Tolong info ke yang lain yah.

Best Regards,

 
From: [EMAIL PROTECTED] 
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of yasinta hanifah
Sent: Wednesday, October 15, 2008 8:30 AM
To: milis fe
Subject: [HUT FEUI ke 58] info:cari buku murah ex kwitang
 

----dari milis tetangga ni---

 
 


Semoga berguna bagi para book hunter.....


Menelusuri Gusuran Bursa Buku Kwitang 

Sebagai pecinta buku bekas (bermutu) saya merasa kehilangan dengan
digusurnya pedagang buku Kwitang, Senen Jakarta Pusat. Di bekas lokasi
terpampang spanduk yang menginformasikan pedagang buku kwitang pidah ke 
Bursa Buku
Murah di lantai IV Proyek Senen tak jauh dari lokasi gusuran. Saya pun 
menjuju
ke sana dan menjumpai para pedagang yang mulai menggelar buku-buku dan 
majalah.
Masih banyak yang belum buka mungkin karena ragu karena pengunjung masih 
sepi. Harga buku nampaknya di
banting karena selama masa transisi ini para pedagang perlu punya 
penghasilan
untuk menghidupi asap dapur di rumah. Pengunjung kebanyakan pelajar dan
mahasiswa yang mencari buku berharga miring dan buku-buku yang sukar di 
cari di
toko buku. 

Rupanya tidak semua pedagang buku Kwitang pindah ke Proyek senen.
Sekitar 50 pedagang memilih pindah ke Mall Jakarta City Center (JaCC), Jl.
Waduk Melati Raya, lantai 3 A belakang Hotel Indonesia. Di Mall JaCC ini, 
buku-buku
dan majalah yang ditawarkan juga beraneka ragam dan cukup menarik, 
harganya
juga murah. Lokasinya sudah tentu lebih nyaman ber AC pula. Mereka boleh
berdagang dengan sewa kios yang terjangkau yaitu Rp 300.000 untuk dua 
tahun. Lumayan
murah, namun mana pembelinya? Sama seperti di Proyek Senen lantai IV, 
pengunjung
masih sepi! Tinggallah menginformasikan agar para pencinta buku mengetahui
lokasi ke dua tempat baru ini.

Di Mall memang telah terpampang spanduk besar Bursa Buku
Murah tapi pengunjung mall juga tak seberapa, sehingga yang mampir ke 
lantai 3A
dapat dihitung dengan jari. Padahal sekitar 50 pedagang menanti pembeli. 
Seperti
biasa Pemda DKI rupanya sudah merasa puas jika para pedagang buku Kwitang 
sudah
mendapatkan tempat penampungan, soal sosialisasi rupanya bukan merupakan 
kepedulian
mereka.

Nah, apakah mereka bisa dapat bertahan dI lokasi baru jika
masyarakat belum mengetahui keberadaan lokasi baru mereka. Saya khawatir 
dalam
satu atau dua bulan lokasi ini akan bubar, bukan karena digusur tapi para
pedagangnya tak punya daya tahan karena sepinya pengunjung. Mampukah 
mereka
bertahan satu bulan tanpa penghasilan, sambil harus terus menunggu 
pembeli? Kita
mungkin dapat membantu menginfomasikan keberadaan mereka dan para pencinta 
buku
masih dapat memilih buku-buku kesukaan mereka dengan harga yang 
terjangkau.


 
 
 

-------------------------------------------------------------------- 
This message contains confidential information and is intended only for 
the addressee named. If you are not the named addressee (or authorised to 
receive for the addressee), you must not disseminate, distribute or copy 
this email.Please notify the sender immediately by e-mail if you have 
received this e-mail by mistake and delete this e-mail from your system

Kirim email ke