Siapa yang tidak mengenal pecel lele? Makanan murah meriah dan enak
ini ternyata hampir menjadi kegemaran setiap orang. Sambalnya yang
puedess gurih karena menggunakan kacang mete beradu dengan lele yang
krispi ini sungguh membuat ketagihan. Uenak tenan!!

Makan enak tidak harus harus selalu di restoran besar, buktinya saya
dan teman-teman mendapatkan kepuasan bersantap di warung Pecel Lele
Mas Bambang ini. Meskipun dulu saat pertama kali diajak oleh teman
saya saat bersantap disini saya pun sempat ragu. Apa sih yang istimewa
makan pecel lele Mas Bambang ini?

Ya, seingat saya pecel lele ini berada persis di depan pasar PSPT
Tebet. Maklum karena sudah lama tidak menyambangi tempat ini, saya pun
terpaksa harus menggali ingatan kembali. Untunglah nomor telepon Mas
Bambang masih saya simpan, sehingga saya dapat menelpon si empunya
langsung untuk mencari ancer-ancer tempatnya.

Tak lama, kami telah memarkirkan mobil tak jauh dari warung pecel lele
tersebut berada. Seperti layaknya penjual pecel lele pada umumnya,
penjual pecel lele ini terletak di pinggir jalan alias kaki lima.
Sebenarnya cukup mudah mengenalinya karena tempatnya lebih luas
dibanding pecel lele lainnya, tendanya memanjang beratap terpal
berwarna oranye.

Di salah satu meja terdapat etalase kecil tempat untuk menaruh ayam,
bebek, tempe, tahu, serta tempat penggorengan. Disanalah pusat
kesibukan warung pecel lele ini berada, apalagi mengingat warung ini
cukup ramai oleh pengunjung.

Berhubung meja di dekat etalase telah penuh, kami pun mengambil tempat
di meja lainnya yang tidak terlalu padat. Salah satu pelayan berlogat
kental Jawa segera menghampiri untuk mencatat pesanan kami, yaitu lele
dan bebek goreng. Sengaja teman saya memilih bebek karena selama ini
kami tidak pernah mencobanya.

Sektika mata saya pun sempat tergoda ketika melihat gerobak yang
berada di depan saya dengan tulisan 'Es Cendol Elisabeth'. Wah
dinginnya es dan cendol yang mengelus tenggorokan sempat terbayang.
Namun niat tersebut segera diurungkan saat es teh manis pesanan saya
tiba diatas meja.

Tak lama lele dan bebek goreng menyusul disajikan. Uniknya makan di
warung ini hidangan tersebut bukan menggunakan piring melamin seperti
penjual pecel lele lainnya, namun dengan cobek yang terbuat dari tanah
liat. Kalau bagi saya ini memberi kenikmatan tersendiri saat menyantap
hidangan.

Mengingat saya tidak terlalu suka dengan lele yang berukuran besar,
sehingga ketika lele yang disajikan ukurannya tidak terlalu besar atau
kecil ini membuat sangat pas dengan selera saya. Lelenya dikerat-kerat
lalu digoreng kering dengan minyak yang sangat panas sehingga krispi
ketika disantap. Sebagai pelengkap berupa sambal dan lalapan seperti
daun kemangi, kol, dan beberapa iris timun. Hmm... saya pun jadi tak
sabar ingin segera menyantapnya.

Ditemani oleh sepiring nasi putih hangat, saya pun mulai mencuil
daging lele dan mencocolnya dengan sambalnya yang istimewa. Ya sambal
yang berwarna kecokelatan ini digerus dengan kacang mete, tomat,
cabai, dan sedikit terasi. Wuihh... inilah yang membuat saya
terkangen-kangen dengan warung pecel lele ini. Apalagi si lele juga
tidak berbau tanah sehingga menambah kenikmatan ketika menyantapnya
dengan sambal dadak yang suegaar ini.

Daging lele yang renyah dan segar, saking renyahnya sampai ujung ekor
lelepun saya kunyah habis. Paduan yang serasi dengan sambal yang
sedikti asam, pedas dengan semburat gurih kacang. Uenak tenan… mulut
pun tak bisa berhenti mengunyah nyam nyam...

Bebek goreng pesanan teman saya tampil berwarna garing kecokelatan,
ditaruh di atas cobek tanah liat plus lalapan dan sambal yang sama
persis dengan lele goreng. Namun sayang, ternyata bebeknya terasa agak
alot ketika disantap hmm... kemungkinan akibat kurang lama merebusnya.
Untunglah rasa sambal yang istimewa dan membuat ketagihan ini mampu
menjadi penghibur.

Tak ayal lagi dalam sekejap sajian di hadapan kami telah tandas. Huah
huah... untuk peredam rasa pedas, kami pun menyeruput segelas es teh
manis. Wah saking asyiknya menikmati hidangan tanpa sadar warung ini
makin larut semakin penuh oleh pengunjung.

Untuk seporsi pecel lele kami cukup membayar Rp 5.500,00 dan Rp
12.000,00 untuk bebek goreng. Benar kan, selain enak juga murah
meriah. Selagi uang jajan menipis kami tetap bisa makan enak. Tak lama
kami pun melenggang pulang dengan perut kekenyangan!

Warung Pecel Lele Mas Bambang
Depan Pasar PSPT, Tebet
Telp: 0856-7546615
Harga Rp 5.500,00 – Rp12.000,00
Buka jam 18.00 – 22.00

Kirim email ke