Dede Yusuf akan membuka Festival Jajanan Bango 2008 di Bandung 

Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Dede Yusuf besok siang (Sabtu, 28 Juni 2008) 
dijadwalkan akan membuka secara resmi Festival Jajanan Bango 2008. Pesta 
kuliner terbesar di Indonesia tersebut berlangsung di Lapangan Gasibu, Bandung, 
Jawa Barat. Usai acara pembukaan, Dede Yusuf yang menyukai makanan khas 
Nusantara tersebut akan meluangkan waktu untuk berbincang-bincang dengan para 
wartawan di Tenda Media. Sebelum kembali ke Gedung Sate, Wagub akan meninjau 
beberapa stand pilihan yang m
enyajikan  80 aneka makanan tradisional khas Jawa Barat dan makanan persembahan 
Duta Bango dari 8 kota di Indonesia.

Festival Jajanan Bango adalah persembahan PT Unilever Indonesia Tbk. dalam 
rangka mengangkat citra makanan khas Indonesia, dimana FJB tahun ini merupakan 
kegiatan yang keempat kalinya. "Tahun 2008 ini adalah saat paling istimewa bagi 
Bango, mengingat bertepatan dengan perayaan ulang tahun Bango yang ke-80, 
dimana Bango telah berkiprah di Indonesia sejak 1928," tutur Okty Damayanti, 
Foods Director PT Unilever Indonesia Tbk. Menurutnya, festival kuliner 
persembahan Bango yang kali ini bertema "80 Tahun Bango, Kualitas Sepanjang 
Masa", diselenggarakan sebagai upaya Bango untuk mengajak masyarakat luas ikut 
melestarikan berbagai makanan tradisional Nusantara warisan nenek moyang kita, 
sekaligus menjadi ajang perayaan ulang tahun Bango ke-80.  

"Digelarnya FJB juga sebagai upaya Bango untuk ikut berperan serta dalam 
mensukseskan program Tahun Kunjungan Wisata (Visit Indonesia Year) 2008 melalui 
wisata kuliner. Dengan lebih menghidupkan kegiatan wisata kuliner melalui ajang 
FJB, diharapkan dapat ikut memajukan sektor pariwisata di Indonesia," jelas 
Okty. "Kami menyadari bahwa makanan adalah bagian yang amat penting dari 
budaya. Festival kuliner tahunan ini diharapkan dapat mendukung kemajuan 
pariwisata Indonesia dan menjadi agenda tahunan wisata kuliner bagi kota-kota 
yang disinggahi dan yang ikut serta dalam FJB," imbuhnya. Ia berharap, makanan 
tradisional khas Nusantara dapat menjadi duta budaya yang ampuh untuk 
mempromosikan Indonesia ke mancanegara. 

Indonesia memiliki beribu macam makanan khas dari Sabang hingga Merauke. Banyak 
sekali olahan makanan khas Indonesia yang menggunakan kecap sebagai salah satu 
bahannya. Kecap, terutama kecap manis, menjadi bagian yang sangat penting dalam 
kekayaan kuliner Nusantara. Penggunaan kecap yang terbuat dari kedelai hitam 
dan gula kelapa berkualitas tinggi dapat memberikan kekayaan rasa terhadap 
masakan. Selain untuk bahan memasak, kecap juga kerap dipakai untuk dicurahkan 
pada makanan (topping) ataupun sebagai sambal cocolan. "Selama 80 tahun hadir 
di tengah masyarakat, Bango yang terbuat dari 4 bahan alami pilihan - kedelai 
hitam, gula kelapa, garam dan air -  secara konsisten menjaga kualitas rasa 
yang telah teruji sejak 1928,"  pungkas Okty. 

Festival Jajanan Bango 2008 hadir di Bandung

Bango yang punya misi untuk ikut melestarikan makanan khas Nusantara kembali 
menghadirkan acara tahunan FJB di Bandung. Tahun 2008 ini adalah kali ketiga 
Bango menggelar festival jajanan di Bandung, dimana Kota Kembang mendapat 
giliran sebagai kota kedua menjadi tuan rumah FJB 2008, setelah meraih sukses 
di Surabaya. Menyusul kemudian, akan digelar acara puncak di Jakarta. 

Digelar sehari penuh pada hari Sabtu, 28 Juni 2008 di Lapangan Gasibu, arena 
FJB mulai dibuka untuk umum pada pukul 12 siang hingga 11 malam. Khusus untuk 
Bandung, kali ini FJB menyajikan berbagai makanan dan jajanan tradisional khas 
Jawa Barat seperti Bubur Ayam H. Mang Oyo, Ikan Bakar Mak Uneh, Lotek Bu Cicih, 
Ayam Goreng Eli, Sate Sapi Cimandiri, Nasi Goreng Mawut, Sop Buntut Warung 
Lela, Soto Bandung Ojolali,  Lontong Kari Gang Kebon Karet, Aneka Pepes Ikan 
Jl. Indramayu, Kikil Cimandiri, Batagor Elizabeth dan masih banyak lagi yang 
lainnya.  

"Melalui FJB, kami ingin mengajak masyarakat luas untuk melestarikan aneka 
masakan tradisional yang sudah dikenal luas dan dinikmati secara turun temurun 
dimana keberadaannya saat ini kalah populer dengan makanan siap saji dari 
mancanegara," ucap Memoria Dwi Prasita, Brand Manajer Bango, yang akrab disapa 
Memor. "Dalam festival kuliner inilah kita bisa memperkenalkan salah satu 
kekayaan budaya Nusantara, terutama keanekaragaman makanannya," tambahnya. 
Menurut Memor, dengan adanya kegiatan semacam FJB, diharapkan kecintaan 
masyarakat Indonesia terhadap warisan kuliner Nusantara kian tumbuh dan 
berkembang secara meluas.

Sesuai dengan tema pilihan, FJB kali ini akan menghadirkan 80 makanan 
tradisional khas dari daerah setempat. Dan masih ditambah lagi partisipasi dari 
8 Duta Bango dari luar kota. Para penjaja makanan yang akan tampil di FJB tahun 
ini mewakili kota Surabaya, Jakarta, Bandung, Madiun, Yogyakarta, Makassar, 
Bogor, Solo, dan Medan secara bergantian.   Para Duta Bango yang ikut serta 
dalam FJB 2008 di Bandung adalah Kambing Guling Pondok Sate Pejompongan 
mewakili Jakarta, Tengkleng Bu Edi mewakili Solo, Soto Udang racikan RM Rinaldy 
mewakili Medan, Nasi Tutug Oncom olahan Saung Kiray mewakili Bogor, Pecel Murni 
Madiun, Tahu Campur Cak Har mewakili Surabaya, Nasi Jamblang Mang Doel dari 
Cirebon dan Mie Titi RM Pelangi khas Makassar. Sedangkan Kupat Tahu Gempol 
terpilih sebagai Duta Bango wakil Bandung yang sudah ikut serta dalam gelaran 
FJB 2008 sebelumnya di Surabaya. Ini adalah kesempatan langka, dimana kita bisa 
mencicipi aneka ragam masakan Nusantara dengan citarasa enak dan kondang yang 
bisa dinikmati dalam satu kesempatan. "Inilah salah satu keunggulan FJB, dimana 
kita bisa menikmati berbagai makanan khas Nusantara tanpa harus mengunjungi 
satu-persatu tempat makan enak yang tersebar di berbagai daerah," jelas Memor. 

FJB kali ini akan lebih memanjakan para pengunjung. Sambil menyantap kelezatan 
aneka makanan dan jajanan khas Nusantara, tersaji berbagai acara hiburan yang 
menawan. Menyadari bahwa makanan merupakan bagian dari budaya, FJB juga 
menampilkan berbagai macam kesenian tradisional yang ikut meramaikan acara ini. 
Pada malam hari, para pengunjung juga dapat menikmati penampilan pertunjukan 
musik yang menghibur. Khusus buat para pengunjung yang membawa balita dan anak 
kecil, tersedia juga tempat bermain untuk anak, sehingga FJB dapat menjadi 
hiburan bagi seluruh anggota keluarga.

Sebagai pemandu acara FJB tahun ini adalah pasangan Bintang Lazuardi dan Dania 
yang akan mengajak para pengunjung untuk mengikuti kuiz dan games interaktif 
"Serba 80" dengan aneka ragam hadiah menarik, seperti voucher makan gratis 
untuk 80 pengunjung pada tiap putaran, dari pagi hingga malam hari. Segmen 
acara menarik lainnya adalah demo masak bersama Koki Bango yang akan berbagi 
kiat meracik beragam menu masakan tradisional ala Bango. 

"Kami sangat gembira melihat animo masyarakat dan para penjaja makanan terhadap 
FJB yang digelar tahun lalu. Tidak hanya ibu-ibu, tetapi bapak-bapak dan para 
remaja juga turut berpartisipasi. Hal ini sesuai dengan target Bango yang 
memang menempatkan FJB sebagai ajang untuk memperkenalkan salah satu warisan 
budaya yaitu kuliner dan kemasan pertunjukan seni tradisional kepada berbagai 
generasi dan segenap lapisan masyarakat," papar Memor. 

Selain dinikmati para pengunjung, adanya FJB juga memberi pengaruh positif 
kepada para penjaja makanan yang berpartisipasi, karena dengan keikutsertaan 
mereka, pelanggan menjadi bertambah dan usaha mereka dapat lebih berkembang. 
Sebagai bentuk apresiasi kepada para penjaja makanan yang mengikuti FJB, di 
penghujung acara Bango akan menganugerahkan penghargaan kepada peserta terbaik, 
salah satunya pemilihan dekorasi terbaik (best decoration). Total hadiah uang 
tunai yang diperebutkan sebesar Rp 8 juta untuk masing-masing kota dimana FJB 
digelar. 

Gelaran FJB tahun ini juga melibatkan para penggemar kecap Bango dan pecinta 
kuliner Nusantara yang bergabung dalam satu wadah yang diberi nama Komunitas 
Bango Mania (KoBaMa). KoBaMa akan menunjukkan kepeduliannya dengan mengedukasi 
masyarakat tentang perlunya mencintai kuliner Nusantara warisan nenek moyang 
kita. 

Kirim email ke