Sajian: Ikan Serbabakar




Jenis
ikan laut air dalam ini memang memiliki banyak nama. Di wilayah pantai
utara (pantura) Jawa Barat, dari Karawang, Pamanukan, Indramayu,
Cirebon, bahkan sampai Tegal di Jawa Tengah, orang menyebutnya ”ikan
etong”.

Akan tetapi, di Jakarta—menurut label di berbagai
supermarket—disebut sebagai ikan ayam-ayam. Ada malah yang menyebutnya
sebagai ”ikan kambing-kambing” atau ikan ”pecah kulit”.

Nama
yang masuk akal memang ”pecah kulit”—karena sebelum membakar ikan laut
yang dulu dibuang-buang, karena tak laku seperti halnya bawal atau
kakap merah ini—si ikan memang harus dikelokop terlebih dulu kulit
kerasnya. Ditambah lagi, karena tampangnya ”seram”, kurang menawan,
maka ikan ini dulunya tak laku.

Akan tetapi, dua tahun terakhir
ini, tutur Hajjah Nengsih, pengelola Restoran Ma’ Pinah di Pamanukan,
Subang, ikan etong ini laku keras. Ikan etong menjadi ikan favorit di
wilayah pantura, terutama jika dibakar.

”Kurang enak jika
digoreng,” tutur Hajjah Nengsih. Etong bakar, tambah Bu Hajjah, paling
enak dimakan untuk lauk nasi putih, daging ikannya dicocol terlebih
dulu di kecap berbumbu. Restoran Ma’ Pinah, kata pengelola restoran
ini, memang utamanya menyediakan menu yang ”serba bakar”, entah itu
ikan bawalnya, etongnya, atau bahkan kakap, udang dan cuminya.

Istimewanya
etong, jika dibanding dengan ikan-ikan lain—jika dibakar tidak gosong,
lantaran kulitnya sudah dikelupas. Sementara, umumnya ikan, jika
dibakar akan gosong kulitnya. Membuat kurang begitu sedap rasa
dagingnya. Juga, hati-hati jika termakan duri ikan kakap.

”Yang
membedakan ikan bakar kami dengan restoran lain adalah bumbu
racikannya, racikan resep kami sendiri,” tutur Hajjah Nengsih. Di
restorannya di Pamanukan, Subang, masakannya ditangani tujuh koki tetap.

Selain
serbabakar, restoran Hajjah Nengsih ini juga mempunyai menu lain yang
juga laris, yakni Gurami Asam Manis —gurami dengan di antaranya
dibumbui kecap Inggris.

Menu keseluruhan yang disajikan restoran
di pantura ini memang merupakan ”menu generik”. Restoran lain pun
menyajikan menu serupa. Hanya saja, upaya untuk membumbuinya dengan
resep pengalaman sendiri, membuat sajian menjadi terasa lain.(sha/foto 
Priyambodo)

Sumber: KOMPAS, Minggu, 15 Maret 2009
Klik juga: http://kecap-bango.blogspot.com/2009/03/sajian-ikan-serbabakar.html



      

Kirim email ke