Iya nih,

Maksudnya tempat makan Vegetarian di jalan Seteran,
Atau tempat makan Segetarian di jalan Veteran?

hehehee..
tambah bingung deh..

Andy.


----- Pesan Asli ----
Dari: Aisyah <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rabu, 11 Juni, 2036 08:32:50
Topik: Re: [bango-mania] TEMPAT MAKAN UNTUK VEGETARIAN


di semarang di jalan veteran atau seteran ? 
----- Original Message ----- 
From: narwastu desain 
To: bango-mania@ yahoogroups. com 
Sent: Tuesday, June 10, 2008 4:09 
PM
Subject: Re: [bango-mania] TEMPAT MAKAN  UNTUK VEGETARIAN

di  semarang ada namanya vegetarian resto alamatnya di jalan seteran.


-----  Original Message ----
From: Ratna Januarita <januarita601@ yahoo.co. uk>
To: bango-mania@ yahoogroups. com
Sent:  Tuesday, June 10, 2008 9:11:21 AM
Subject: Re: [bango-mania] TEMPAT MAKAN  UNTUK VEGETARIAN


ada yang tahu di bandung di mana  yaaaa?



Ratna Januarita

Cells: 022 7034  3669 (flexi); 0812 2001 201 (halo)
AH T/F: 022 756  5586
Web-blogs:
http://ratnajanuari ta.multiply.  com
http://rahmaaliyya. multiply. com
http://muttiinstitu  te.multiply. com


--- On Wed, 4/6/08, Ari Cahyo <[EMAIL PROTECTED] n.com> wrote:

From: Ari  Cahyo <[EMAIL PROTECTED] n.com>
Subject: Re: [bango-mania]  TEMPAT MAKAN UNTUK VEGETARIAN
To: bango-mania@ yahoogroups.  com
Date: Wednesday, 4 June, 2008, 9:27 AM


Di Gading Food City ada,mba' namanya Tehe  letaknya disamping Mal Kelapa Gading
 
 
-----  Original Message ----- 
From: Anni Viriani S 
To: bango-mania@  yahoogroups. com 
Sent: Tuesday, June 03, 2008 11:29 AM
Subject: Re: [bango-mania] TEMPAT MAKAN UNTUK VEGETARIAN

halo semua...

ada  yang tau ga tempat makan untuk vegetarian kayak gw??   kalau ada tolong di 
referensi  donk

tenkyuuuu


mod: mungkin  perlu diberi tahu minta info tempat makannya di kota mana,  
apakah di Jakarta? Bandung? Timbuktu?

--- On Mon,  6/2/08, haniatul musliha <hantool_hani@  yahoo.com> wrote:

From: haniatul  musliha <hantool_hani@  yahoo.com>
Subject: Re: [bango-mania] Nasi  Bebek
To: bango-mania@ yahoogroups. com
Date: Monday,  June 2, 2008, 6:42 PM


klendernya sebelah mana mas Chris?
di bekasi jg ada, namanya nasi bebek Bu ella, tepatnya di  Pekayon. Rame bener, 
pdhl tmptnya gitu doang, tp  masakannya enak, bebek bgt deh.....



-----  Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED] up.com"  <[EMAIL PROTECTED] p.com>
To: bango-mania@ yahoogroups.  com
Sent: Tuesday, June 3, 2008 7:51:06 AM
Subject:  [bango-mania] Nasi Bebek


Permisi....aku mo ikutan  yaaaa
ad yang suka makan nasi bebek  gak ya?
kalo ada yang suka makan nasi  bebek, didaerah kelender jakarta timur
itu ada penjual nasi bebek  yang lumayan enak deh..harga gak mahal seporsi
cuma 7ribuan tapi rasanya  hemmmmm puedesssnya maknyussss
yang mo coba dateng aja deh,  tempatnya sih gak bagus cuma warung biasa
tapi yang ngantri  wehhhh...liat sendiri dehhh
untuk semua selamat mencoba  yaaaa
 
-----  Original Message ----- 
From: manda prayogo 
To: bango-mania@  yahoogroups. com 
Sent: Monday, June 02, 2008 6:02 PM
Subject: [bango-mania] Model Galian Kendor

aduhhhh...isin aku. Ampun Mas Radit  *berlutut

mediacare <[EMAIL PROTECTED]  net.id> wrote: 
 
Catatan si Jago Makan:  Tuntutan Profesi atau Perut? 
Hampir tiap  hari makan bakso. Ini seperti sudah menjadi ritual  wajib. Setelah 
bakso baru bebek. Meski tak separah  bakso, menu yang satu ini cukup membuatnya 
tak bisa  berpaling. Paling tidak seminggu sekali. Lalu Mi Ayam,  Soto Madura, 
Sate Kelapa, Rawon Setan, Pecel, dan  mungkin masih banyak yang lain.

Dalam sehari bisa makan sampai 6  kali. �Eh, nggak ding, kadang ampe 7,� ia 
 meralatnya. Belum sempat saya menuntaskan keheranan  saya, ia menambahkan 
�Jangan salah, ada ngemil-nya juga. Bakso, Pangsit, Siomay, Rujak�  Ya 
ampun�.bener- bener doyan makan ini  orang!!!

Namanya Manda Roosa. Tapi lebih  dikenal dengan panggilan �Mendol�. 
Lengkapnya La  Mendol. Sekilas nama ini seperti diambil dari bahasa  Italia. 
Tapi sebenarnya tidak ada hubungannya sama  sekali. Penjelasan lebih detailnya 
di sini.

�Nama Mendol adalah nama  pemberian Mbah Kakung saya. Ini nama panggilan di  
keluarga dan saudara-saudara. Nama Mendol, merujuk pada  makanan khas dari 
olahan tempe bosok, yang bentuknya  padat seperti pembawaan saya,�  jelasnya.
Baiklah, untuk lebih mengakrabkan,  saya akan panggil pemilik blog 
jagomakan.blogspot. com ini dengan nama  Mendol. Isi blognya apalagi kalau 
bukan soal makan,  urusan yang tak jauh dari perut. Ada Puding, Nasi  Goreng, 
Donat, Durian, Pecel, Bakso Bakar, Pecel Terong,  dan masih banyak menu-menu 
lainnya.

Sepertinya ibu satu anak ini doyan  banyak jenis makanan. Setelah saya desak, 
ia membeberkan  makanan yang menjadi pantangannya. Ada dua jenis makanan  yang 
membuatnya bergidik, yaitu jika dia disuguhi Udang  dan Lobster. Ada apa 
gerangan?

�Soal yang tidak suka, ini bukan  masalah selera. Tapi saya punya alergi sama 
yang namanya  udang dan lobster,� jawabnya memberi alasan.

�Wueh..kalau ada acara food  taster, teman wartawan suka ngerjain saya  
dengan memesan menu ini. Dan mereka tertawa puas, ketika  saya cuman bisa 
ngiler ngeliatin,�  tambahnya.

Manda adalah seorang jurnalis,  spesialis menulis masalah kuliner. Ia bekerja 
untuk Majalah East Java  Traveler dan Majalah Surabaya City Guide, dua unit 
usaha dari Mossaik  Communications yang berada di bawah manajemen Suara 
Surabaya  Media. 

Jelas saja pengalaman dan  pengetahuannya soal dunia kuliner ini sudah tak  
diragukan lagi. Bagaimana tidak, selain memang sebagai  jurnalis kuliner, sudah 
jauh hari, atau istilah arek  Surabaya , �sudah dari sono�-nya ia punya 
kegemaran  mencicipi makanan-makanan enak.

�Blog ini sebenarnya merupakan behind the scene, dari liputan saya. Di sini 
bisa  dilihat perjuangan saya bangun pagi-pagi untuk  nongkrongin penjual sate 
kelapa. Atau cerita,di mana  saya terpaksa menelan bulat-bulat makanan yang 
pedas,  sekedar membahagiakan si pemiliknya. Atau sekedar  berbagi informasi 
bagaimana nasib akhir sebuah  donat yang sudah tidak laku. Semuanya adalah  
cerita-cerita yang tidak mungkin saya ungkap di majalah  karena lebih ke 
pengalaman personal,� jelasnya tentang  ihwal pembuatan blognya yang rame 
dikunjungi para blogger itu.

Sejak awal Manda memfokuskan  blognya hanya menceritakan masalah kuliner. Dia  
mengangankan blognya ini kelak bisa menjadi rujukan bagi  siapa saja yang ingin 
sharing atau mencari  informasi tentang pusaka kuliner di nusantara dan  
sekaligus untuk turut melestarikan makanan khas  daerah.

Usahanya mengasuh blog  kuliner itu telah membuahkan hasil. Bulan Mei lalu,  
Manda dinobatkan sebagai maskot Partai Komunitas Bango  Mania (KoBaMa), yang 
simpatisannya direkrut  dari kalangan yang doyan jajan. Selamat ya, siapa tahu  
jika kelak partai ini bisa maju dalam pemilu mendatang,  Manda bisa diusulkan 
menjadi Menteri Urusan  Pangan!

Berkah lainnya, Manda pernah  diundang oleh salah seorang pemilik resto yang 
membaca  blognya. Ia diundang untuk mencicipi dan makan gratis,  sebagai 
imbalannya, ia punya kewajiban moral untuk  menulis laporannya di blog.

�Itulah kenapa saya menulis di  profile saya. Kuli tinta yang menemukan surga 
dunia di  dalam pekerjaannya sebagai jurmalis kuliner. Hampir  setiap datang 
liputan, saya selalu disuguhi makanan yang  ujung-ujungnya gratis bahkan 
dibawakan oleh-oleh. Yang exciting, saya pernah makan steak yang  harganya 
setengah juta� Gratisss. Pernah dibungkusin 12 bungkus  pecel, karena 
penjualnya suka sekali diliput. Satu besek besar jenang  dodol, bahkan sampai 
pernah keracunan cokelat gara-gara saya habisin sendiri dua kotak  besar 
cokelat. Tapi nggak bakal kapok kok....hehehe�  .

Jika banyak orang yang menjalani  profesi karena tuntutan kebutuhan, lain 
halnya dengan  Manda. Ia mendapatkan profesi yang klop dengan hobi.  Makanya ia 
kerap memesan menu tambahan di luar jatahnya  sebagai taster. Manda masih 
berbaik hati,  oleh-olehnya hasil perburuannya sebagian ia bagi-bagikan  ke 
rekan-rekan kerjanya di kantor.

Namun karena kegemaran makan bukan  hanya berlaku ketika dia menjalankan 
tugasnya sebagai  jurnalis kuliner, tapi juga dalam kehidupannya  sehari-hari, 
diakuinya sebagian gaji habis untuk urusan  yang satu ini. Kalau sudah begini, 
apakah ini layak  disebut berkah atau musibah. Entahlah, toh suaminya tak  
terganggu akan porsi makan istrinya yang berlebih,  bahkan sebagian gajinya 
yang dihabiskannya untuk  kesenangannya itu.

Di luar kesibukannya sebagai  jurnalis kuliner dan mengurus keluarga, tak 
disangka ia  masih sempat menjadi pengajar di sebuah sekolah  modeling. Haaa? 
Bagaimana ceritanya, apa dia pernah  menjadi model?

�Iya, Model Galian endor,  puass!!!,� jawabnya seperti meniru Tukul yang 
tengah  membalas olok-olok dari audiens. Bukan ia membela, tapi  malah 
mempertegas olokan itu.

�Ngajar dan kuliner memang punya  persamaan. Sama-sama urusan perut.,� 
jawabnya penuh  canda.

Ternyata ujung-ujungnya perut juga.  Dasar si Jago Makan!  
Posted by udin at 12:57 PM    Friday, May 09,  2008 
 
Labels: Resensi 
 
0 comments: 
Post a Comment 
 
Links to this post
Create a Link 
Newer Post Older Post Home 
Subscribe to: Post Comments (Atom) 
 
Blog: UDIN
  

________________________________
 No virus found in this incoming message.
Checked  by AVG. 
Version: 7.5.524 / Virus Database:  269.24.4/1477 - Release Date: 6/1/2008 5:28 
 PM

 
 

________________________________
 Sent from Yahoo! Mail. 
A Smarter Email. 
    


      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang 
juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/

Kirim email ke