20.2.09



Nasi Goreng Bakar, Menu Bebas Lemak yang Bikin Ketagihan




Nasi goring kok dibakar? Begitu pertanyaan yang mengusik pikiran setiap orang 
yang melintas di Jalan Ngagel, Surabaya.
Rasa heran terus menyeruak karena banyak kendaraan yang diparkir di
sekitar warung itu. Terutama pada jam pulang kantor atau setelah pukul
15.00, warung itu selalu ramai dikunjuni konsumen.

Tak
heran, banyak konsumen yang silih berganti menikmati nasi goring yang
benar-benar bebas lemak itu. Menjadi bertambah asyik karena campuran
nasi goreng baker itu pun beragam. Ada daging kambing, daging ayam, telur 
ceplok, atau special campuran daging atam, kambing, sapi, dan ikan. Nah, 
tinggal pilih, sesuai selera Anda! Harga nasi goring special Rp. 8.000 per 
porsi, sedangkan menu lain Rp. 6.000 – Rp. 7.000 per porsi.
Arham (40), salah satu pengelola dari 85 warung “Nasi Goreng
Bakar Mr Peuncheng” di beberapa kota besar di Indonesia, mengatakan,
setiap hari warung nasi goreng baker tersebut paling tidak menjual
sebanyak 60 porsi. Bahkan pada hari libur bisa mencapai 80 porsi.
Kalau
musim hujan seperti sekarang, pengunjunga agak berkurang. “Musim hujan
sangat memengaruhi kehadiran pembeli warung ini, kemungkinan malas
keluar rumah,” katanya. Soal bumbu dasar nasi goring bakar, kata dia,
didatangkan dari Semarang, sebagai warung pertama.
Menu nasi goreng baker ini barangkali akan disukai mereka yang bermasalah 
dengan kolesterol. Soalnya, nasi
goring bakar ini bebas lemak. Sama sekali tidak berminyak. Penyajiannya
pun mengunakan piring bamboo (besok) dilapisi daun pisang.

Sedikit Minyak
Untuk menggoreng empat portsi nasi hanya menggunakan minyak goring seukuran 
satu sendok makan. Minyak goreng juga menggunakan minyak non-kolesterol. “Nasi 
goreng mengilap saat disajikan bukan karena minyak goring, tetapi taburan 
kecap,” ujarnya.
Bagi Citra Handi (31), warga Pasuruan, setiap tugas ke Surabaya, dia selalu 
menyantap nasi goring baker tersebut. “Awalnya sih aneh, tetapi kok ternyata 
enak dan buat ketagihan,” ucapnya.
Keistimewaan rasa nasi goring baker justru pada pembakaran menggunakan gas 
bertekanan tinggi. “Memang nasi goreng tidak berminyak, tetapi rasanya tidak 
aneh dan tidak enek saat disantap karena bebas kolesterol,” ujarnya.
Bagi Taufik (45), pengusaha yang tinggal di Tandes, Surabaya, menyantap nasi 
goreng baker, rasanya lebih nikmat. Dari segi rasa tidak berubah meski dibakat 
setelah digoreng. Menggoreng sekaligus membakar nasi itu butuh dua orang 
tenaga. Satu orang menggoreng dan seorang lagi membakar.
“Prosesnya
kelihatan rumit karena membutuhkan tenaga dua orang sekaligu, tapi
rasanya memang lebih gurih dan tidak berminyak,” kata pria yang rutin
menikmati nasi goreng baker itu. (*)

Ditulis: Agnes Swetta Pandia/Kompas Jawa Timur/Sabtu, 21 Februari 2009
Sphere: Related Content




di
9:43 PM






 












Label:
bango mania,
nasi goreng








0
komentar:
        



Post a Comment


Link ke posting ini


      

Kirim email ke