Denmas Angki, untung kita punya tahu & tempe yang, CMIIW, nila gizi &
proteinnya setara dengan daging ya...
Dibandingkan dengan penduduk miskin India, seperti artikel di bawah ini,
kondisi kita masih jauh lebih baik, IMHO:
--- Forwarded by Agus Yahya <[EMAIL PROTECTED]> on 08/14/2008 11:42 AM
---
14/08/2008 07:08 wib - Internasional Aktual
Penduduk Miskin India Dianjurkan 'Memakan Tikus'
Lebih Lezat dan Sehat
Bihar, CyberNews. Seorang pejabat di negara bagian Bihar, India,
mengungkapkan gagasan baru untuk mendorong warga miskin dari kasta terendah
di negara itu mengatasi kekurangan pangan - daging tikus.
Menteri Utama Departemen Kesejahteraan Sosial di negara bagian itu, Vijay
Prakash, mengatakan dia mengajukan usulan itu setelah "melakukan banyak
survei dan penelitian lapangan".
Masyarakat Musahar di Bihar yang sangat miskin punya kebiasaan memakan
tikus.
Penduduk Musahar berada di urutan terbawah dalam sistem kasta di India,
dengan tingkat melek huruf dan perdapatan per kepala terendah.
Kurang dari satu persen dari 2,3 juta penduduk Musahar di Bihar bisa
membaca dan 98% dari mereka tidak memiliki lahan.
Makanan lezat
Prakash mengatakan usulannya untuk mempopulerkan daging tikus bertujuan
untuk memperbaiki kondisi sosial-ekonomi mereka.
"Ada keuntungan ganda dari proposal ini. Pertama, kami bisa menghemat
sekitar separuh dari simpanan biji-bijian kami dengan menangkap dan memakan
tikus dan yang kedua, kami bisa memperbaiki kondisi perekonomian masyarakat
Musahar," katanya seperti dilansir BBC.
Menurut Prakash, sekitar 50% dari total simpanan biji-bijian di negara itu
dimakan oleh tikus.
Dia mengatakan dengan mempromosikan daging tikus, jumlah simpanan
biji-bijian yang dapat diselamatkan lebih besar sementara tingkat kelaparan
di kalangan masyarakat Musahar akan dapat dikurangi.
Dia mengatakan daging tikus tidak hanya makanan lezat tetapi juga kaya akan
protein, dan daging tikus digemari di Thailand dan Prancis.
"Tikus hampir tidak memiliki tulang dan bergizi. Banyak orang tidak
menyadari fakta kuliner ini tetapi lama-lama mereka akan tahu."
Namun Prakash kemungkinan akan sulit mempopulerkan strategi semacam ini di
masyarakat yang konservatif seperti di Bihar dan negara-negara bagian
lainnya di India utara.
Prakash mengatakan dia punya resep yang membuat daging tikus menjadi
santapan lezat, yang sekarang akan dia sebarkan ke semua hotel di Bihar.
Dia juga mendorong pertanian tikus sama seperti pertanian ayam.
Meski memakan daging tikus masih menjadi stigma di daerah-daerah perkotaan,
Prakash mengatakan penelitian yang dia lakukan mengungkapkan bahwa tikus
adalah makanan kegemaran di sebagian daerah Bihar.
--- End of Forwarded Message ---
"Raden Mas Angki"
<[EMAIL PROTECTED]
ail.com>
08/14/2008 11:50
PM
Wah kok miris sekali ceritanya.
Mungkin distribusi daging yang tidak merata menjadi sebab musabab. Tapi
aneh juga dengan kondisi Indonesia yang "WAAAAAH" mestinya, sekali lagi
MESTINYA g' usah nunggu tahun 2010. 2009 kita mustinya bisa.
Ah sudahlah
- cut -