 
              bisa maju dalam pemilu mendatang, Manda bisa diusulkan menjadi 
              Menteri Urusan Pangan!

              Berkah lainnya, Manda pernah diundang oleh 
              salah seorang pemilik resto yang membaca blognya. Ia diundang 
              untuk mencicipi dan makan gratis, sebagai imbalannya, ia punya 
              kewajiban moral untuk menulis laporannya di blog.

              �Itulah kenapa saya menulis di profile 
              saya. Kuli tinta yang menemukan surga dunia di dalam pekerjaannya 
              sebagai jurmalis kuliner. Hampir setiap datang liputan, saya 
              selalu disuguhi makanan yang ujung-ujungnya gratis bahkan 
              dibawakan oleh-oleh. Yang exciting, saya pernah makan 
              steak yang harganya setengah juta� Gratisss. Pernah 
              dibungkusin 12 bungkus pecel, karena penjualnya suka 
              sekali diliput. Satu 
              besek besar jenang dodol, bahkan sampai pernah keracunan cokelat 
gara-gara 
              saya habisin sendiri dua kotak besar cokelat. Tapi nggak bakal 
              kapok kok....hehehe� .

              Jika banyak orang yang menjalani profesi 
              karena tuntutan kebutuhan, lain halnya dengan Manda. Ia 
              mendapatkan profesi yang klop dengan hobi. Makanya ia kerap 
              memesan menu tambahan di luar jatahnya sebagai taster. 
              Manda masih berbaik hati, oleh-olehnya hasil perburuannya 
sebagian 
              ia bagi-bagikan ke rekan-rekan kerjanya di kantor.

              Namun karena kegemaran makan bukan hanya 
              berlaku ketika dia menjalankan tugasnya sebagai jurnalis kuliner, 
              tapi juga dalam kehidupannya sehari-hari, diakuinya sebagian gaji 
              habis untuk urusan yang satu ini. Kalau sudah begini, apakah ini 
              layak disebut berkah atau musibah. Entahlah, toh suaminya tak 
              terganggu akan porsi makan istrinya yang berlebih, bahkan 
sebagian 
              gajinya yang dihabiskannya untuk kesenangannya itu.

              Di luar kesibukannya sebagai jurnalis kuliner 
              dan mengurus keluarga, tak disangka ia masih sempat menjadi 
              pengajar di sebuah sekolah modeling. Haaa? Bagaimana ceritanya, 
              apa dia pernah menjadi model?

              �Iya, Model Galian endor, puass!!!,� 
              jawabnya seperti meniru Tukul yang tengah membalas olok-olok dari 
              audiens. Bukan ia membela, tapi malah mempertegas olokan 
              itu.

              �Ngajar dan kuliner memang punya persamaan. 
              Sama-sama urusan perut.,� jawabnya penuh canda.

              Ternyata ujung-ujungnya perut juga. Dasar si 
              Jago Makan! 
              
              
              Posted by udin at 12:57 PM    
              
              Friday, May 09, 
              2008
               
              Labels: Resensi 
              
              
              0 comments: 
              
              Post a Comment 
              
              
              Links to this post
              Create a Link 
              Newer Post Older Post Home 
              
              
              Subscribe to: Post Comments (Atom) 
               
              Blog: UDIN
               
               
              

            
            
            

            No virus found in this incoming message.
Checked by AVG. 
            
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.24.4/1477 - Release Date: 
            6/1/2008 5:28 
          PM




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      __________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail.
A Smarter Email http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html

Kirim email ke