Gandhi Suryoto: Yang menarik dari iklan ini adalah terasa lebih mencerminkan realitas (elemen yang menurut saya sangat penting). Voice over yang mengatakan: "Harapan Anda hanya Kecap Bango." menguatkan product benefit dan menjadi solusi situasional.
Teguh B.Arianto: Dibanding dengan kompetitornya, iklan ini terlihat berbeda dan lebih menarik karena di-inject sebuah cerita singkat di dalamnya. Secara keseluruhan, iklan ini dikemas lebih down to earth, gak banyak tambahan kosmetik sehingga lebih terasa real. Yazied Syafaat: Iklan yang cukup berbeda dalam eksekusi dengan insight yang sangat kuat. Kecap Bango berani keluar dari iklan-iklan kecap yang generik. Komentar dari konsumen Narasumber: 1.. Ramdhan Fista Apresia (Ramdhan), Jl. Sukarela No.19 Rt.02/Rw. 05 Ciledug Tanggerang, pegawai swasta. 2.. Dian Puspasari (Dian), J. Kebon Kelapa No. 15 Jakarta Timur, pegawai swasta. Ramdhan Iya, saya cukup tahu iklan ini. Yang paling saya ingat dari iklan tersebut adalah adegan pada saat seorang ibu mau beli ayam, tetapi ayamnya sudah habis. Akhirnya si ibu mengganti bahan masakan ayam dengan telur. Pesannya, menurut saya, memasak apa pun, bila memakai Kecap Bango sebagai bumbunya akan menjadi lebih enak. Dian Ingat banget iklan ini. Apalagi adegan pada saat ibu yang menjadi model dalam iklan tersebut sedang mengejar tukang ayam. Itu sangat mengambarkan susahnya mencari bahan untuk memasak. Yang menarik dari iklan ini, adalah pas si ibu tersebut mengganti bahan masakan yang tadinya ayam menjadi telur. Pesan yang saya tangkap dari iklan tersebut adalah bahwa masakan enak tidak harus dilihat dari bahannya tetapi dari kecapnya. Panelis Ad Review: GANDHI SURYOTO, Managing Partner TGF-Lemonade Gandhi Suryoto Lulusan Institut Seni Indonesia Fakultas Seni Rupa dan Disain, Jurusan Disain Komunikasi ini sebetulnya sering menjadi anggota juri Ad Review Majalah MIX Marketing Xtra. Namun baru kali ini wajahnya kami muat di sini. Gandhi Suryoto memulai karirnya di dunia advertising sejak 1986 sebagai graphic designer. Sempat berkarir di berbagai agensi periklanan lokal dan internasional seperti Fortune Indonesia, Bates Indonesia, McCann Erickson, Leo Burnett Indonesia, DM Pratama, dan Dentsu Indonesia-sebagai art director dan creative director, Gandhi akhirnya memutuskan pindah kuandran menjadi seorang entrepreneur. Peraih penghargaan kreatif pada berbagai ajang kompetisi seperti Citra Pariwara, London International Advertising Awards, Times Asia Pacific Awards, dan New York Festivals ini pada Desember 2007 resmi mendirikan TGF-Lemonade bersama dua orang partner bisnisnya. Di sela-sela kesibukan profesionalnya, Gandhi masih menyempatkan diri membagi pengetahuannya dengan menjadi juri pada berbagai festival periklanan (Citra Pariwara, AP Adfest, Mobius International Award, dan Pinasthika Award) dan menjadi dosen pembina skripsi pada Jurusan DKV Universitas Taruma Negara Jakarta. TEGUH B. ARIANTO, Managing Partner BERAKAR KOMUNIKASI Teguh B. Arianto Teguh B. Arianto yang akrab disapa Caplak ini mulai terjun ke dunia advertising sejak 1996 di sebuah local agency. Pada 2000 Teguh bergabung dengan agensi internasional McCann Erickson. Selama tiga tahun pertama di McCann, lulusan Desain Grafis Universtitas Trisakti ini dipercaya menangani merek-merek The Coca-Cola Company. Dan lima tahun terakhir di McCann Erickson, Teguh dipercaya menangani merek-merek Nescafe, Bakmi GM, URC, Star Mild, X Mild, Sejati, Country, dan Bentoel Biru-lima merek terakhir merupakan merek-merek milik kelompok Bentoel. Merasa membutuhkan tantangan baru, sejak Maret 2008, pria kelahiran Bandung, 38 tahun silam ini mendirikan agensi periklanan "Berakar Komunikasi" bersama partnernya, Yoga Adhitrisna. Yazied Syafaat, Creative Director Srengenge Advertising Jogja. Sumber: Majalah Mix http://mix.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=42&Itemid=54
<<review_ad_kecap_gandysuryoto.jpg>>
<<review_ad_kecap_teguhbariyanto.jpg>>
