pertanyaannya : anak2 boleh masuk resto ini gak ???? mohammad hadi winarto wrote: > Cerita ini lucu dan menarik banget. > Saya jamin akan jauh lebih menarik jika anda bertemu > Meechai Viravaidya, "Lord of Condom" yang juga orang > yang punya ide mendirikan restoran unik di bangkok > itu. > Salam hangat, > Hadiwin > [Pekerja media] > --- Aldo Desatura â„¢ < [EMAIL PROTECTED] com > wrote: >> *Our food is guaranteed not to cause pregnancy*. >> Slogan yang menarik >> perhatian saya saat membuka *website* Cabbages and >> Condoms restoran. Di >> Bangkok nanti, saya harus mengunjungi tempat unik >> ini. Dari namanya saja >> sudah menggelitik hati. >> >> Di tengah-tengah kesibukan mengunjungi Thailand >> Travel Mart, saya dan >> seorang teman sengaja memanfaatkan jeda waktu untuk >> menyambangi tempat unik >> ini. Alhasil, berbekal peta kota Bangkok, kami naik >> *sky train* dari MBK >> center dan berhenti di kawasan Sukhumvit. >> >> Kami pun meneruskan perjalanan dengan jalan kaki. >> Ternyata, tidak susah >> menemukannya meski tidak terletak di pinggir jalan. >> >> Kalau Anda membayangkan ada kondom di mana-mana, >> maka tak salah. Memasuki >> area restoran, kami sudah disambut dengan patung >> manusia super dan >> pasangannya dengan baju yang terbuat dari >> kondom-kondom beraneka warna. >> >> Cabbages and Condoms terdiri dari beberapa bagian, >> *indoors* dan *outdoors*. >> Kami memilih duduk di *coffee shop*. Wow, begitu >> masuk ke dalam, hampir di >> setiap sudut ruangan bertebaran kondom dalam >> berbagai bentuk. >> >> Sebut saja. Kap lampu, alas meja, keset, patung >> Sinterklas, Superman, poster >> aneka jenis kondom dari mancanegara, dan >> pernak-pernik yang memang sengaja >> dirancang dari kondom. Bahkan tersedia kondom di >> beberapa nampan yang bisa >> diambil gratis dengan jumlah suka-suka. Semua itu >> untuk mendukung >> program *family >> planning*. Saya serasa di surga kondom. >> >> "*Is it real*?" tanya saya kepada salah seorang >> pelayan resto, menunjuk kap >> lampu kondom. >> >> "*Yes, but without oil*," jawabnya sembari >> senyum-senyum. Ah, *i see,* pikir >> saya. >> >> *Eits*, jangan berburuk sangka dulu. Bukan tanpa >> tujuan sang pemilik >> menyediakan kondom di mana-mana. Restoran ini adalah >> bagian dari organisasi >> nirlaba di Thailand, The Population and Community >> Development Association >> (PDA), dengan program antara lain kesadaran akan >> *family planning* (keluarga >> berencana), khususnya pada masyarakat pedesaan dan >> pencegahan HIV/AIDS >> mengingat tingginya penyebaran penyakit tersebut di >> Thailand. >> >> Dengan memasyaratkan penggunaan kondom, sang pemilik >> percaya kesadaran >> masyarakat akan *family planning* semakin tinggi. >> Seluruh pendapatan >> restoran ini akan disumbangkan untuk keperluan >> program-program PDA. >> *Interesting, >> isn't it? * >> >> Setelah menikmati keunikan desain kondom di setiap >> sudut ruangan, saya >> melihat-lihat menu yang ditawarkan, aneka masakan >> Thailand: Chicken in Herb >> Leaf Bikini (ayam goreng bungkus pandan), Tom Yam >> atau Gung Obb Mapraow On >> (udang dimasak dengan santan kelapa yand disajikan >> di dalam batok kelapa). >> Tiba-tiba perhatian saya tertuju pada menu spesial, >> Yum Tung Yang alias >> Condoms Salad (*tung yang *dalam bahasa Thai adalah >> kondom). >> >> Jangan salah, menu ini tidak mengandung kondom >> sedikit pun, tetapi merupakan >> salad istimewa yang menjadi andalan tempat ini, jadi >> nama kondom diambil >> sesuai dengan nama restoran Cabbages and Condoms. >> Pasti, saya tidak >> melewatkan mencicipi salad khas yang satu ini. >> >> Salad berisi bakmi Shanghai (berwarna putih >> berbentuk lonjong dan bulat), >> udang, potongan ayam, irisan tipis wortela >> berganti-ganti saya nikmati. Rasa >> nano-nano di lidah yang sedap dan segar, apalagi >> disantap di tengah teriknya >> Bangkok siang itu. >> >> O ya, sembari menunggu pesanan tiba, saya sempat >> mampir di toko >> *handicraft* yang menjual aneka souvenir unik. Keset >> kondom, kaus >> bertemakan >> *safe sex*, pin kondom, hiasan bunga yang terbuat >> dari kondom, dan gantungan >> kunci yang sarat dengan pesan-pesan *safe sex*. Saya >> pun membeli beberapa >> gantungan kunci, salah satunya bertuliskan* In >> Rubber We Trust*. Lucu kan? >> >> Sayang, kami tidak bisa berlama-lama di sana. Sebab, >> undangan makan malam >> sudah menanti, sementara jarak yang harus ditempuh >> cukup jauh, sekitar satu >> jam kalau tidak terjebak kemacetan lalu lintas >> Bangkok. Duh!! >> >> *So*, kalau ke Bangkok, jangan lupa mampir ke tempat >> yang satu ini, >> menyantap makanan, menikmati aneka kondom, sekaligus >> beramal.... >> >> >> -- >> Aldo Desatura (R) & (c) >> 62.0817.19.40. 50 >> ======== >> " hanya atas kasihnya, hanya atas kehendaknya kita >> masih bertemu matahari >> .... " >> > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com >
