wuah, puasaku jadi goncang lihat mie ini emmmhhhmmm suedap betul pak salam eshape http://eshape.blogspot.com/ http://www.katgama.net/
________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of daniel supriyono Sent: 22 September 2008 23:18 To: [email protected] Subject: [bango-mania] Mie Kepiting Aceh-Mantap langsung dari Aceh Mie Aceh atau Mie Kepiting Aceh? sama-sama sedap. Pertama kali menyantap Mie Kepiting Aceh, waktu saya tengah melakukan tugas jurnalistik bersama delapan kawan seprofesi di wilayah Aceh Timur. Saat itu tengah meliput proses pembebasan kameraman RCTI, Ferry Santoro di Simpang Timun, Kab Langsa, Aceh Timur, mei 2004. Di tengah ketidakpastian kapan rekan Ferry Santoro dibebaskan oleh GAM, "berwisata kuliner" menjadi acara yang menghibur diri. Apalagi masing-masing dari kami jauh dari sanak keluarga. Nah, saat malam hari kami bersantap malam di tengah kota Langsa, tepatnya di sebuah rumah makan dengan bangunan tua eks Belanda dengan meja-kursi plastik tanpa atap.Rumah makan itu sekalgus sebagai warung kopi khas Aceh yang menyediakan teh saring dan kopi saring (yang pakai stoking itu) namun sedap. Ke-8 teman umumnya memesan menu masakan berupa ayam goreng dan burung dara goreng plus sambal lalap. Cuma saya yang memesan menu Mie Kepiting Aceh. Dari namanya saja kayaknya sedap betul. Harap maklum juga, kenapa cuma saya yang memesan Mie Kepiting Aceh? karena ke 7 rekan saya itu adalah warga yang bermukim di tanah Rencong, dan seorang warga Padang tinggal di Medan. Jadi menyantap Mie (kepiting) Aceh sudah biasa bagi mereka. Sementara saya sendiri yang asli Jawa dan tinggal di Jakarta. Bagi saya tidak ada istimewanya menyantap ayam goreng dan burung dara goreng. Mie (kepiting) Aceh bagi saya sesuatu yang baru, dan wajib dicicipi. Mie Kepiting Aceh saya telah masak dan disajikan dengan piring besar. Ternyata porsinya jumbo. Untung saya nggak pesan nasi. Bisa-bisa perut saya yang sudah gembul bakal jadi gembul. Mie Kepiting Aceh dengan bahan dasar mie yang besar-besar. Aromanya tajam menyatu dengan aroma kepiting khas sea food. Gurihnya mie goreng berbaur dengan aroma kepiting yang semuanya terasa pedas di lidah namun terasa sedap. Mie Kepiting Aceh sangat nikmat dimakan panas-panas. Fresh from the oven, gitu loh. Untuk minumnya sengaja saya tidak memesan minuman dingin. Tapi segelas teh manis panas. Rasa pedas, gurih, aroma kepiting khas sea food berbaur lumat di mulut. Lalu digelontor dengan teh manis panas. Keringat pun bercucuran. Kaos pun basah oleh peluh. Apalagi cara makannya setengah pakai garpu, setengahnya lagi pakai tangan untuk "mencabik-cabik" badan kepiting yang sepertinya berpostur jumbo. Ke8 teman saya cuma tersenyum melihat saya asyik dengan "dunianya sendiri". Bodoh amat, yang penting nikmat. usai santap mie kepiting aceh, ditutup dengan kepulan asap rokok kretek. hemm serasa terbang ke langit ketujuh. Wusss!! Daniel Supriyono Wartawan Foto Tabloid NOVA http://warungbarangantik.blogspot.com (Tulisan ini untuk menyapa kembali ke 8 teman berwisata kuliner selama liputan pembebasan Ferry Santoro (Kameraman RCTI). Teman-teman saya itu adalah : Bang Zul (Serambi Indonesia), Bang Hamzah (Suara Pembaruan-Biro Aceh), Tarmizi Harva (Rauter), Rayhan (Detikcom-Aceh), Helmy (driver), Kak Debby (NOVA). Juga untuk mengenang Bang Najmudin Oemar (Kompas-Aceh) dan istrinya yang telah hilang saat tsunami di Aceh, th 2004.
