tehe!!!!!!!!!!!!!!!!!!

sumpah enak banget

kalau makan menu Tehe, gue juga mau jadi vegan!

enyak..enyak..enyak

(coba makan di tehe yang di gambir expo PRJ, sumpah keren banget!!!!!!!!)

hehehhehee
apalagi "ayam" bandungnya..... ummm


----- Original Message ----
From: Ratna Januarita <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, June 10, 2008 9:11:21 AM
Subject: Re: [bango-mania] TEMPAT MAKAN UNTUK VEGETARIAN


ada yang tahu di bandung di mana yaaaa?



Ratna Januarita

Cells: 022 7034 3669 (flexi); 0812 2001 201 (halo)
AH T/F: 022 756 5586
Web-blogs:
http://ratnajanuari ta.multiply. com
http://rahmaaliyya. multiply. com
http://muttiinstitu te.multiply. com


--- On Wed, 4/6/08, Ari Cahyo <[EMAIL PROTECTED] n.com> wrote:

From: Ari Cahyo <[EMAIL PROTECTED] n.com>
Subject: Re: [bango-mania] TEMPAT MAKAN UNTUK VEGETARIAN
To: bango-mania@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, 4 June, 2008, 9:27 AM


Di Gading Food City ada,mba' namanya Tehe letaknya 
disamping Mal Kelapa Gading
 
 
----- Original Message ----- 
From: Anni Viriani S 
To: bango-mania@ yahoogroups. com 
Sent: Tuesday, June 03, 2008 11:29  AM
Subject: Re: [bango-mania] TEMPAT MAKAN  UNTUK VEGETARIAN

halo semua...

ada yang tau ga  tempat makan untuk vegetarian kayak gw??  kalau ada tolong di  
referensi donk

tenkyuuuu


mod: mungkin  perlu diberi tahu minta info tempat makannya di kota mana, apakah 
di  Jakarta? Bandung? Timbuktu?

--- On Mon, 6/2/08, haniatul  musliha <hantool_hani@ yahoo.com> wrote:

From:  haniatul musliha <hantool_hani@ yahoo.com>
Subject:  Re: [bango-mania] Nasi Bebek
To:  bango-mania@ yahoogroups. com
Date: Monday, June 2, 2008,  6:42 PM


klendernya sebelah mana mas Chris?
di bekasi jg ada, namanya nasi bebek Bu ella, tepatnya di  Pekayon. Rame bener, 
pdhl tmptnya gitu doang, tp masakannya enak,  bebek bgt deh.....



-----  Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED] up.com"  <[EMAIL PROTECTED] p.com>
To: bango-mania@ yahoogroups.  com
Sent: Tuesday, June 3, 2008 7:51:06 AM
Subject:  [bango-mania] Nasi Bebek


Permisi....aku mo ikutan  yaaaa
ad yang suka makan nasi bebek gak  ya?
kalo ada yang suka makan nasi bebek,  didaerah kelender jakarta timur
itu ada penjual nasi bebek yang lumayan  enak deh..harga gak mahal seporsi
cuma 7ribuan tapi rasanya hemmmmm  puedesssnya maknyussss
yang mo coba dateng aja deh, tempatnya  sih gak bagus cuma warung biasa
tapi yang ngantri wehhhh...liat sendiri  dehhh
untuk semua selamat mencoba  yaaaa
 
-----  Original Message ----- 
From: manda prayogo 
To: bango-mania@ yahoogroups. com 
Sent: Monday, June 02, 2008 6:02 PM
Subject: [bango-mania] Model Galian Kendor

aduhhhh...isin aku. Ampun Mas Radit  *berlutut

mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id> wrote: 
 
Catatan si Jago Makan: Tuntutan Profesi  atau Perut? 
Hampir tiap hari makan bakso. Ini seperti sudah  menjadi ritual wajib. Setelah 
bakso baru bebek. Meski tak separah  bakso, menu yang satu ini cukup membuatnya 
tak bisa berpaling.  Paling tidak seminggu sekali. Lalu Mi Ayam, Soto Madura, 
Sate  Kelapa, Rawon Setan, Pecel, dan mungkin masih banyak yang  lain.

Dalam sehari bisa makan sampai 6 kali.  �Eh, nggak ding, kadang ampe 7,� ia 
meralatnya. Belum  sempat saya menuntaskan keheranan saya, ia menambahkan 
�Jangan  salah, ada ngemil-nya juga. Bakso, Pangsit, Siomay,  Rujak� Ya 
ampun�.bener- bener doyan makan ini  orang!!!

Namanya Manda Roosa. Tapi lebih dikenal  dengan panggilan �Mendol�. 
Lengkapnya La Mendol. Sekilas nama  ini seperti diambil dari bahasa Italia. 
Tapi sebenarnya tidak ada  hubungannya sama sekali. Penjelasan lebih detailnya 
di sini.

�Nama Mendol adalah nama pemberian Mbah  Kakung saya. Ini nama panggilan di 
keluarga dan saudara-saudara.  Nama Mendol, merujuk pada makanan khas dari 
olahan tempe bosok,  yang bentuknya padat seperti pembawaan saya,�  jelasnya.
Baiklah, untuk lebih mengakrabkan, saya akan  panggil pemilik blog 
jagomakan.blogspot. com ini dengan  nama Mendol. Isi blognya apalagi kalau 
bukan soal makan, urusan  yang tak jauh dari perut. Ada Puding, Nasi Goreng, 
Donat, Durian,  Pecel, Bakso Bakar, Pecel Terong, dan masih banyak menu-menu  
lainnya.

Sepertinya ibu satu anak ini doyan banyak  jenis makanan. Setelah saya desak, 
ia membeberkan makanan yang  menjadi pantangannya. Ada dua jenis makanan yang 
membuatnya  bergidik, yaitu jika dia disuguhi Udang dan Lobster. Ada apa  
gerangan?

�Soal yang tidak suka, ini bukan masalah  selera. Tapi saya punya alergi sama 
yang namanya udang dan  lobster,� jawabnya memberi alasan.

�Wueh..kalau ada acara food taster,  teman wartawan suka ngerjain saya dengan 
memesan menu ini.  Dan mereka tertawa puas, ketika saya cuman bisa ngiler  
ngeliatin,� tambahnya.

Manda adalah seorang jurnalis, spesialis  menulis masalah kuliner. Ia bekerja 
untuk Majalah East Java Traveler dan Majalah  Surabaya City Guide, dua  unit 
usaha dari Mossaik Communications yang berada di bawah  manajemen Suara 
Surabaya Media. 

Jelas saja pengalaman dan pengetahuannya soal  dunia kuliner ini sudah tak 
diragukan lagi. Bagaimana tidak,  selain memang sebagai jurnalis kuliner, sudah 
jauh hari, atau  istilah arek Surabaya , �sudah dari sono�-nya ia punya  
kegemaran mencicipi makanan-makanan enak.

�Blog ini sebenarnya merupakan behind  the scene, dari liputan saya. Di sini 
bisa dilihat perjuangan  saya bangun pagi-pagi untuk nongkrongin penjual sate 
kelapa. Atau  cerita,di mana saya terpaksa menelan  bulat-bulat makanan yang 
pedas, sekedar membahagiakan si  pemiliknya. Atau sekedar berbagi informasi 
bagaimana nasib  akhir sebuah donat yang sudah tidak laku. Semuanya  adalah 
cerita-cerita yang tidak mungkin saya ungkap di majalah  karena lebih ke 
pengalaman personal,� jelasnya tentang ihwal  pembuatan blognya yang rame 
dikunjungi para blogger itu.

Sejak awal Manda memfokuskan blognya hanya  menceritakan masalah kuliner. Dia 
mengangankan blognya ini kelak  bisa menjadi rujukan bagi siapa saja yang ingin 
sharing atau mencari informasi tentang pusaka kuliner di nusantara dan  
sekaligus untuk turut melestarikan makanan khas  daerah.

Usahanya mengasuh blog kuliner itu  telah membuahkan hasil. Bulan Mei lalu, 
Manda dinobatkan sebagai maskot Partai Komunitas Bango  Mania (KoBaMa), yang 
simpatisannya direkrut dari kalangan  yang doyan jajan. Selamat ya, siapa tahu 
jika kelak partai ini  bisa maju dalam pemilu mendatang, Manda bisa diusulkan 
menjadi  Menteri Urusan Pangan!

Berkah lainnya, Manda pernah diundang oleh  salah seorang pemilik resto yang 
membaca blognya. Ia diundang  untuk mencicipi dan makan gratis, sebagai 
imbalannya, ia punya  kewajiban moral untuk menulis laporannya di blog.

�Itulah kenapa saya menulis di profile  saya. Kuli tinta yang menemukan surga 
dunia di dalam pekerjaannya  sebagai jurmalis kuliner. Hampir setiap datang 
liputan, saya  selalu disuguhi makanan yang ujung-ujungnya gratis bahkan  
dibawakan oleh-oleh. Yang exciting, saya pernah makan steak yang harganya 
setengah juta� Gratisss. Pernah  dibungkusin 12 bungkus pecel, karena 
penjualnya suka  sekali diliput. Satu  besek besar jenang dodol, bahkan sampai 
pernah keracunan cokelat gara-gara  saya habisin sendiri dua kotak besar 
cokelat. Tapi nggak bakal  kapok kok....hehehe� .

Jika banyak orang yang menjalani profesi  karena tuntutan kebutuhan, lain 
halnya dengan Manda. Ia  mendapatkan profesi yang klop dengan hobi. Makanya ia 
kerap  memesan menu tambahan di luar jatahnya sebagai taster.  Manda masih 
berbaik hati, oleh-olehnya hasil perburuannya sebagian  ia bagi-bagikan ke 
rekan-rekan kerjanya di kantor.

Namun karena kegemaran makan bukan hanya  berlaku ketika dia menjalankan 
tugasnya sebagai jurnalis kuliner,  tapi juga dalam kehidupannya sehari-hari, 
diakuinya sebagian gaji  habis untuk urusan yang satu ini. Kalau sudah begini, 
apakah ini  layak disebut berkah atau musibah. Entahlah, toh suaminya tak  
terganggu akan porsi makan istrinya yang berlebih, bahkan sebagian  gajinya 
yang dihabiskannya untuk kesenangannya itu.

Di luar kesibukannya sebagai jurnalis kuliner  dan mengurus keluarga, tak 
disangka ia masih sempat menjadi  pengajar di sebuah sekolah modeling. Haaa? 
Bagaimana ceritanya,  apa dia pernah menjadi model?

�Iya, Model Galian endor, puass!!!,�  jawabnya seperti meniru Tukul yang 
tengah membalas olok-olok dari  audiens. Bukan ia membela, tapi malah 
mempertegas olokan  itu.

�Ngajar dan kuliner memang punya persamaan.  Sama-sama urusan perut.,� 
jawabnya penuh canda.

Ternyata ujung-ujungnya perut juga. Dasar si  Jago Makan!  
Posted by udin at 12:57 PM    Friday, May 09,  2008 
 
Labels: Resensi 
 
0 comments: 
Post a Comment 
 
Links to this post
Create a Link 
Newer Post Older Post Home 
Subscribe to: Post Comments (Atom) 
 
Blog: UDIN
  

________________________________
 No virus found in this incoming message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.24.4/1477 - Release Date:  6/1/2008 5:28 
 PM

 
 

________________________________
 Sent from Yahoo! Mail. 
A Smarter Email.    


      

Kirim email ke