Mbak Utari,

Rasa pedas pada Megono itu optional kok. Umumnya yang dijual sih tidak pedas. 
Megono terasa pedas kalau saat bikinnya dicampur irisan cabe merah atau 
ditambahi cabai rawit utuh. 

Enak sekali makan Nasi Megono pas ditemani lauk Cumi Item berkuah (sotong), 
Ikan Teri Goreng dan Krupuk Kampung.

Wuiihhhhh...seru...dan menakjubkan....

salam,

rd




  ----- Original Message ----- 
  From: utari ninghadiyati 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, July 31, 2008 12:39 PM
  Subject: Re: [bango-mania] Nasi Megono komplet "ni-no"


        nasi megono memang enak....tapi pedes (pengalaman waktu makan nasi ini 
di wonosobo dan pemalang)... buat yang ngak biasa mending tanya dulu deh sama 
pembuatnya. 

        utari ninghadiyati
        jurnalis, penulis lepas
        08568124445
        my blog www.utarininghadiyati.multiply.com

        --- On Thu, 7/31/08, mediacare <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

          From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]>
          Subject: [bango-mania] Nasi Megono komplet "ni-no"
          To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
          Date: Thursday, July 31, 2008, 1:10 AM


          Nasi Megono komplet "ni-no"

          Nasi Megono merupakan makanan khas warga Pekalongan, Jawa Tengah. 
Nasi ini biasanya menjadi santapan favorit untuk sarapan pagi. Anda tertarik 
untuk mencicipinya?

          Megono itu apa? Wah... Itu yang bikin cerdas warga Opek (Orang 
Pekalongan). Megono adalah semacam urap yang bahan bakunya dari nangka muda 
atau gori ('cecek' bahasa Kalongane) yang dicincang kasar dicampur kelapa muda 
parut plus bunga kecombrang dll atau ojek bahasa Medannya.

          Begitulah penjelasan yang tertera pada menu Restaurant & Catering 
Tauto Pekalongan "ni-no". Rumah makan ini lokasinya terletak di Jl Tebet Timur 
Dalam No 3, Jakarta Selatan. Persisnya di depan Pasar PSPT Tebet atau sebelah 
Bank Panin.

          Di Jakarta, Nasi Megono termasuk jarang ditemui. Menu yang satu ini 
berbeda dibanding Nasi Bogana khas Tegal. "Kalau Nasi Bogana itu lain dengan 
Megono. Nasi Bogana kan seperti Nasi Rames," jelas Ny, Lily Lukman (54), 
pemilik restaurant yang asli Opek.

          Nasi megono ini ternyata tak lepas dari tradisi di kota pesisir 
tersebut. Menurut Ny Lily, Nasi Megono merupakan khas Pekalongan yang menjadi 
menu favorit sarapan pagi. "Kebiasaan orang Pekalongan itu kalau pagi sarapan 
Nasi Megono. Karena itu di kampung saya, sepanjang jalan H Agus Salim banyak 
sekali orang yang jualan Nasi Megono kalau pagi," ujarnya.

          Rasa Megono cenderung gurih. Baunya wangi yang berasal dari bunga 
kecombrang. Bunga inilah yang bikin enak. "Carinya juga agak susah. Nggak semua 
pasar ada. Kadang-kadang saya harus cari sampai ke Pasar Minggu," ungkap Ny 
Lily.

          Saking sulitnya mencari bunga kecombrang, Ny Lily harus menyetok 
sayuran tersebut di dalam kulkasnya. "Supaya pembeli nggak kecewa. Tapi kalau 
betul-betul kehabisan dan cari di pasar nggak ada, ya terpaksa saya ganti pakai 
batang sereh yang diiris halus. Cuma, baunya beda. Tetap enak pakai 
kecombrang," ujarnya.

          Di rumah makan Tauto Pekalongan "ni-no", banyak yang memesan Nasi 
Megono Komplit. Yaitu terdiri dari nasi putih, megono, tumis tauco, sayur 
lodeh, sambal kering tempe, balado telor, ikan asin ditambah mentimun.

          Meskipun lauknya cukup banyak, namun bila disantap bersama, rasanya 
enak banget. Berbagai rasa seperti gurihnya megono dan sayur lodeh bercampur 
dengan manisnya sambal kering tempe dan rasa pedas gurih tumis tauco dan balado 
telor. Satu sama lain rasanya berpadu dan pas.

          Salah satu pelanggan tetap Nasi Megono Komplit ini adalah Ades 
Adelia. Juga pelawak Team Lo. "Ades bilang enak Nasi Megononya. Dia sering 
makan di sini. Kadang-kadang juga suruhan pembantunya untuk pesan di bawa 
pulang," kata Ny. Lily.   rya

          Berita Kota
          Minggu, 27 Juli 2008
       



   

Kirim email ke