Dear moderator,

saya mo daftar lomba blog & foto. Sebenernya udah pernah SMS ke nomornya om 
mod, cuma nggak nyampe kali ya,
berikut data diri saya:

nama: Adi wiratmo
alamat: surabaya
no telp/hp: 031-77597799 / 0817321959
alamat blog: http://www.viewimaging.blogspot.com

thanks
Adi W.

--- On Mon, 6/30/08, mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Blog - Re: [bango-mania] Ketika Bango mencari teman sejati
To: [email protected]
Date: Monday, June 30, 2008, 1:44 AM










    
            


Dear Bango Mania,
 
Mengingat tak lagi lama deadline lomba ngeblog ala 
Bango buat peserta dari Surabaya dan sekitarnya (FJB 08 
Surabaya), mohon para peserta mengirimkan karyanya sekaligus data 
pribadinya ke panitia.
Termasuk artikel di blog View Imaging ini 
sebenarnya layak untuk diikutsertakan dalam lomba, namun kami belum menerima 
data pribadi penulisnya.
 
Ditunggu ya
 
salam,
 
mod
 
 
 

  ----- Original Message ----- 
  From: 
  mediacare 
  
  To: bango-mania@ yahoogroups. com ; Wisata-Makanan@ yahoogroups. com 
  ; teras-kuliner@ yahoogroups. com 
  ; belajar-Masakan@ yahoogroups. com 
  ; media jatim ; jatim_mania ; tourismindonesia@ yahoogroups. com 
  ; media jabar ; media jakarta 
  Sent: Monday, June 30, 2008 2:43 PM
  Subject: [bango-mania] Ketika Bango 
  mencari teman sejati
  

  
  
  
  
  Sabtu, 2008 Juni 07
  
  FJB Surabaya 2008: Ketika Bango Mencari Teman 
  Sejati 
  
   Surabaya, 
   kota sejarah yang kaya pesona kuliner. 
  Disinilah Bango memulai petualangan kuliner perdananya di tahun 
  2008. Yang dikemas dalam sebuah kegiatan berjudul Festival Jajanan Bango 
  (FJB). Sebuah pilihan yang tepat, menurutku. Karena Surabaya punya segudang 
  menu makanan klasik dan unik.


  
  
  
  
  
  
  
  
  
  Pada 10 Mei tepat pukul 11 siang, Bango menjejakkan 
  kaki di stadion Brawijaya, sebuah lapangan rumput yang luas di tengah 
kompleks 
  militer di Surabaya . Kedatangan Bango yang keempat 
  kalinya ini diiringi dengan umbul-umbul dan balon raksasa bertuliskan 80 
  tahun….??? 
  


  
  Ooo….rupanya tahun ini Bango genap berusia 80 tahun. 
  Pantas saja kali ini Bango mengusung 80 pusaka kuliner yang ada di 
  Surabaya . Mulai dari menu yang amat klasik semacam 
  semanggi, rujak cingur dan lontong balap hingga menu fusion seperti es 
  cream puter La Spezia dan rujak soto. Masih ditambah 
  lagi dengan hadirnya 8 duta Bango mewakili 8 kota yang 
  merepresentasikan makanan tradisionalnya masing-masing
  
  Wisata kuliner yang dijalani Bango kali ini tak 
  sia-sia. Bango bertemu dengan Soto madura Wawan. Pertemuan yang sangat 
  berkesan. Saat Bango duduk berdampingan dengan semangkuk soto yang berisi 
  daging dan jeroan sapi….wow sontak soto yang diracik dengan bumbu khas 
  pulau garam itu berteriak “boo…..nyaman onggu 
  tak..iye” (wah lezat sekali, red).
  
  Soto Madura adalah salah satu menu tradisional yang banyak dijual 
  di Surabaya. Yang jualpun tak hanya satu orang. Salah satu yang terkenal ya, 
  Soto Wawan yang buka cabang dibeberapa kawasan di 
  Surabaya .
  Soto dijual panas-panas dalam sebuah panci berukuran besar yang 
  ditempatkan dalam pikulan. Jadi kesan tradisionalnya jelas tergambar. 
Ditambah 
  lagi Wawan sang empunya tenda soto ini juga mencoba merepresentasikan 
  dagangannya melalui baju sakera lengkap dengan ikat kepala (pakaian adat 
  lelaki Madura) yang dikenakannya sembari melayani pembeli.
  

  
  Dari tenda soto, Bango bergeser menuju tenda Tahu tek. Ini 
  juga hidangan khas Surabaya . Lewat obrolan santai 
  bersama Tahu tek terungkap kalau dia telah lama mengenal Bango. Tahu tek 
  berkisah, sedari dulu dia sudah jatuh hati pada Bango (duh bangganya punya 
  pengagum rahasia…. batin si Bango)
  
  Sambil berbisik Tahu tek coba membocorkan rahasia dapurnya. 
  “Bahan utamaku adalah potongan tahu goreng, tauge pendek yang direbus dan 
  kentang rebus. Bumbuku terdiri dari kacang goreng, cabai rawit, bawang putih, 
  garam dan petis udang. Semuanya diulek hingga halus. Nah dibagian terakhir 
ini 
  aku selalu menyertakan dirimu,” ungkap Tahu tek meyakinkan. Sementara Bango 
  memandang Tahu tek dengan tatapan penuh tanda tanya.
  
Kata pak Ali Misnan yang punya warung di jalan Dinoyo 147 ini, 
  campuran bumbu yang sudah halus itu, nggak mantep kalau belum 
  ditambahkan kecap Bango yang hitam manis. Baru setelah itu bumbunya 
dituangkan 
  ke atas tahu. Ditambah taburan bawang goreng dan irisan daun seledri, 
  ck…ck…ck rasane klop lan muantepp (rasanya klop dan 
  mantap, red),” puji Tahu tek dalam logat Suroboyoan yang kental. 
  Dan Bango pun manggut-manggut sembari tersenyum bangga.
  
Dua teman sudah Bango temui. Setelah menenggak sebotol air 
  mineral, Bango melanjutkan petualangannya. Pilihan Bango jatuh pada tenda 
  Lontong Balap pak Gendut yang sehari-hari mangkal di daerah Kranggan. 
“Makanan 
  apaan nih? Kok ada lontong pake balapan segala,” tanya Bango dalam 
  hati. Karena penasaran, Bango lantas berucap,”Mana balapannya? Siapa yang 
  balapan?”. “Tenang-tenang… .,” kata Lontong Balap seolah tahu kebingungan 
  Bango.
  
  

  “Sejarah keberadaanku dimulai ketika dulu ada sebuah kampung di 
  Surabaya , tempat tinggal para penjual lontong balap itu. 
  Nah kalau pagi hari mereka berbondong-bondong berangkat berjualan lontong 
  dengan menggunakan gerobak dorong. Karena yang berjualan begitu banyak, jadi 
  saat mendorong gerobaknya, seperti saling berkejaran layaknya orang sedang 
  balapan,” cerita Lontong balap penuh semangat.
  

  Setelah mengamati Lontong balap, Bango jadi tahu kalau 
  makanan ini memang unik dan cuma ada di Surabaya . Isinya 
  potongan lontong, tahu goreng, tauge rebus dalam jumlah yang lumayan banyak 
  dan lento (gorengan berbahan singkong parut kasar dan kacang tolo) yang 
  disiram dengan kuah berbumbu petis. Dimakan pakai sate kerang cocok 
  banget.
  
“Ayo coba! kalo sampeyan gabung sama aku, 
  dijamin yang beli Lontong balap langsung bilang, suedeppp poll, 
  rek (sedap sekali)!” ajak Lontong balap pada Bango. Seperti 
  sebelumnya Bango tak mungkin menolak ajakan teman-teman yang telah dengan 
  setia mendukung kesungguhan Bango dalam upaya melestarikan warisan kuliner 
  Nusantara ini.
  
  Selain bertemu dengan banyak makanan tradisional, Bango juga 
  bertemu teman-teman dari beragam unsur. Ada koBaMa, itu 
  loh Komunitas Bango Mania yang selama ini sudah punya ribuan anggota dan 
punya 
  komitmen sama dalam membumikan pusaka kuliner tanah air tercinta. Sejak jauh 
  hari anggota KoBaMa yang tersebar di berbagai daerah maupun yang di luar 
  Indonesia saling bertukar info tentang kegiatan FJB 2008 
  ini.
  
Juga teman dari TPC, Tugupahlawan. com sebuah komunitas 
  blogger lokal Surabaya yang begitu bersemangat 
  mempromosikan kegiatan ini melalui blog-blog mereka.
  
   Ada pula teman-teman pengunjung umum yang 
  sengaja nongkrong di lokasi FJB dari pagi hingga malam demi memuaskan hasrat 
  mencicipi beragam citarasa tradisional yang memang mulai sulit dicari. 
  Ah…..Bango benar-benar merasa tersanjung melihat begitu banyak atensi dan 
  apresiasi positif yang diberikan oleh para sahabat.

  

  
  O…iya..di FJB kali ini, Bango secara khusus juga berbagi 
  kebahagiaan dengan teman petani-petani kedelai hitam. Bango menganggap 
  petani-petani ini punya kontribusi besar dalam menghasilkan bahan 
  baku kedelai hitam yang berkualitas untuk menghasilkan 
  kesempurnaan rasa. Sehingga "kualitas sepanjang 
  masa" pun tetap bisa Bango pertahankan.
  

  
  Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Saatnya Bango 
  harus menghentikan sejenak petualangan kulinernya. Meskipun sedih karena 
harus 
  berpisah dengan semuanya, namun Bango menyimpan sebuah semangat. Tak lama 
lagi 
  wisata kuliner Bango akan singgah di Bandung dan 
  Jakarta . Itu artinya, pada gelaran FJB di dua 
  kota tersebut, Bango masih akan bertemu dengan banyak 
  teman.
  
Satu keinginan yang terus diimpi-impikan Bango melalui 
  petualangan kuliner yang dia jalani ini. Kelak kita semua akan bangga 
  meninggalkan jejak pusaka kuliner yang kaya ragam untuk anak cucu di masa 
  mendatang.


  
  
  Diposting oleh view imaging 
  di  06:45  
  
  Label: festival jajanan bango surabaya 2008 
  
  
  
  0 komentar: 
  
  Posting sebuah Komentar 
  
  
  Posting Lama Halaman Muka 
   
  
  
  Berlangganan: Posting 
  Komentar (Atom) 
   
  http://viewimaging. blogspot. com/2008/ 06/fjb-surabaya- 2008-ketika- 
bango-mencari. html
  

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke