----- Original Message ----- From: "Tomi Satryatomo" <[EMAIL PROTECTED]> To: "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, June 09, 2008 12:47 PM Subject: Re: Program kuliner yang unik atau aneh?
Terima kasih atas pertanyaan ini. Saya saat ini diamanahi mengelola Astro Oasis, dan saya terlibat langsung dalam pengembangan ide 'Wisata Halal' ini. Ide dasarnya adalah menjelajahi dunia kuliner Indonesia, terutama makanan-makanan yang tidak lazim, yang populer di kalangan setempat, namun belum tentu dikenal publik yang lebih luas dan kehalalannya belum bisa dipastikan. Ini antara lain sate kuda di Yogya, sate landak di Solo dan swike di Purwodadi. Lola Amaria mendatangi tempat-tempat yang menjual makanan-makanan tersebut dan lalu menghubungi MUI (dalam hal ini Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Prof. K.H. Ali Mustafa Yacub, MA) untuk meminta kejelasan status halal-haramnya dan latar belakang penjelasannya. Ini dirasa penting karena tak semua orang tahu tentang status halal dari makanan-makanan lokal tersebut. Di segmen lainnya, barulah Lola menyajikan masakan alternatif yang pasti halal. Misalnya, pada episode Sengsu/ Tongseng Asu (Anjing -Jawa), Lola mengunjungi kedai yang menjual makanan ini di Gunung Kidul dan lalu minta penjelasan dari Prof. Mustafa Yacub tentang statusnya dan mengapa daging anjing diharamkan. Pada segmen lain, Lola lalu ke penjual sate Karang (sate sapi) di Kota Gede, Jogjakarta. Pada segmen terakhir, Lola memasak tongseng daging sapi, untuk menunjukkan bahwa ada alternatif lain yang halal. Tapi jika kebetulan bahan makanan yang dibahas adalah halal, daging kuda atau belalang misalnya, maka pada segmen memasak, Lola akan memasak menggunakan daging kuda atau belalang. Jadi tidak benar Lola memasak bahan makanan yang haram supaya menjadi halal. Kawan-kawan yang berlangganan Astro bisa akan lebih leluasa menikmati tayangan ini. Sayangnya kami belum bisa menyediakan program ini untuk ditayangkan via internet. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan kirim ke [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED] Salam -- Tomi Satryatomo Astro Oasis PT. Adi Karya Visi (Content Provider for Astro Indonesia) Gedung Citra Graha, lantai 5 Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav.36-36 Jakarta 12790 Indonesia Tel. +62 21 30400400 ext 3431 Fax +62 21 30400415 http://www.astro-oasis.com --- In [EMAIL PROTECTED], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Menurut Anda, program kuliner di Astro Oasis ini unik atau aneh? Sudah tahu mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Sudah tahu mayoritas penjaja makanan tradisional di sebagian besar wilayah Indonesia menjual makanan halal. Kok malah tanya MUI segala? > > Kecuali kalau shootingnya di lapo tuak, di Manado, di Papua saja, boleh tuh tanya MUI. Usai shooting pasti akan digebukin orang sekampung...hehehehehehe > > > > 2008/5/28 nuts_is_good <nuts_is_good@ yahoo.com>: > > Ada program menarik bagi mereka yang ingin berwisata kuliner namun > khawatir dengan ketidakhalalan suatu masakan. Wisata Halal namanya. > > Sang pembawa acara, Lola Amaria, mengajak pemirsa berwisata > mengunjungi tempat-tempat di Indonesia dengan kuliner tradisionalnya > masing-masing. Sebelum menyatap hidangan tertentu yang ia ragu dengan > kehalalannya, gadis manis ini akan menghubungi MUI untuk memastikan > apakah makanan tersebut dapat dikonsumsi atau tidak. > > Pada acara yang dapat disaksikan di Astro Oasis ini, Lola juga > mengajak pemirsa mengolah makanan yang pada awalnya menggunakan > bahan-bahan yang tidak halal menjadi masakan yang halal. > > > mediacare > http://www.mediacare.biz >
