Alhamdullilah, puji tuhan.. Ternyata isu gula aren mengandung formalin itu gak 
bener yaa...

Salam,
Ani 



-----Original Message-----
From: Nurharyanti, Elisabet [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: 26 Juni 2008 17:33
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: FW: Gula Aren/Jawa mengandung Formalin,

 
Dear All,
Berikut tanggapan dari Mary Astuti untuk meluruskan informasi mengenai 
forward-an email saya sebelumnya yang intinya adalah tidak ada penggunaan 
formalin dalam proses pembuatan gula aren/jawa.

Dear Mary,
Thanks untuk penjelasannya.  Sori, saya tidak ada maksud apapun untuk merugikan 
para perajin gula kelapa. Saya kirimkan email anda ini ke semua temen yang 
telah menerima forward-an email sebelumnya. 

Salam,
elis


-----Original Message-----
From: Mary Astuti [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, June 26, 2008 12:58 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: Nurharyanti, Elisabet
Subject: Gula Aren/Jawa mengandung Formalin,

Dear all,
Perkenalkan nama saya Mary Astuti dari Fak Teknologi Pertanian UGM.
Nampaknya demam formalin sudah melanda seluruh lapisan masyarakat, baik dengan 
info yang benar dan akurat maupun info yang kelabu dan info yang merah membara. 
Saya beserta tim UGM sudah lama membina perajin gula kelapa baik didaerah Kulon 
Progo maupun diwilayah Purworedjo kami bahkan membuat satu rumah processing  
sebagai percontohan bagi perajin. Perajin gula kelapa adalah masyarakat yang 
cukup miskin dan tidak ada pilihan lain untuk bekerja selain sebagai perajin 
untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Kalau ada pilihan lain mereka akan 
memilih pekerjaan lain yang lebih baik dan tidak berisiko tinggi. Mengapa? 
memanjat pohon kelapa yang tingginya diatas 10 m tentu berisiko apalagi tanpa 
alat pengaman. Saat ini pemanjat sudah semakin langka karena pemanjat yg sudah 
berumur tidak kuat lagi manjat sedangkan yang muda segan dan kurang bergairah 
untuk pekerjaan seperti itu.
Membuat gula kelapa atau aren tidak semudah mengkonsumsinya baik dalam bentuk 
yang sudah dicampurkan pada es dawet, pada kolak, pada sambel pecel, pada kecap 
dll. Pertama-tama perajin harus memanjat pohon kelapa dengan membawa alat 
penoreh (pisau) dan bumbung atau plastik untuk menampung nira kelapa. Cara 
menyanyat tandan bungakelapa yang berumur satu bulan atau baru  mekar. Tidak 
mudah lho menyadap tandan karena perlu ketrampilan. Pertama bersihkan tandan 
bunga, tandan dipukul-pukul pelan dan ditekuk kesamping sehingga tandan yang 
tadinya tegak menjadi menunduk,  kemudian iris pucuk tandan sekitar 5 cm kearah 
bawah dengan ketebalan sekitar 0,4 cm.. Pengirisan dilakukan pada pagi atau 
sore hari. Cairan yang menetes yg disebut nira ditampung dalam wadah bumbung 
bambu atau ember plastik ataupun jerigen plastik. Pekerjaan ini memerlukan 
keahlian karena para penyadap nira selain harus tahu bagaimana mempersiapkan 
tandan, bagaimana mengiris , bagaimana mereka harus manjat dengan membawa arit, 
bumbung, cairan pengawet atau pengatur pH dan bagaimana mereka harus 
menggelantung di pohon. bisa dibayangkan enggak ya?  Nira adalah cairan  yang 
berasa manis karena mengandung gula sakarosa  10-15% mengandung gula reduksi 
(glukosa) 1,0-2,0%. Cairan yang mengandung gula ini pada saat keluar dari 
tandan mempunyai pH netral sekitar 7, baunya enak dan rasanya manis. Dalam 
kondisi seperti itu dg jumlah airnya sekitar 80-85%, yang dibiarkan terbuka 
dipohon (perlu waktu 8-12jam untuk mendapatkan 0,5-1 L nira per tandan) akan 
digemari mikroorganisme jenis yeast yang akan mengubah gula sukrosa dalam nira 
menjadi alkohol kemudian menjadi asam sehingga nira berasa asam dan tidak bisa 
dikristalkan membentuk gula yang padat apabila dimasak. Para perajin akan 
menambahkan air kapur sekitar 1-2sendok makan kedalam bumbung atau jerigen 
penampung nira. Gunanya air kapur untuk menaikkan pH nira sehingga nira tidak 
disukai yeast, sehingga nira tidak berubah menjadi masam dan pada saat dimasak 
masih bisa menjadi gula yang keras. Ada juga perajin yang menambahkan sayatan 
pohon manggis dengan tujuan yang sama yaitu mencegah aktivitas yeast. Ada pula 
perajin yang menggunakan sodium bisulfit yang berupa bubuk (mereka menyebut 
obat gula). Gunanya sodium bisulfit selain untuk mengawetkan juga untuk 
mempertahankan warna gula jawa menjadi kuning kecoklatan karena mempunyai sifat 
sebagai anti pencoklatan.
Kami tim UGM selain melakukan pembinaan di dua daerah tersebut juga melakukan 
survei untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan gula yang dilakukan di 
berbagai daerah mulai Banyuwangi, Blitar, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, 
Bantul, Kulon Progo, Purworedjo, Kebumen, Banjarnegara, Cilacap, Pangandaran, 
Sukabumi, Banten dan Lampung.
Survei tersebut juga untuk mengetahui zat apa yang digunakan para perajin serta 
permasalahan yang dihadapi perajin dalam melakukan proses pembuatan gula dan 
bagaimana kualitas gula kelapa mereka apa sudah memenuhi persyaratan SNI. 
Pemakaian sodium bisulfit memang dijinkan dengan residunya maksimum 300 ppm. 
Sodium bisulfit pada gula kelapa saat digunakan dalam masakan yang dipanaskan 
pada suhu tinggi akan hilang.
Seperti yang digunakan pada kecap, akan hilang.
Dari pengalaman kami tersebut tidak ada satupun perajin yang menggunakan 
formalin seperti yang anda informasikan. Kasihan sekali perajin kalau harus 
membawa formalin naik keatas pohon dengan risiko tumpah akan mengiritasi mata 
mereka, kulit teriritasi dan bila terhirup mengakibatkan sesak nafas, 
tenggorokan terasa terbakar.
Kalau teman anda butuh gula kelapa yang tidak berformalin bisa kontak saya mau 
perlu berapa ton akan kami kontakkan pada binaan kami.
mungkin perlu kami sampaikan pula mengapa nira yang cair bisa menjadi gula yang 
padat . Proses pembuatan gula kelapa melalui tahapan penyaringan nira agar 
kotoran yang terikut termasuk semut tidak ikut diproses. Kalau semutnya ikut 
diproses bisa mengandung asam format (turunan formalin) karena secara alami 
semut mengeluarkan asam format.
Setelah disaring kemudian dimasak dalam wajan (besi atau tanah) atau dalam 
panci aluminium. Pemasakan nira harus dilakukan segera setelah nira disaring, 
kalau masih menunggu nira yang lain sebaiknya nira yang datang dulu 
didihkansaja kemudian akan dimasak bersama-sama. Pemasakan ini akan 
mengakibatkan air dalam nira menguap dan terjadi perubahan pada sukrosa yang 
disebut karamelisasi (warnanya coklat dan baunya khas karamel), dilakukan 
pengadukan agar terbentuk kristal gula (kadang-kadang perajin menambahkan 
sedikit parutan kelapa untuk memancing terbentuknya inti kristal). Kristalisasi 
dihentikan dengan cara menurunkan masakan dari api apabila diambil sedkit 
masakan diantara ibu jari dan telunjuk tidak putus pada rentang tertentu. 
Pengadukan tetap dilakukan dan segera masakan dicetak dalam cetakan yang sudah 
disiapkan. Maka akan diperoleh gula kelapa yang padat. Apabila jumlah gula 
reduksinya dalam nira banyak maka gulanya tidak bisa keras tetapi agak lembek. 
Gula kelapa ini bisa disimpan dalam suhu ruang dengan kelembaban 80 % sampai 
dua bulan masih bagus. Gula kelapa mudah menyerap air sehingga apabila disimpan 
pada ruangan yang lembab maka gula mudah melelh atau menjadi lembek. Gula 
kelapa yang tahan lama bila disimpan berbeda dengan tahu yang hanya tahan satu 
hari maka perajin tahu menambahkan formalin agar tahu lebih tahan lama. UGM 
juga punya binaan industri tahu tanpa formalin tapi daya simpannya hanya dua 
hari di almari pendingin.
OK itu sedikit info dari kami kalau masih belum jelas bisa langsung hubungi 
kami di UGM. Saya sangat kasihan apabila nanti para perajin yang sudah miskin 
tambah miskin karena rumor yang tidak pas. Mereka akan kehilangan pekerjaan 
yang jadi tumpuan hidupnya. Gula Jawa atau Gula aren sudah diproduksi di 
Indonesia sejak abad ke 7 atau sebelumnya dan cukup menghidupi banyak keluarga 
meskipun katagori mereka miskin dan hanya  pengepulnya yang lumayan hidupnya. 
Salam,
Mary Astuti
FTP UGM
        

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.13.18/1007 - Release Date: 13/09/2007 
21:48
 

Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.13.18/1007 - Release Date: 13/09/2007 
21:48
 

Kirim email ke