waduh... jadi kangen pengen pulang kampung nih... secara, terakhir ke sana
waktu kelas 2 SD, hampir tiap hari makan ikan cakalang bakar + colo2... klu
rujak di pantai natsepa + pisang gorengnya setuju tuh... suasana di pinggir
pantai natsepa-nya yang bikin tambah muantap....

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of emma isti
Sent: 11 September 2008 18:51
To: [email protected]
Subject: Re: [bango-mania] pisang goreng natsepa



Setuju dengan mas Wisnu, memang rata-rata pisang goreng di Ambon memakai
pisang yang tidak terlalu matang... cukup tua tapi daging buahnya masih agak
keras....pokoknya setelah digoreng rasanya pulen nggak benyek ..halaah
susseeh neranginnya, pisang biasa di balut dengan tepung beras (jarang
menggunakan terigu). Pisang yang dipakai biasanya pisang kepok kuning dan
pisang raja. Kalau pisang tongkat langit (tapi nggak segede jantung pisang
bgt)...cuma menang gedenya aja..rasanya hambar dan agak berair...karena
memang bukan pisang buah, alias pisah olah. Di Ambon pisang ini sering
dibuat tar pisang (sejenis puding panas/kue talam pisang).
Rujak dan pisang goreng Natsepa memang kadang ngangeni..padahal sikh
pisngnya memang pisang goreng biasa. Rujaknya juga sebenarnya biasa
aja..cuma yang bikin agak beda adalah kacang tanah yang diulek kasar dan
roma gula merahnya , selintas rasa gula terasa aroma asap kayu dan warnanya
yang hitam legam. Rata2 gula merah yang dipakai gula Saparua (prod dari
pulau Saparua). Di Natsepa, biasa kalau sore hari..suka ada yang jual sagu
bakar gula...mirip2 kue rangi tapi nggak pake saus kanjinya..enak dimakan
saat hangat. Jajanan Ambon cukup banyak juga yang enak2...roti goreng, ampas
tarigu, babengka, cempedak goreng tapi semuanya memang nikmat dimakan selagi
hangat, kue cara juga enak.
Tapi yang paling enak memang hasil lautnya...harganya lumayan murah dan
fresh banget. Cuma bakal jadi mahal kalo mo makannya mesti numpak kapal
mabur dulu.
Makanan unik dan rada2 ajaib rasanya (bagi yang pertama kali icip) biasa
bertebaran di pagi dan sore hari. Jajanan disana bercampur baur dengan
kuliner buton, makasar/bugis/toraja dan manado, karena banyak perantauan
dari daerah tsb. Kedai coto makasar, konro, sop sodara dll banyak dijumpai
disana. Di daerah pemukiman muslim banyak ditemui swami /swami gula (makanan
khas buton), nasi kelapa. Sebenernya banyak juga makanan  dan jajanan yang
enak di daerah sana. 
Btw..Mas Wisnu waktu kesana sempet icip papeda deng kuah ikan
belum..hee..hee buat yang baru pernah makan, kadang ragu
menyantapnya..apalgi kalau memasak ikannya masih bau anyiirr. Papeda sangat
nikmat disantap saat panas dengan kuah ikan yang asam dan pedas.  Aaah jadi
kangen ke Ambon...nikmati angin pantai...ikan bakar dll
 
Emma
--- On Thu, 9/11/08, wisnu ismawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


From: wisnu ismawan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [bango-mania] pisang goreng natsepa
To: [email protected]
Date: Thursday, September 11, 2008, 3:00 AM


udah pernah makan rujak dan pisang goreng di pantai natsepa ambon ? rasanya
mantap bough. saya ampe kebawa mimpi. ga tau, ada yg ajaib dgn rasa pisang
yg dibungkus tepung lalu digoreng tapi makan di pantai natsepa ambon.
kematangan pisangnya pas. dan rujaknya juga wow... !!! tapi sayang harga
pisang goreng dan rujak tsb begitu mahal, karena dibutuhkan sekitar 1jt
sekali jalan utk sampai ke ambon. dia ambon juga ada pisang raksasa. besar
bgt, sebesar jantung pisang. warnanya jg rada ungu. namanya ( katanya )
pisang tonkat langit. saya juga bgt ama jajanan pasar ambon yg namanya ampas
terigu.  

  _____  

.
 
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=19671049/grpspId=1707589006/msgI
d=3587/stime=1221116452/nc1=5349281/nc2=4990219/nc3=5349276> 



 

Kirim email ke