Mas Hilmy, terima kasih untuk infonya.

Tapi beda lho antara istilah "daging gelondongan" dengan dengan "daging 
gelonggongan".

Kalau yang Mas sebutkan, yaitu sapi yang dikasih minum sebanyak-banyaknya lazim 
disebut "sapi gelonggongan". Itu salah satu trik curang agar berat badan sapi 
menjadi bertambah dan harga di pasaran jadi lebih mahal. Padahal yang berat 
adalah dari kadar airnya. Jadi sapi pun di mark-up gitu.

Kalau daging gelondongan menurutku adalah salah satu bentuk transaksi di pasar 
daging. Sepertinya dulu sering denger deh dari berita di RRI dimana harga bahan 
pokok di pasar khususnya singkong sering naik turun............... 
(hehehehehehhee)

salam,

radit
bukan pedagang singkong



  ----- Original Message ----- 
  From: [EMAIL PROTECTED] 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, September 12, 2008 6:05 PM
  Subject: Re: [bango-mania] Hati-hati beli makanan jadi di pasar


  Wah, Mas Radityo memang teliti ya... AFAIK, daging gelondongan memang dari
  sapi yang dikasih minum air sebanyak2nya sebelum dipotong. Seharusnya
  istilah gelondongan tidak dipakai untuk menyebut daging limbah ex hotel...

  Btw, e-mail terusan ini saya peroleh as it is dari sebuah milis komunitas
  yang saya ikuti... Mohon maaf bila memang tidak disebut sumber beritanya...

  "mediacare" 
  <[EMAIL PROTECTED] 
  t.id> 

  09/12/2008 05:55 
  PM 









  Baca artikelnya sedikit membingungkan.  Apa saya yang salah memahaminya
  selama ini ya? Boleh tahu artikel tersebut dimuat di media apa, Mas Hilmy?

  ...........Meski sudah dilarang untuk mendagangkan daging gelondongan,
  sejumlah warga
  masih saja memasarkan daging sampah sisa hotel itu. Polisi pun menciduk
  pengelola daging gelondongan Darno (40).(gus/iy)
  Apa benar daging sisa dari restoran yang diolah ulang bisa dikategorikan
  sebagai daging gelondongan?

  ----- Original Message -----
  From: [EMAIL PROTECTED]
  To: [email protected]
  Sent: Friday, September 12, 2008 4:53 PM
  Subject: Re: [bango-mania] Hati-hati beli makanan jadi di pasar

  Eh, btw, ini cuplikan beritanya...

  Have a nice weekend all!

  "Arief Permana" <[EMAIL PROTECTED]>
  09/12/2008 02:59 PM

  Pengolah Daging Bekas Hotel Dibekuk, Polisi Periksa Jaringannya

  Jakarta - Hati-hati membeli daging! Polisi menangkap Darno (40), orang
  yang mengolah daging yang berasal dari sampah sisa hotel atau restoran.
  Polisi kini sedang menyelidiki jaringannya.

  Saat ditangkap Darno sedang mengolah daging yang sudah berbau busuk,
  lembek, dan agak berlendir itu. Warga Jl Peternakan I RT04/07 Kelurahan
  Kapuk Jagal, Cengkareng, Jakarta Barat ini sebelumnya sudah diberi
  peringatan tapi tetap membandel.

  "Siangnya sudah diperingatkan sama Dinas Kesehatan. Kok malamnya masih
  bandel. Terpaksa kami tangkap untuk dimintai keterangan," kata Kasat
  Narkoba Polres Jakarta Barat Kompol Adex Sutiswan di Polres Jakarta Barat,
  Jl S Parman, Jumat (12/9/2008).

  Dari tangan Darno, disita dua bungkus daging seberat kurang lebih 7 kg, 1
  bungkus ikan yang sudah didaur ulang, dan sebungkus plastik pewarna
  tekstil.
  "Jadi ini dijual kembali di Pasar Kampung Duri, Tambora," katanya.

  Pelaku akan dikenakan UU No 23 tahun 1992 dengan ancaman hukuman maksimal
  15 tahun penjara.

  Saat ini Darno diperiksa secara intensif untuk pengembangan jaringan
  pengedar daging daur ulang. Diduga Darno tidak bekerja sendiri.

  "Darno hanya mengolah. Sedangkan yang menyetok dan mendistribusikan adalah
  orang lain," katanya.

  Meski sudah dilarang untuk mendagangkan daging gelondongan, sejumlah warga
  masih saja memasarkan daging sampah sisa hotel itu. Polisi pun menciduk
  pengelola daging gelondongan Darno (40).(gus/iy)

  - cut -



   

Kirim email ke