bravo...KOBAMA memang TOp. buat mas Radit.... --- On Sat, 24/1/09, mediacare <[email protected]> wrote:
From: mediacare <[email protected]> Subject: [bango-mania] Pecinta kuliner di dunia maya: Dari ngobrol makanan sampai bikin bisnis To: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Date: Saturday, 24 January, 2009, 1:45 AM Pecinta kuliner di dunia maya: Dari ngobrol makanan sampai bikin bisnis Pasukan Kobama saat beraksi di Surabaya Sejak makin maraknya acara kuliner di layar kaca, semua orang jadi tertarik menjelajahi pusaka kuliner Nusantara. Tak hanya itu, di dunia maya pun soal masakan ramai dibincangkan. Bahkan ada komunitas khususnya. Dunia maya menawarkan banyak hal menarik untuk ditelusuri. Salah satunya, beragam informasi tentang masakan dan tempat wisata. Tak hanya situs tentang aneka resep atau obyek wisata saja, komunitas pecinta jalan-jalan dan makan-makan pun, bisa dengan mudah ditemukan. Coba, deh, klik situs www.jajanan. com atau ikuti milis Bangomania, dan yang paling terkenal adalah milis Jalansutra. Ribuan orang tercatat sebagai anggota, saling tukar informasi dan pengalaman wisata kuliner. Entah soal panganan tradisional, oleh-oleh khas suatu daerah, tempat jajan paling nikmat, dan masih banyak lagi. Tak jarang pula mereka "kopi darat", kumpul, untuk merasakan nikmatnya tempat makan favorit bersama teman pecinta kuliner lainnya. Selama pertemuan, obrolan pun bisa macam-macam. Banyak ide segar dilontarkan. Termasuk soal bisnis dan makanan. Tak ayal, persaudaraan di antara mereka semakin kental terjalin. Bahkan, tak jarang, berujung dengan menjalin bisnis bareng. Bangomania, tambah kuat dengan sponsor Radityo Djadjoeri, pendiri Kobama Milis yang juga ramai dibicarakan para pecinta kuliner Nusantara adalah Bangomania (bango-mania@ yahoogroups. com). Meski belum genap berusia 2 tahun, milis ini sudah mampu menjaring 4.200 anggota. "Idenya dari pengalaman pribadi menjelajah dan mencicipi makanan di seluruh Indonesia," kata sang pendiri, Radityo Djadjoeri, konsultan media di Bizzcomm. Radityo yang mengaku sudah menjelajahi hampir seluruh kota di Indonesia, merasa terpanggil untuk menginformasikan betapa nikmat dan beragamnya masakan Indonesia. Apalagi, kekayaan rasa dan bumbunya membuat masakan Indonesia unik serta istimewa. "Masakan Indonesia menggunakan rempah-rempah yang tak hanya membuat hidangan jadi lezat, tapi juga diyakini bikin tubuh sehat." Lalu, kenapa memilih nama Bango yang sudah identik dengan merek salah satu kecap kedelai hitam? "Bisa jadi ini ada kaitannya dengan formula kecap yang menggunakan kedelai hitam, sehingga membuat masakan lebih lezat dan berkhasiat. Apalagi, kecap manis kedelai hitam juga banyak digunakan dalam penyajian dan resep masakan tradisional Indonesia." Yang jelas, komunitas ini memang dibentuk setelah Festival Jajanan Bango (FJB) diadakan di beberapa kota dan dihadiri para penggemar masakan Indonesia yang ingin memiliki wadah untuk saling berbagi informasi. Puncaknya ketika FJB digelar di Bandung, tahun 2007, "Kami sepakat mendirikan Komunitas Bango Mania alias Kobama. Tentu saja setelah mendapat izin dari pemilik merek kecap Bango." Meski menggunakan nama Bango, milis Bangomania tetap berusaha menjaga independensinya agar tidak tergantung pada satu produk saja. Kobama pun mendapat tempat untuk memperluas jejaring dan mempermudah acara pertemuan melalui acara seperti FJB, yang disponsori kecap Bango. Dari sinilah Kobama melebarkan sayapnya hingga mampu merangkul banyak anggota di masing-masing kota yang disinggahi. "Ini sesuai dengan misi kami, melestarikan masakan tradisional. Dari mereka, kami dapat banyak beragam informasi," ungkap Radityo bersemangat. Belakangan, Kobama juga membuka forum di situs pertemanan www.facebook. com.. "Biar bisa berbagi info dan foto lebih banyak lagi," kata Radityo. Jalansutra, dari milis sampai koperasi Sering dengar nama Jalansutra? Ya, betul! Bondan Winarno presenter acara kuliner di sebuah stasiun televisi swasta yang kondang dengan celetukan, "Mak Nyus" nya itu, memang identik dengan Jalansutra. Adalah Wasis Gunarto, pengusaha rumah makan di bilangan Senopati-Jakarta sekaligus moderator milis ini, yang digandeng Bondan untuk mendirikan jalansu...@yahoogro ups.com. Kata Wasis, awal pembuatan milis ini memang terinspirasi dari Bondan yang pernah menulis buku Jalansutra. Atas motivasi dan aspirasi Bondan pula, Jalansutra mampu berjaya hingga sekarang. Ketika menghadiri peluncuran buku Bondan April 2003 silam, Wasis yang juga pecinta makanan khas Nusantara, merasa yakin, banyak orang yang pelu tahu makanan-makanan tradisional bangsa ini. "Makanan tradisional ibarat pusaka. Ia merupakan warisan nenek moyang yang perlu dilestarikan, " kata Wasis. Pemikiran ini didapat setelah ia mengikuti tulisan-tulisan Bondan plus buku Jalansutra yang mengangkat tentang kekayaan kuliner dan pengalaman jalan-jalan ke berbagai tempat di Nusantara. Wasis senang ketika Bondan memberi restu mendirikan komunitas dengan nama Jalansutra. "Sejak 22 Mei 2003, saya mulai mengurusi komunitas Jalansutra." Untuk memperkenalkan milis ini, sekitar Agustus 2003, Wasis membuat acara pertemuan yang dihadiri 300-an orang anggota komunitas barunya. Sekarang, anggotanya mencapai 14.500 orang. Kebanyakan kaum Hawa yang punya daya beli, senang icip-icip, dan suka bingung menentukan mau jalan kemana. Hebatnya, banyak juga anggota yang bermukim di mancanegara, semisal Rusia, Amerika, Kanada, Perancis, Inggris, Australia, dan Afrika. "Rata-rata orang Indonesia yang rindu pada makanan Nusantara." Membeludaknya anggota milis ini pun mengharuskan Jalansutra menambah moderatornya hingga 9 orang. "Rencananya, tambah satu lagi tahun ini." Uniknya, para moderator memiliki latar belakang beraneka ragam. Ada yang pakar minuman anggur, dosen kimia, dosen manajemen, ibu rumah tangga, atau pemilik rumah makan seperti dirinya. Solidaritas yang dijalin para anggota milis juga membuat mereka aktif menggelar acara kumpul-kumpul. Bahkan nyaris tiap bulan. Saat Jalansutra mengadakan acara Heritage Food in Heritage City di Jakarta, cerita Wasis, pesertanya tercatat 3.000 orang! Kini Jalansutra sudah berusia 5 tahun. Terdorong semangat untuk melestarikan pusaka kuliner Nusantara dan memberikan informasi pada khalayak yang lebih luas, Jalansutra juga merilis situs resmi jalansutra.or. id, sekaligus sebagai unit usaha Koperasi Jalansutra. Isinya merupakan kumpulan informasi kuliner dan wisata Nusantara, yang juga didapat dari anggota milisnya. Tak hanya situs dan koperasi, Jalansutra juga memiliki unit usaha seperti penerbitan, event organizer, dan biro perjalanan yang akan segera menyusul. Jajanan.com, didominasi kaum adam Masih dengan semangat menjaga pusaka kuliner sekaligus menjalin persaudaraan kuliner, Janus Limar membuka situs www.jajanan. com. Meski baru berdiri Juni 2008, anggota forum sudah mencapai 1.300 orang. Uniknya, mayoritas malah kaum Adam. Janus yang juga pengusaha rumah makan di Sukabumi, mengaku tertarik membuat situs kuliner karena banyaknya informasi tentang tempat makan, resep, dan bisnis kuliner yang perlu dibagi ke banyak orang. "Awalnya, sih, saya hanya berharap situs ini bisa menampung aspirasi orang yang ingin bertukar informasi tentang masakan Indonesia. Ternyata malah berkembang lebih dari itu," katanya. Selanjutnya, banyak juga anggota milis lain seperti anggota Bangomania yang memberikan agenda acara mereka, tips, juga informasi tempat makan yang mereka ketahui. Dari sini Janus berharap website-nya dapat menjadi jejaring sosial pecinta kuliner di Indonesia. Tak hanya berguna memberi fasilitas bagi para pehobi makanan, tapi juga menunjang kegiatan mereka yang berbisnis di bidang makanan. "Ke depannya, harapannya mencakup informasi tentang usaha waralaba, kiat masak-memasak, dan gaya hidup sehat. Pokoknya, yang masih berkaitan dengan makanan!" ujar Janus optimis. Laili Damayanti Tabloid Nova edisi 19-25 Januari 2009 New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
