Kalo berharap terus ke pemerintah, kita nggak tahu kapan harapan itu akan 
terealisasi. Nah, dari kita mungkin bisa bantu mempromosikan/mengkampanyekan 
melalui berbagi milis atau tulisan ke media-media yg ada saat ini. Bagus lagi 
kalo ditunjang dgn gambar2 yg menarik mengenai obyek2 wisata yg ada 
sehingga banyak orang yg akan tertarik utk datang. Kalo udah spt itu biasanya 
kita akan menjadi referensi bagi para turis ( lokal atau mancanegara ). 

--- On Thu, 8/7/08, Hapid M <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Hapid M <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [bango-mania] Mempromosikan Pariwisata Banten
To: [email protected]
Date: Thursday, August 7, 2008, 2:51 AM










Aku juga sangat prihatin dengan kondisi Banten. Kebetulan aku juga orang 
banten, Jadi sebetulnya pemerintah harus andil dalam menggerakan pemerintahan. 
Sekarang kita perlu memberikan nilai lebih kalau parawisata banten ingin 
dijadikan objek wisata. JAdi aku anjurkan datanglah ke Banten. asik euy. kalau 
ingin mencicipi pais gurih juga ada, bobotok, sayur lada dll.

--- On Thu, 8/7/08, c_rexheli <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: c_rexheli <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [bango-mania] Mempromosikan Pariwisata Banten
To: bango-mania@ yahoogroups. com
Date: Thursday, August 7, 2008, 12:13 AM




Banten sangat kaya dengan potensi wisata. Tapi sayang tidak digarap 
profesional. Ibaratnya warga Banten kelaparan di lumbung beras. 
Padahal pariwisata Banten lengkap seperti Bali. Siapa berminat 
menanamkan investasi di Banten? 

Banten punya cukup banyak pusat perbelanjaan di Tangerang, mulai 
dari Supermal Karawaci, Serpong Town Square, WTC Matahari Serpong, 
ITC BSD, Serpong Plaza, dan BSD Junction yang akan menjadi tempat 
hang-out dengan 40 restoran dan kafe. Ini dapat jadi tujuan wisata 
belanja.

Banten juga memiliki lapangan golf standar internasional di BSD 
City, Lippo Karawaci, dan Modernland, semuanya di Tangerang.
tempat rekreasi air terbesar di Asia Tenggara, Ocean Park yang ada 
di BSD City merupakakan tempat yang sebanding dengan Ocean Park 
Hongkong, Wild Wild Wet Singapura, dan Sunway Lagoon Genting 
Highlands Malaysia.

Infrastruktur
Yang menjadi persoalan, infrastruktur jalan, listrik, dan telepon di 
sejumlah tempat wisata di pelosok Banten belum semuanya 
dibangun. "Ambil contoh infrastruktur jalan ke Sawarna di pantai 
selatan Lebak dan Cisungsang, Lebak, masih rusak. Demikian pula 
jalan menuju Rawa Danau yang ada di gunung di Serang, belum dibangun.

Penataan desa wisata di Baduy juga belum baik," kata Teddy Rukman.
Masyarakat Banten sendiri sebetulnya ramah pada orang luar yang 
datang ke wilayahnya. "Tapi senyum, sapa, salam belum sepenuhnya 
dilakukan, padahal ini modal utama majunya pariwisata, selain 
infrastruktur, " katanya.

Lokasi wisata satu dengan yang lain, jaraknya berjauhan. Agen 
perjalanan di Banten masih sibuk mengurus tiket dan belum 
menciptakan paket-paket wisata terpadu. Idealnya, wisatawan yang 
datang memperoleh kemasan atraksi wisata menarik di Banten.

Menginapnya pun seharusnya di Banten, bukan di Jakarta agar pajaknya 
masuk Banten. Pariwisata Banten yang beragam dan variatif ini 
diharapkan menjadi salah satu sektor unggulan, di samping industri.

Jika ini digarap sungguh-sungguh, Banten akan makin dikenal sebagai 
primadona tempat wisata, selain Bali dan Yogyakarta. "Pekerjaan 
rumah" bagi gubernur baru Banten untuk memajukan wilayah ini di 
sektor pariwisata. Jika pariwisata berkembang, pemerintah Banten 
akan punya modal meningkatkan sektor pendidikan dan kesehatan, yang 
juga penting ditangani.

Sebetulnya wisata yang ada di Banten sangat ideal karena semua jenis 
wisata sudah tersedia.Persoalann ya, kekayaan wisata Banten ini belum 
dikenal banyak orang. Nah, tugas kita semualah untuk memperkenalkan 
wisata Banten kepada masyarakat luas dengan memanfaatkan berbagai 
media yang ada saat ini.

AFS
http://www.aerial- foto-solution. com/


 














      

Kirim email ke