Pak Rudy,
Miliser bango-mania, media jakarta,
saya forward e-mail dari temen saya yaaa...
Kalau teman pak Rudy mau mendonasikan dananya, kami sangat berterimakasih...
Memang lokasi panti yang kami bantu ada di palembang....

salam,
noVi



----- Pesan Diteruskan ----
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: novi irawati <[email protected]>
Cc: [email protected]
Terkirim: Jumat, 9 Januari, 2009 08:15:54


noViiiiiii,.... aku mo kasih laporan singkat perjalananku ke Palembang 
......boleh khan...?!! 

Alhamdulillah, perjalanan kami ke Palembang bulan lalu (9-11 Dec. 2008) sangat 
berkesan bagiku, baik itu kesan yang gembira maupun yang sedih lho......!!!!??? 

Gembira, karena aku bisa memperlihatkan kepada anak-anakku pengalaman ber 
"kepedulian sosial" melalui kunjungan yang kamu dkk. arrange yaitu ke Panti 
Asuhan anak2 Yatim "MAHABBATUL UMMI" yang lokasinya tak jauh (+- 15 menit 
perjalanan) dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin-Palembang. 

Setibanya di Rumah yatim yang luas tanahnya tak lebih dari 200m2 dan bangunan 
yang berbentuk L dengan ukuran sekitar 150m2 itu terasa sangat "sumpek" akibat 
terhimpit oleh dinding2 tembok yang menjulang tinggi dari rumah penduduk 
sekitarnya dan dihuni oleh sekitar 70-an orang yang sebagian besar (+- 50 
orang) adalah anak yatim, kami disambut dengan riang gembira oleh mereka, 
meskipun nampak dari raut wajahnya menandakan bahwa mereka sangat memerlukan 
bantuan! 

Dengan kalimat sederhana dan singkat, pengurus Panti Asuhan menjelaskan kepada 
kami keadaan anak2 asuh mereka dan kegiatan mereka sehari2. Dimana kegiatan 
operasi sepenuhnya dibantu oleh Dana bantuan sumbangan dari berbagai individu 
maupun instansi. Sementara anak2-ku menatap dan memperhatikan saudara2 mereka 
yang tinggal di panti tsb. 

Ketika diminta untuk memberikan sambutan, meskipun terbata2 kugunakan 
kesempatan baik itu untuk bercerita seadanya kepada anak2-ku dan adik2  yang 
telah yatim dan tinggal di panti tsb. tentang pentingnya pendidikan dan 
nasehatku terutama buat anak2 kami adalah dengan mata dan kepala sendiri mereka 
bisa melihat secara langsung bahwa kondisi mereka jauh lebih baik dari saudara2 
mrk yang menghuni panti itu. Dan masih banyak lagi anak2 yatim yang hidup 
kekurangan di kota ini, ujarku. 
Maka dari itu, nasehatku untuk semua, agar kita selalu bersyukur kepada Allah 
swt atas limpahan rezeki yang diberikan, dan tidak melupakan bahwa sebagian 
rezeki yang diperoleh itu merupakan hak fakir dan miskin dan harus dibagikan 
kepada mereka. 

Kegembiraanku yang amat berkesan adalah saat hendak meninggalkan rumah yatim 
tsb. mereka berdo'a bersama untuk kami demi kemaslahatan, limpahan rezeki yang 
halal dan selalu dalam lindungan Allah swt......amien..InsyaAllah... 

Kunjungan juga dilakukan ke Panti Sosial Tunas Werda "TERATAI" yang terletak di 
Jl. Sosial Km.6 - Palembang. Setelah disambut oleh salah seorang pengurus 
panti  disertai oleh perwakilan Ibu2 Pengajianmu, kami berdiskusi tentang 
keadaan panti. Dengan intonasi yang rendah disertai suara yang lirih dan datar 
mengindikasikan keadaan duka yang mendalam dengan lepasnya bapak tsb. 
menceritakan kegiatan panti dan tantangan serta rintangan yang dihadapi. 

Kalau dilihat dari lokasinya, logikanya panti tidaklah patut menghadapi 
rintangan yang berat, ujarnya. Kemakmuran masyarakat sekitarnya adalah bukti 
yang nyata, dimana rumah2 yang dibuat permanen lagi elok dipandang, halaman 
yang cukup luas yang ditutupi oleh rumput2 jepang, serta kendaraan roda empat 
yang terparkir di garasi melengkapi kemakmuran yang nampak kasat mata. Namun 
demikian yang terjadi adalah kebalikannya. 

Dalam kesehariannya pengelolaan panti dibantu oleh dana yang terbatas dari 
Pemerintah Daerah dan sumbangan dari instansi maupun individu2 lainnya yang 
hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari2. Dengan jumlah LANSIA yang 
mencapai 75 orang (per September 2008) yang diurus hanya oleh 4 sampai 5 orang 
yang sudah cukup berumur pula, kendala utama yang dihadapi adalah "KENDARAAN", 
untuk transportasi mereka, yang bekas sekalipun tak masalah, ucapnya dengan 
sedikit berharap. 

Kebutuhan transportasi ini amatlah mendesak, ujarnya, karena sangat membantu 
para pengurus menangani problem2 utama yang terjadi dalam keadaan darurat. 
Mengingat usia penghuni yang  mulai 65 s/d 80 tahun, daya tahan mereka 
seringkali menurun, belum lagi faktor2 mental yang mengakibatkan mereka sering 
jatuh sakit. Selain itu, layaknya seorang bayi, bahkan lebih berat lagi, banyak 
diantara mereka yang membuang hajat/kotoran bisa s/d 8 kali sehari (ini tentu 
melebihi bayi yang hanya 3 s/d 4 kali), dengan tenaga yang terbatas itulah 
mereka saling bahu membahu membersihkannya. 

Tantangan yang lebih berat dihadapi ketika salah seorang LASNSIA jatuh sakit 
dimalam hari dan harus mendapatkan perawatan dokter, karena ketiadaan kendaraan 
(untuk menggendong si sakit ke dokter sangat tidak mungkin karena jaraknya 
cukup jauh), maka usaha mereka adalah menghubungi Panti Sosial yang lain untuk 
minta bantuan paling tidak berupa kendaraan, hingga pagi hari bantuanpun tak 
kunjung datang. Karena tak bisa berbuat apa2 dengan perasaan sedih dan menyesal 
merekapun menyaksikan si sakit meninggal dunia tanpa mendapatkan pertolongan 
minimal sekalipun. 

Sejak September 2008, keadaan ini sudah terjadi hingga 6 kali, sehingga jumlah 
LANSIA yang ada saat kami berkunjung berkurang menjadi 67 orang (Desember 
2008). Tak cukup sampai disitu, dengan hanya beberapa orang pengurus dan bekal 
seadanya, mereka harus mempersiapkan keperluan untuk penguburannya. Jarak Panti 
ke lokasi tanah pekuburan cukup jauh, dan mereka tidak memiliki serta tidak 
dapat mengharapkan bantuan kendaraan dari masyarakat sekitarnya, usahapun sudah 
dilakukan dengan menghubungi Panti Sosial yang memiliki "AMBULANCE" atau mobil 
Jenazah. Namun sampai dengan sore hari bantuanpun tak kunjung datang, mau tidak 
mau mereka harus menggendong si Mayit untuk dimakamkan. 

Haru biru perasaan kami mendengar kisah yang diutarakan si Bapak, tak sepatah 
katapun mampu kami ucapkan. Abangku yang semula ikut mendengarkan, tak kuasa, 
buru2 meninggalkan ruangan. 

Ya Allah, lirihku dalam hati, betapa mulia dan hebatnya si Bapak ini, betapa 
tinggi dan luhur hatinya dengan ikhlash MENGAYOMI dan MEMELIHARA hamba2-Mu yang 
sudah UDZUR dan TERBUANG dari keluarga dan masyarakatnya. Aku tidak mampu dan 
amalku teramat dangkal jika dibandingkan dengan apa yang telah diperbuatnya. 

Ampunilah dosa hambaMu ini, masihkah ada jalan bagiku untuk berbuat sesuatu 
agar dapat meringankan tantangnannya. 

Salam buat teman2-mu di Palembang. 

Wassalam, 
Muhammad Fauzi 




-- 
This e-mail and all attachments is confidential and may contain legally 
privileged information intended solely for the use of the addressee.  If you 
are not the intended recipient, you are hereby notified that reading or any 
other use of this message is unauthorized.  Any views or opinions expressed in 
this message are solely those of the author, and do not necessarily reflect 
those of Murphy Oil Corporation or any of its subsidiaries. 


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke