Nge-DATE seadanya di bulan Ramadhan

Jangan salah sangka dulu, yang saya maksud adalah sebentuk buah yang aslinya berasal dari Arab, tempat kelahiran Nabi-Nabi. Ya, "DATE" adalah buah kurma, buah yang mengandung glukosa yang tinggi dan selalu banyak dijumpai disetiap menjelang Idul Fitri.

Jadi kira-kira judul diatas artinya adalah Kencan dengan Kurma dengan bahan seadanya di bulan Ramadhan :)

Awal mulanya adalah ada sekotak dates yang nongkrong di kulkas sejak sekitar 3 minggu-an yang lalu, dibawakan oleh ibunda. Beliau bilang kalau ini adalah jenis "kurma nabi", tapi karena saya ngga begitu tahu seluk beluk pengklasifikasian kurma (ada yang bisa bantu?), ya terus cuman manggut-manggut dan iya-iya aja..

Nah rupa-rupanya kotak ini luput dari pandangan mata orang rumah, mungkin karena letaknya nyempil dan kemasannya tidak begitu menarik (sorry mom..) karena cuma pakai package plastik tanpa ada embel-embel merk, kandungan nutrisi dll.

Pada hari terakhir sebelum puasa kemarin gemes juga pengen mengolah kurma tersebut biar lebih 'menantang' untuk dimakan. Setahu saya kurma ini karakternya mirip-mirip dengan raisin (kismis), jadi sebenernya cocok kalau untuk topping pastry, atau pokoknya yang berbahan dasar roti.

Ah.. tapi kalau cuman jadi pastry sih bisa beli di toko roti deket rumah atuh..

Dan kemudian.. setelah menganalisa apa saja bahan-bahan yang tersisa ada di dalam kulkas, karena konsepnya memanfaatkan bahan yang ada tanpa harus belanja lagi.

Hmm... let's see.. kita punya:
Bawang putih, bawang merah, olive oil, cabe merah, cabe rawit, ikan pari, paru sapi, bawang bombay, tomat merah, jeruk nipis, jahe, dan kurma.

Akhirnya saya memutuskan untuk membuat: "Tumis Ikan Pari dan Paru Sambal Kurma" sebagai hidangan makan malam terakhir sebelum puasa. Mari kita mulai masak!

Tumis Ikan Pari (untuk 3-4 orang)

Bahan bahan:

- 500gr Ikan Pari (ini bisa diganti dengan daging ikan lain seperti kakap, gurami dll)
- 1 Bawang Bombay ukuran sedang
- 1 Cabe merah besar (akan lebih baik kalau ada versi yang sudah dikeringkan)
- 3 siung Bawang Putih
- 1 siung Bawang Merah
- 2 cm Jahe
- 1 Jeruk Nipis
- Olive oil (saya pakai merk Bertolli)
- Minyak goreng
- Lada hitam dan garam secukupnya.
- Kecap manis (saya pakai Bango)
- Oyster sauce, Kecap inggris dan Minyak Wijen secukupnya (kalau ada)

Cara Pembuatan:

Potong Ikan pari sesuai dengan alur tulangnya, kira-kira panjang 3 cm, lalu kucuri dengan air jeruk nipis dan taburi garam hingga rata secukupnya, lalu diamkan kira-kira 10 menit. Proses ini akan menghilangkan bau amis dari Ikan Pari tersebut.

Siapkan bumbu-bumbu; geprak dan rajang halus bawang putih serta jahe, rajang bawang merah tipis-tipis, sedangkan cabe merah dirajang agak tebal. Bawang bombay kita potong potong sesuai selera, tapi sebaiknya tidak terlalu tipis rajangannya.

Goreng ikan pari dengan api sedang dan minyak yang cukup hingga meng- cover semua bagian dari ikan. Kira-kira sudah matang, angkat dan tiriskan.

Untuk bumbu, gunakan olive oil untuk menumis; masukkan bawang bombay dulu hingga kekuningan, lalu masukkan bawang putih, bawang merah, cabe merah dan jahe. Lalu masukkan ikan pari dan tambahkan kecap, lada dan garam secukupnya. Bumbu tambahan lain (oyster sauce, kecap inggris, dan minyak wijen) bisa ditambahkan sesuai selera, ngga pake juga ngga papa..

Sajikan dengan piring ceper.

Tips:
Dengan bahan-bahan ini, sebenarnya warna kurang 'cantik'. Cobalah berkreasi menambahkan paprika merah dan daun rosemary segar, pasti akan lebih menarik dan lebih 'berwarna'.


Paru Sambal Kurma (untuk 3-4 orang)

Bahan-bahan :

- 250gr paru sapi iris tipis (ada di supermarket)
- 5 siung bawang putih
- 2 siung bawang merah
- 4 cabe merah
- 2 cabe rawit (menyesuaikan tingkat kepedasan)
- 1 buah tomat merah
- 6 biji kurma
- 2 sdm olive oil
- minyak goreng secukupnya
- garam dan merica secukupnya

Cara pembuatan:

Karena paru sapi ini tadinya saya taruh di freezer, maka saya membuat bumbu sederhana 'bawang uyah', yang berisi ulekan bawang putih (cukup 1 siung), diberi air dan garam untuk marinate (merendam) paru sapi tersebut. Fungsinya adalah memberi bumbu, sekaligus menaikkan suhu paru dari yang tadinya beku agar siap untuk digoreng.

Uleg semua bumbu kecuali kurma dan tomat (dan parunya tentunya) di cobek. Agar tidak kerepotan waktu menguleg, sebaiknya potong kecil- kecil dulu bahan-bahannya.

Karena paru adalah sifatnya 'mengkeret' kalau digoreng, maka untuk meminimalisirnya adalah dengan cara menggoreng paru di minyak dengan api besar, agar paru tetap matang tapi tidak banyak kehilangan 'moist' dan ukurannya, lalu tiriskan.

Panaskan olive oil, lalu tumis tomat hingga matang dan lunak. Lalu masukkan sambal yang sudah diuleg kedalam wajan dan aduk aduk hingga tomat sepenuhnya hancur.

Meanwhile, tatalah paru yang sudah matang diatas cobek bekas menguleg dengan rata, lalu buang biji kurma, dan rajang tipis-tipis dengan irisan melintang. Matikan api yang tumisan sambal, lalu masukkan kurma dan aduk hingga rata.

Sajikan sambal kurma tersebut diatas paru sapi, dengan cobek, untuk menghadirkan sentuhan eksotis tradisional :)


Notes:
Sebenarnya ikan paru dan paru sapi rada 'ngga nyambung' sih.. Tapi kan konsepnya memanfaatkan bahan-bahan yang ada, jadi mohon dimaafkan ya..


Regards,

Fajar Handika a.k.a Andy
www.foodfezt.com
"Mau Makan Apa Hari Ini?"

blog: andylicate.wordpress.com

Kirim email ke