double decker itu mah, bukan dekker.

2008/7/5 Fajar Handika <[EMAIL PROTECTED]>:

>    Mas Iwan,
>
> Kalau Double Dekker yang sering jadi camilan itu ada hubungannya dengan
> Douwes Dekker ngga ya?
>
> hehehehehe...
>
> Andy.
>
>
> On Jul 3, 2008, at 3:22 PM, Iwan Pribadi wrote:
>
> Dear All,
>
> Maaf sebelumnya, tapi setahu saya *Douwes Dekker* yang aka. *Multatuli* (1820
> - 1887) itu tidak sama dengan *Douwes Dekker* yang aka. *Danoedirdja
> Setiaboedi* (1879 - 1950).
>
> Douwes Dekker  aka. Multatuli itu nama lengkapnya adalah *Eduard Douwes
> Dekker *yang merupakan penulis buku yang berjudul *Max Havelaar* (1860).
>
> Sedangkan  Douwes Dekker aka. Danoedirdja Setiaboedi, nama lengkapnya
> adalah *Ernest Douwes Dekker* yang merupakan pahlawan pergerakan nasional
> dan salah satu pendiri *Indische Partij* (1913).
>
> Hubungan antara keduanya adalah konon kakeknya Danoedirdja Setiaboedi ini
> adalah saudaranya Multatuli.
>
> Demikian, CMIIW...
>
>
> Maturnuwun,
>
>
> Iwan Pribadi
> Marketing dan Promosi
> Gudeg.Net - Gudang Info Kota Jogja
> http://gudeg.net
> Jl. Petung No. 31 Papringan
> Yogyakarta INDONESIA 55281
> telp. +62-274-554444
> faks. +62-274-553055
>
>
> mediacare wrote:
>
>
> Di Bandung ada kurang lebih 13 nama orang asing yang berjasa bagi ilmu
> pengetahuan dan teknologi, akan tetapi ada beberapa nama yang penulisan
> namanya masih kurang tepat atau salah dan tidak lengkap -mungkin ketidak
> lengkapan dapat di terima, karena memang terlalu panjang. Kita mulai dari
> pusat kota: jl. Marconi, Nama lengkapnya Giuglielmo Marconi penemu
> *wireless
> telegraph* (1896), menerima hadiah Nobel bidang Fisika tahun 1909. Jl.
> Morse. Nama lengkapnya Samuel Finley Breese Morse. Morse lulus dari Yale
> University pada tahun 1810, adalah penemu dan pengembang telegraph
> electronik, Morse juga dikenal sebagai pencipta Morse Code, Morse dikenal
> juga sebagai pelukis yang cukup terkenal di Amerika.
>
> Jln. Van de Venter dari Van De Venter, tokoh politik etis atau politik
> balas budi, karena beliau lah edukasi moderen di introdusir di Hindia
> Belanda yang kemudian melahirkan para intelektual Bumiputra. Kemudian di
> sekitar jalan Dipatiukur, Jl.Rd Patah terselip jalan Multatuli, tidak lain
> dari Douwes Dekker tokoh pergerakan nasional, pendiri Indische Partij,
> seorang Indo yang sangat berpihak pada rakyat Indonesia, ia kemudian ia
> berganti nama menjadi Dr. Danoedirdja Setyaboedi (di abadikan dengan
> Jl.Dr.Setiabudi) .
>
> Jl. Prof. Eijkman, nama lengkapnya Christiaan Eijkman dokter lulusan
> Universitas Amsterdam, kemudian bertugas di Hindia Belanda tahun 1883-1885,
> meneliti bakteri penyakit beri-beri bersama Robert Koch, Prof. Eijkman
> pernah menjadi direktur laboratorium patologi dan bakteriologi STOVIA
> (sekolah dokter pertama di Indonesia yang melahirkan tokoh tokoh perintis
> kemerdekaan Indonesia), puncak prestasi nya adalah ketika Eijkman menemukan
> Vitamin B1 (Thiamine), mendapatkan hadiah Nobel untuk bidang Kedokteran
> tahun 1929, Eijkman menjadi guru besar di Utrecht University.
>
> Jl.Dr. Currie, ini Currie yang mana? Marie Currie atau Pierre Currie? Marie
> Currie, adalah istri dari Pierre Currie, sebelum menikah dengan Pierre
> Currie ia bernama Maria Sklodowska ( Polandia ), Marie Currie adalah wanita
> pertama penerima Hadiah Nobel, dan dua kali mendapatkan Nobel untuk dua
> bidang ilmu yang berbeda, tahun 1903 bersama Hendri Becquerel dan Pierre
> Currie mendapat Nobel untuk bidang Fisika. Pada tahun 1911 Marie Currie
> mendapatkan Nobel untuk bidang Kimia, Marie Currie terkenal dengan
> penelitian dan penemuannya mengenai radioaktif dari uranium, Marie Currie
> adalah professor wanita pertama yang mengajar di Universitas Sorbone Paris,
> dan mendirikan Radium Institut (institut du Radium) di University of Paris.
> Marie Currie wafat karena Luekimia yang disebabkan karena
> radioaktif/radiasi
> yang mana ia jadikan bahan penelitiannya, untuk mengenang dan menghormati
> jasanya pemerintah Perancis pada tahun 1995 telah menyimpan abu jenazahnya
> di Pantheon Paris, dan Bandung mengenang jasa nya dengan menamakan salah
> satu jalannya dengan nama jalan Currie,
>
> Jalan Dr. Erlich, seharusnya Ehrlich, nama lengkapnya Paul Ehrlich, dokter
> lulusan Universitas Leipzig Jerman, merintis penelitian dalam bidang
> Hematologi, imunologi, Chemotherapy dan Sterilisasi mendapat hadiah Nobel
> untuk bidang Kedokteran pada tahun 1908.
>
> Jl.Nyland , dari Dr. Nijland, nama lengkapnya Anton Albert Nijland adalah
> penemu vaksin kolera (1911). Jl. Dr. Westhoff, seorang ahli mata, yang
> berjasa mendirikan rumah sakit mata dan panti untuk orang buta di Bandung
> (sekarang menjadi Wiyata Guna, jl.Pajajaran)
>
> Jl.Rontgen nama lengkapnya Wilhelm Conrad Rontgen (1845-1923), Guru Besar
> Fisika di Universitas Strasbourg, Giessen, Wurzburg dan Munich, penemu
> sinar
> X. Penemuannya memberikan kontribusi yang luar biasa bagi dunia kedokteran.
>
> Jl.Dr Otten, Dr. L.Otten menemukan vaksin pes (sampar) pada tahun 1934,
> juga vaksin cacar (1917) ketika bertugas di Hindia Belanda. jl.Bosscha,
> Nama lengkapnya Karel Rudolf Bosscha,pada tahun 1923 bersama *Nederlandsch
> Indische Sterrenkundige Vereeniging* (perkumpulan ahli asronomi Hindia
> Belanda) mendirikan peneropong bintang di Lembang yang kini dikenal dengan
> Observatorium Bosscha, yang keberadaannya saat ini mulai terganggu dengan
> maraknya pembangunan fisik di sekitar Bandung Utara dan Lembang.
>
> Jl. Pasteur, kerap dilafalkan jalan Pastur, dan banyak orang
> mengasosiasikannya dengan pendeta katolik. Nama lengkapnya Louis Pasteur
> (1822-1895), sangat berjasa dalam bidang iptek, kedokteran dan indusrti,
> penemu vaksin rabbies, antrax, dan penemu proses pasteurization, Pasteur
> mendapatkan gelar PhD pada usia 26 tahun dari *Ecole Normale Superieure
> *Paris,
> Bio Farma adalah salah satu lembaga yang terus mengembangkan vaksin, yang
> dasarnya adalah penemuan dari Louis Pasteur.
>
> Nah, ketika kita sampai ke Jl Dr. Setiabudi, orang lupa siapa beliau? Dr.
> Danoedirdja Setyaboedi adalah pahlawan nasional, dan pernah lama tinggal
> di salah satu rumah di jalan Dr.Setiabudi. Dulu Jl.Dr.Setiabudi bernama
> Lembang Weg. Penulisan namanya pun beragam, Setia Budi, Setyabudi,
> Setiabudhi, dll. Kini Jl. Setiabudi identik dengan Jl. Rumah Mode, yang
> selalu macet dikala weekend.
>
> Sumber bacaan : Encyclopaedia Britanica (2006), Winkler Prins Geillustreede
> Encyclopaedie (1921), Sejarah Nasional Indonesia (1983), Stad in Beeld
> Erasmus Taalcentrum (2006), dan Buku Kuncen Bandung Kang Harry Kunto
> (Alm)**
>
> * *
>
> Rizki W Soemadipradja
>
> Dosen Hukum Pranata Pembangunan (Arsitektur Itenas) dan HaKI (Desain
> Produk
> Itenas)
>
>
> mediacare
> http://www.mediacare.biz
>
>
>
>  




-- 
hit me on www.adhamsomantrie.com

Kirim email ke