Rabu, Oktober 01, 2008    Warung Enak di YoGyA
<http://eshape.blogspot.com/2008/10/warung-enak-di-yogya.html>     
[BLOGGER_PHOTO_ID_5252224733554265890] 
<http://4.bp.blogspot.com/_oMKg-L5dMD4/SOOmkVQFzyI/AAAAAAAAA80/nO1C2G2Cw\
js/s1600-h/100+Warung+Enak.jpg>
Ketika ngawani anak-anak ke toko buku di YoGyA, mataku tiba-tiba
"nempel" pada buku kecil bernuansa warna ceria dengan judul "100 warung
makan enak! di jogja". Ini buku yang [kayaknya] diiklankan oleh wak
Radit beberapa minggu lalu.

Waktu itu aku minta softcopynya ke Wak radit, he..he..he... tentu saja
langsung ditolak..!:-).

Mbaca buku kuliner ini, aku seperti dimanjakan dengan informasi yang
begitu lengkap, meskipun tetap padat.

Airliurkupun kadang terpaksa kutelan, karena meskipun cara berceritanya
"cekak aos" [to the point], tapi imajinasiku sudah sampai kemana-mana.

Kalaupun ada yang perlu ditambahkan, mungkin perlu dibuat rekap berdasar
beberapa kriteria, misalnya :

1. Model lesehan : warung nomor x, y dan z
2. Khas mahasiswa : warung a, b dan c
3. Bisa pakai kartu kredit : warung xx, yy dan zz
4. Cocok untuk reuni [40-100 orang] : warung xx, yy, zz dan aa
5. Ultra manis : warung b, d dan f
6. Ultra pedas : warung y, z dan g
7. Bisa pesan dan antar : warung nomor x, y, b, xx, yy, zz dan aa
8. dst ....

Bisa juga dengan cara penambahan label di tiap halaman, misalnya pada
halaman warung nomor x, pada baris paling bawah diberi keterangan
sebagai berikut :

Label : L, M, C
artinya modelnya lesehan, khas mahasiswa dan bisa pakai kartu kredit

label : R, UM, PA
artinya cocok untuk reuni [40-100 orang], ultra manis dan bisa pesan
antar

label : UP, PA, L, C
artinya cocok untuk lesehan, ultra pedas, bisa pakai kartu kredit dan
bisa pesan antar

label : dll, dst ....
artinya ? tambahin sendiri saja


Dengan adanya rekap atau model labeling di setiap warung, maka pembaca
akan lebih dimudahkan dalam menentukan warung mana yang akan dia
kunjungi.

Bisa juga diberi keterangan tambahan, misalnya SATE pak AmAt di
alun-alun utara tetap buka di hari libur besar [lebaran, tahun baru,
dsb].

Waktu sahur di hari terakhir Ramadhan, aku mencoba warung nomor 36 Gudeg
Ibukota. Menurutku penulis buku ini tidak bohong kalau bilang rasa
cekernya istimewa khas Gudeg Ibukota.

Besok aku pingin nyoba ke Sate Pak Amat, yang katanya buka di hari
lebaran. Ini adalah sate yang sangat sarat dengan nostalgia, baik rasa
maupun tempatnya. Bila SGPC Bu Wiryo [legenda SGPC] mencoba rasa lama +
nostalgia dibalut aroma musik sebagai tambahan menunya, maka Sate pak
Amat yang lebih tua umurnya [?], tetep dengan penampilan yang "ajeg".
Mungkin maksudnya agar para penggemar lamanya tidak terlalu kaget
melihat perubahan penampilannya.

Begkitukah?

Silahkan coba sendiri 121 warung yang ada di buku "100 warung makan
enak! di jogja". Jangan tanya alamat pada orang Yogya yang sudah lama
keluar dari yogya, karena aku sendiri tidak faham betul dengan alamat
yang disampaikan penulis, meskipun aku bisa nyari dengan mudah [misalnya
alamat warung nomor 92 Boyong Kalegan, akan lebih enak kalau ditulis
begini, "dari arah yogyakarta menuju kaliurang, setelah sampai pakem
belok ke kiri menuju sungai Boyong"]

Peta yang terlampir bersama buku ini, sangat membantu mereka yang belum
kenal betul dengan YoGyA. Akan lebih baik lagi kalau nomor warung yang
ada dalam buku disesuaikan dengan nomor petunjuk yang ada dalam peta.

Salam Sedap "Kuliner Nusantara"

  [BLOGGER_PHOTO_ID_5252224738812522642] 
<http://4.bp.blogspot.com/_oMKg-L5dMD4/SOOmko1wcJI/AAAAAAAAA88/n8WToxVQu\
cM/s1600-h/sate+amat+04.jpg>
*coba update rasa Sate Pak Amat, ternyata masih mak nyuss.... [kalau aku
sih tongsengnya yang bikin ngiler terus...]

Kirim email ke