FYI (dari artikel SUARA PEMBARUAN) Berbuka Puasa Murah dan Lezat Banyak tempat yang tepat dan enak untuk berbuka puasa. Pilihannya, tentu saja selain harganya terjangkau, hidangannya juga sesuai selera. Bagi yang tidak sempat pulang ke rumah dan masih berada di sekitar Perkantoran Hijau Arkadia (Nestle) Menara B, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Genki Restaurant merupakan resto pilihan yang menyediakan menu campuran. Ada masakan Jepang, Cina, Eropa, dan Indonesia. Lokasinya di tengah perkantoran. uluhan menu bisa dipilih. Untuk masakan Cina terdapat sup seperti hot and sour soup atau crab meat asparagus. Sup yang rasanya asam manis itu sangat pas sebagai hidangan pembuka. Untuk menu sayuran ada kailan dengan oyster diberi saus atau bawang putih. Begitu dengan sayuran lain seperti pakcoy dan brokoli. Berbuka dengan sepotong daging steak mampu mengembalikan kalori yang hilang seharian. Gandaria Steak di daerah Gandaria Tengah VII/1, sebuah lokasi strategis antara Radio Dalam dan Mayestik, Kebayoran Baru, tempat kita bisa mendapatkan hal tersebut. Menu Gandaria Steak tergolong murah, T-bone, Sirloin dan Tenderloin kisaran harganya antara Rp 35.000 sampai Rp 45.000. Suasana yang ada juga cukup santai. Bila ingin mencoba duduk di luar bisa langsung memandang ke jalan raya yang sejuk dengan pohon rindang. Resto yang berkapasitas 100 orang ini buka mulai jam 09.00 sampai jam 23.00 WIB. Sebagaimana dengan resto steak lainnya, maka urutan menu juga lengkap. Mulai dari hidangan pembuka berupa salad dan cocktail. Lalu untuk menu utama selain berbagai steak tadi, ada juga gindara steak dan pasta. Hidangan penutup berupa es krim dan buah-buahan. Jangan lupa aneka minuman segar dari jus buah-buahan juga tersedia. Begitu murah dan enak membuat tempat ini bila tiba di malam Minggu selalu penuh. Buat penyuka makanan laut, khususnya yang dibakar, bila ingin menikmati suasana lain tidak seperti di Muara Karang, bisa mencoba ke Taman Impian Jaya Ancol lalu mampir di Pusat Jajan Selera Asia. Di sana ada Resto Bandar Jakarta, yang menyediakan khusus makanan laut. Asyiknya, di tempat itu kita bisa memilih sendiri jenis dan berat ikan, di pasar ikan atau kios ikan yang disediakan Bandar Jakarta. Lalu pilih makanan favorit seperti ikan saus bandar, ikan saus jali, hiu bakar dan tahu ondel. Minumannya tersedia dengan beberapa nama yang unik seperti Nyai Dasima, Mat Item dan Monas. Sambil makan, usahakan memilih lokasi yang menghadap ke laut lepas. Alunan gambang kromong Betawi dan deburan ombak kala senja semakin membuat kita tenggelam dalam kenikmatan masakan dan suasana. Bebek Goreng Menikmati buka puasa dengan menu bebek goreng memang asyik. Tapi bila tidak tahu cara memasaknya, yang ada hanyalah sepotong daging yang alot atau berbau amis. Resto yang menyajikan hidangan daging bebek harus mampu memberikan jaminan daging yang renyah, empuk dan tidak berbau amis. Para penyuka masakan bebek pasti pernah mencicipi hidangan di Bebek Bali, Taman Ria Senayan. Aneka hidangan bebek dengan berbagai bumbu disajikan di tempat itu. Semua menu yang ditawarkan, membuktikan betapa empuk dan gurihnya daging bebek yang disajikan, hasil keterampilan dari sang juru masak. Ada juga Lampion Café yang lokasinya berada di Jakarta Selatan, tidak jauh dari perempatan lampu merah Jeruk Purut. Tempat ini juga menyediakan beragam hidangan yang menggunakan bahan daging bebek. Namu untuk berbuka, sebagai penawar dahaga bisa pesan minuman segar seperti lampion punch, campuran yang dibuat bisa mengembalikan rasa sejuk di kerongkongan. Lalu apa makanan pendampingnya? Jangan ragu untuk memesan pisang goreng. Di sini dengan campuran keju dan cokelat, membuat pisang tanduk goreng tersebut menjadi sebuah hidangan yang lezat. Satu lagi tempat bebek goreng yang lezat terdapat di Jalan Raya Petogogan, Blok A, Kebayoran Baru, yang merupakan milik Joko Putra. Semakin malam pembeli semakin banyak. Para pekerja kantor yang baru pulang atau keluarga datang memenuhi kursi dan bangku sederhana yang tersedia. Pesanan pada bebek goreng, untuk paha atau dada terus mengalir. Menu bebek goreng Joko memang laris setiap malam sekitar 50 ekor bebek goreng terjual harga per potongnya Rp 6.500. Jadi dengan uang sekitar Rp 10.000, orang sudah kenyang. Gulai Tikungan Bagi penyuka gulai, cobalah mampir di perempatan jalan antara Bulungan dengan Jalan Mahakam dan Plasa Blok M, Kebayoran Baru. Di tempat itu berderet penjual gulai. Biasa disebut Gulai Tikungan (Gultik). Mulai dari matahari terbit sampai terbenam, di seputaran tikungan Bulungan itu dipenuhi dengan penjual nasi gulai. Ada sekitar 10 penjual nasi gulai yang berderet di pinggir jalan tersebut. Hanya dengan berpayung plastik dan bangku-bangku sederhana, para penjual tersebut asyik melayani para pembeli. Dari pagi sampai sore seorang pedagang diperbolehkan jualan. Setelah itu tempatnya diganti dengan pedagang lain yang berjualan sampai esok harinya. Jadi gultik memang buka 24 jam. Ini pas buat sahur dan buka puasa. Soal rasa, menurut beberapa pembeli memang berbeda-beda. Ada yang menyukai lemak lebih banyak, atau sedikit daging, kikil dan tulang muda. Penyajiannya sepring nasi gulai berisi nasi disiram gulai daging sapi lalu diberi kerupuk, kecap dan sambal. Harga seporsi gultik Rp 3.000. Dengan uang kurang dari Rp 10.000 orang sudah bisa menikmati gultik sambil minum teh botol atau air putih kemasan. Sedangkan mereka yang menyukai soto betawi memang banyak pilihan. Tapi setidaknya ada yang sudah jadi langganan banyak orang. Di Pasar Mayestik dan Jalan Barito, Jalan Minangkabau, dan Gang Mess Tanah Abang, adalah nama-nama tempat warung soto betawi dengan rasa yang nikmat bisa didapatkan. Potongan daging sapi goreng, babat, usus, paru, tulang muda dan torpedo merupakan hidangan yang pas untuk berbuka puasa. Apalagi dengan sambal kacang yang masing-masing penjual memiliki ciri sendiri. Ada yang sedikit asam rasanya ada yang sangat gurih. Hanya saja untuk bersantap di tempat ini sebaiknya sudah menyiapkan diri sejak sore hari. Maklum selain tempat yang terbatas, pengunjung yang datang juga banyak. Seporsi rata-rata Rp 11.000, rasanya dengan uang sekitar Rp 20.000 orang sudah puas. Sedangkan kalau soal masakan padang, hampir di setiap tempat ada. Rasanya juga berbeda-beda. Di Jakarta, baik di bulan puasa maupun tidak ada satu tempat yang sudah terkenal sebagai pusat penjualan masakan padang. Di Jalan Kramat Raya, tepatnya di sepanjang jalan Kramat Raya, mulai dari lampu lalu lintas perempatan Senen hingga ke bekas Bioskop Rivoli. Di bulan Puasa, mulai pukul 17.00, sudah ramai penjual yang menawarkan hidangan ringan untuk berbuka. Ada nasi lemang, bubur champion, ketan manis atau pisang. Lalu kita juga bisa memilih setumpuk lauk mulai dari ayam goreng, gulai, rendang, otak sayur, cumi dan banyak lagi yang semuanya memiliki bumbu yang kuat. Soal harga bukan masalah dengan uang Rp 20.000, sepiring nasi hangat, berlauk rendang atau ayam dan teh manis siap terhidang. (Ars/B-8)
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
