Wah, Pak Anthony kayaknya punya pengetahuan yang cukup luas soal kuliner...  
senang sekali bisa dapat pencerahan dari Bapak .  Kebetulan saya juga pencinta 
makan dan salah satu makanan favorit saya adalah Soto Mie. 

Mungkin benar apa yg Pak Anthony bilang soal Soto Mie Jakarta vs Soto Mie 
Bogor.  Kalo yg dkt Kebon Kacang , saya juga pernah makan dan memang persis 
sperti yang Pak Anthony sebutkan.  Isi sotonya beda dengan Soto mie pada 
umumnya dan banyak pernak-pernik tambahannya seperti perkedel, paru, daging, 
peyek kacang.

Nah, kalo Soto Mie Bogor (yg mungkin krn lokasinya berdekatan dengan Jakarta 
sehingga diclaim sebagai Soto Mie Jakarta) yang enak menurut saya ada di Jl. 
Karang Anyar Jalan E, belakang Metro Pasar Baru Krekot deket Jalan Lautze.  
Tempatnya di rumah biasa, tapi rasanya, terutama kuahnya LUAR BIASA maknyuss!  
Tapi saya lupa euy, nama tempatnya apa.  Tapi kalo tanya orang dekat sana, soto 
mie Jalan E, pasti tau.

Cobain deh... apalagi pake emping yang lebar, trus disiram sambel +kecap 
manis.... wuuiiiihhh...

 Happy 'Soto Mie' hunting


lisa


----- Original Message ----
From: Anthony Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, August 26, 2008 9:35:54 AM
Subject: [bango-mania] Soto Mie Bogor


Dear All

Kalau menurut saya Soto Mie yang kita kenal sehari hari itu biasanya 
disebut Soto Mie Bogor,
isinya jelas ada mie kuning, lalu bihun, plus kubis/kol di iris dan 
risol lalu potongan daging yang berasal dari bagian kepala sapi atau 
kikil dan tetelan.
Bumbunya cuka, garam, lada dan vetsin terus dikasih kuah berminyak 
dengan isi irisan daun bawang.
Biasanya Mie dan kol terasa empuk dan layu ketika dimakan.

Kalau di tanya Betawi punya soto mie atau tidak, pernah sewaktu saya 
kecil ada satu penjual soto yang mengklaim itu adalah soto mie asli 
betawi terletak di tepi jalan Asem Lama No 147 kira kira di depan 
sebuah pertokoan jadoel atau pertokoan lama yang sebelum saya lahir 
toko itu sudah ada (sekarang jadi jalan Wahid Hasyim) kira kira kalau  dari 
Sarinah Thamrin menyeberang kearah Tanah Abang dari lampu 
pengatur lalu lintas kira kira 200 meter sampai melewati Jalan Kebun 
Kacang XI lalu maju lagi disebelah kiri didepan pertokoan tua tersebut.

Cirinya adalah:

Isinya hanya Mie dan Kol/kubis saja.
Kuahnya agak bening dan diberi cuka aren (bukan cuka pabrik) pada 
saat dimakan biasanya kol masih terasa garing dan kuahnya agak hambar 
(sesuai gambaran pak Thoman Sasongko) jadi kita harus tambah sendiri 
kecap manis atau cuka aren, garam, lada, vetsin dsb karena bumbunya 
memang tidak dibuat medok dan berwarna ke merah merahan seperti 
SotoMie Bogor. Selebihnya untuk menambah selera bisa ditambahkan 
isinya secara optional seperti, Risol. Perkedel, Pastel kentang, 
Potongan daging, babat, empal, emping, kerupuk. kacang bawang dsb.

Penjual soto itu turun temurun dan kalau misalnya sejak saya kecil 
mereka sudah jualan artinya sudah 30 tahun lebih mereka jualan dan 
kalau dihitung sejak orang tua saya mungkin sudah ada sekitar 50 
tahun mereka jualan disana.  Jadi kalau sudah 50 tahun jualan 
mestinya itu adalah Soto Mie asli betawi ya.
Setiap hari buka sejak jam 10 pagi hingga jam 9 malam kecuali hari 
senin tutup.

Selamat mencoba.

Anthony Bachtiar

On Aug 26, 2008, at 8:53 AM, thomas sasongko /id.jkt-mktg wrote:

>
> iya, pernah makan di situ Soto Mie Pak Haji Ali, kalau saya bilang 
> rasanya kurang keluar (maaf) mungkin karena proses memasaknya agak 
> bersih....teori saya, untuk makanan pinggir jalan "rasa berbanding 
> terbalik dgn kebersihannya"
    


      

Kirim email ke