Di Bandung ada kurang lebih 13 nama orang asing yang berjasa bagi
ilmu
pengetahuan dan teknologi, akan tetapi ada beberapa nama yang
penulisan
namanya masih kurang tepat atau salah dan tidak lengkap -mungkin
ketidak
lengkapan dapat di terima, karena memang terlalu panjang. Kita
mulai dari
pusat kota: jl. Marconi, Nama lengkapnya Giuglielmo Marconi
penemu *wireless
telegraph* (1896), menerima hadiah Nobel bidang Fisika tahun
1909. Jl.
Morse. Nama lengkapnya Samuel Finley Breese Morse. Morse lulus
dari Yale
University pada tahun 1810, adalah penemu dan pengembang telegraph
electronik, Morse juga dikenal sebagai pencipta Morse Code, Morse
dikenal
juga sebagai pelukis yang cukup terkenal di Amerika.
Jln. Van de Venter dari Van De Venter, tokoh politik etis atau
politik
balas budi, karena beliau lah edukasi moderen di introdusir di
Hindia
Belanda yang kemudian melahirkan para intelektual Bumiputra.
Kemudian di
sekitar jalan Dipatiukur, Jl.Rd Patah terselip jalan Multatuli,
tidak lain
dari Douwes Dekker tokoh pergerakan nasional, pendiri Indische
Partij,
seorang Indo yang sangat berpihak pada rakyat Indonesia, ia
kemudian ia
berganti nama menjadi Dr. Danoedirdja Setyaboedi (di abadikan dengan
Jl.Dr.Setiabudi) .
Jl. Prof. Eijkman, nama lengkapnya Christiaan Eijkman dokter lulusan
Universitas Amsterdam, kemudian bertugas di Hindia Belanda tahun
1883-1885,
meneliti bakteri penyakit beri-beri bersama Robert Koch, Prof.
Eijkman
pernah menjadi direktur laboratorium patologi dan bakteriologi
STOVIA
(sekolah dokter pertama di Indonesia yang melahirkan tokoh tokoh
perintis
kemerdekaan Indonesia), puncak prestasi nya adalah ketika Eijkman
menemukan
Vitamin B1 (Thiamine), mendapatkan hadiah Nobel untuk bidang
Kedokteran
tahun 1929, Eijkman menjadi guru besar di Utrecht University.
Jl.Dr. Currie, ini Currie yang mana? Marie Currie atau Pierre
Currie? Marie
Currie, adalah istri dari Pierre Currie, sebelum menikah dengan
Pierre
Currie ia bernama Maria Sklodowska ( Polandia ), Marie Currie
adalah wanita
pertama penerima Hadiah Nobel, dan dua kali mendapatkan Nobel
untuk dua
bidang ilmu yang berbeda, tahun 1903 bersama Hendri Becquerel dan
Pierre
Currie mendapat Nobel untuk bidang Fisika. Pada tahun 1911 Marie
Currie
mendapatkan Nobel untuk bidang Kimia, Marie Currie terkenal dengan
penelitian dan penemuannya mengenai radioaktif dari uranium,
Marie Currie
adalah professor wanita pertama yang mengajar di Universitas
Sorbone Paris,
dan mendirikan Radium Institut (institut du Radium) di University
of Paris.
Marie Currie wafat karena Luekimia yang disebabkan karena
radioaktif/radiasi
yang mana ia jadikan bahan penelitiannya, untuk mengenang dan
menghormati
jasanya pemerintah Perancis pada tahun 1995 telah menyimpan abu
jenazahnya
di Pantheon Paris, dan Bandung mengenang jasa nya dengan
menamakan salah
satu jalannya dengan nama jalan Currie,
Jalan Dr. Erlich, seharusnya Ehrlich, nama lengkapnya Paul
Ehrlich, dokter
lulusan Universitas Leipzig Jerman, merintis penelitian dalam bidang
Hematologi, imunologi, Chemotherapy dan Sterilisasi mendapat
hadiah Nobel
untuk bidang Kedokteran pada tahun 1908.
Jl.Nyland , dari Dr. Nijland, nama lengkapnya Anton Albert
Nijland adalah
penemu vaksin kolera (1911). Jl. Dr. Westhoff, seorang ahli mata,
yang
berjasa mendirikan rumah sakit mata dan panti untuk orang buta di
Bandung
(sekarang menjadi Wiyata Guna, jl.Pajajaran)
Jl.Rontgen nama lengkapnya Wilhelm Conrad Rontgen (1845-1923),
Guru Besar
Fisika di Universitas Strasbourg, Giessen, Wurzburg dan Munich,
penemu sinar
X. Penemuannya memberikan kontribusi yang luar biasa bagi dunia
kedokteran.
Jl.Dr Otten, Dr. L.Otten menemukan vaksin pes (sampar) pada tahun
1934,
juga vaksin cacar (1917) ketika bertugas di Hindia Belanda.
jl.Bosscha,
Nama lengkapnya Karel Rudolf Bosscha,pada tahun 1923 bersama
*Nederlandsch
Indische Sterrenkundige Vereeniging* (perkumpulan ahli asronomi
Hindia
Belanda) mendirikan peneropong bintang di Lembang yang kini
dikenal dengan
Observatorium Bosscha, yang keberadaannya saat ini mulai
terganggu dengan
maraknya pembangunan fisik di sekitar Bandung Utara dan Lembang.
Jl. Pasteur, kerap dilafalkan jalan Pastur, dan banyak orang
mengasosiasikannya dengan pendeta katolik. Nama lengkapnya Louis
Pasteur
(1822-1895), sangat berjasa dalam bidang iptek, kedokteran dan
indusrti,
penemu vaksin rabbies, antrax, dan penemu proses pasteurization,
Pasteur
mendapatkan gelar PhD pada usia 26 tahun dari *Ecole Normale
Superieure *Paris,
Bio Farma adalah salah satu lembaga yang terus mengembangkan
vaksin, yang
dasarnya adalah penemuan dari Louis Pasteur.
Nah, ketika kita sampai ke Jl Dr. Setiabudi, orang lupa siapa
beliau? Dr.
Danoedirdja Setyaboedi adalah pahlawan nasional, dan pernah lama
tinggal
di salah satu rumah di jalan Dr.Setiabudi. Dulu Jl.Dr.Setiabudi
bernama
Lembang Weg. Penulisan namanya pun beragam, Setia Budi, Setyabudi,
Setiabudhi, dll. Kini Jl. Setiabudi identik dengan Jl. Rumah
Mode, yang
selalu macet dikala weekend.
Sumber bacaan : Encyclopaedia Britanica (2006), Winkler Prins
Geillustreede
Encyclopaedie (1921), Sejarah Nasional Indonesia (1983), Stad in
Beeld
Erasmus Taalcentrum (2006), dan Buku Kuncen Bandung Kang Harry
Kunto (Alm)**
* *
Rizki W Soemadipradja
Dosen Hukum Pranata Pembangunan (Arsitektur Itenas) dan HaKI
(Desain Produk
Itenas)
mediacare
http://www.mediacare.biz