Dear Mbak Laksmi di Berita Kota,

Bu Nadia nitip ucapan terima kasih untuk artikelnya tentang Martabak Bolu. 

Salam,

Radityo Djadjoeri

-----------------------------------------------------------------------

Martabak Bolu, unik & menggoda

Bandung adalah 'surga' makanan enak. Setiap kali datang ke Kota Kembang ini, 
selalu saja ada makanan baru hasil kreasi yang baru dan banyak dibicarakan para 
pecinta kuliner, utamanya yang tergabung dalam komunitas Bangomania, adalah 
Martabak Bolu.

Memang, tampilannya seperti martabak manis atau yang biasa disebut Terang 
Bulan. Namun yang istimewanya adalah Martabak Bolu ini permukaannya tidak 
berminyak sebagaimana martabak biasa. Jadi, bagi pecinta kuliner yang gemar 
makan enak tapi takut lemak, inilah jawabannya.

Soal rasa, tentu berbeda juga dengan martabak biasa. Martabak bolu ini lebih 
lembut teksturnya. Hanya, para penyuka makanan manis berkomentar bahwa rasa 
manisnya kurang. "Enak, tapi kurang manis,' kata Syahlan sambil menguyak 
Martabak Bolu.

Sementara Teguh, pemuda asal Cilacap, mengusulkan agar produsen menambah varian 
rasa ketan hitam dan kelapa. Untuk tahap awal ini, Martabak Bolu tampil dengan 
empat rasa, yaitu keju, keju-coklat, kacang-coklat dan keju-kismis.

Menurut Nadia Damara, pemilik Martabak Bolu Golden Bell, kue buatannya tanpa 
campuran bahan pengawet sedikitpun. Karena itu, Martabak Bolu hanya tahan tiga 
hari. "Tapi kalau masuk lemari es bisa taha satu minggu," jelasnya.

Meski demikian, rasa sodanya masih begitu kuat di lidah. Hal ini tentu saja 
mengurangi kelezatan rasa kue. Untungnya, Martabak Bolu tidak harus dimakan 
dalam keadaan panas sebagaimana martabak biasa. Kulit Martabak Bolu lebih tipis 
dibanding martabak biasa.

Selain itu, bahan-bahan yang dipilih untuk membuat Martabak Bolu berkualitas 
nomor satu. Full Cream misalnya, Nadia menggunakan full cream istimewa yang 
harganya Rp 65.000/kilogram. Sementara full cream biasa harganya cuma Rp 
35.000/kilogram. "Bahkan airnya pun kami pakai air minum kemasan isi ulang, 
bukan air mentah yang dimasak," ujarnya.

Meskipun menggunakan bahan baku berkualitas nomor satu, Nadia Damara tidak 
mematok harga mahal untuk produk Martabak Bolunya. "Dengan meningkatnya harga 
bahan baku, kami masih bisa jual dengan harga murah Rp 27.500 sampai dengan Rp 
30.000. Bandingkan dengan harga martabak umumnya antara Rp 37.500 sampai dengan 
Rp 45.000," katanya.

Anda tertarik untuk mencoba?   

rya

Berita Kota - Minggu, 03 Agustus 2008

Kirim email ke