Sensasi Wedang Kopi Areng Plus Nasi Kucing




Wedang
kopi yang satu ini memiliki sensasi yang luar biasa. Aroma maupun
rasanya bisa dibilang beda. Awalnya akan ragu untuk menyeruputnya.
Namun setelah mencicipi, dijamin akan membuat ketagihan.

detikSurabaya.com
| Bagaimana tidak, wedang kopi seduhan Kang Mangun ini mendapat 'ekstra
bumbu' yang membuat siapapun yang belum mencoba akan terheran-heran.
Wedang kopi di Warung 'Wedangan Hik Solo', Jalan Gajah Mada Sidoarjo
ini menambah batu arang (areng) yang membara di wedang kopi seduhan
Kang Mangun, Kamis dinihari (12/3/2009).

Selain rasa dan aroma,
sensasi yang bisa dinikmati para pelanggannya adalah ketika detik-detik
arang membara dicemplungkan ke gelas yang sudah terisi seduhan kopi dan
gula. Cosss....! Asap tebal langsung membumbung dari gelas yang belum
dituangi air panas ini.

"Wow, dahsyat!" teriak Agung Sepung yang
matanya tak berkedip ketika menyaksikan wedang kopi unik yang asalnya
dari Yogyakarta ini. Pelanggan Warung Wedangan Hik ini memang cukup
banyak, tak hanya kalangan muda namun para pekerja maupun profesional
serta keluarga pun banyak yang mampir.

Warung Kang Mangun ini
berada di trotoar depan AJBS. Waktu bukanya malam hingga tutup
menjelang subuh. Selain wedang kopi arangnya, pelanggan juga bisa
memilih menu istimewanya. Apa itu? Sayap, ceker ayam panggang. Cara
panggangnya pun juga menjadi pemandangan menarik sendiri.

Pelanggan
cukup memilih mana yang disukai lalu dipanggang di atas tungku yang
batu arangnya membara. Bagi yang alergi kopi tak perlu resah. Warung
Wedangan Hik ini juga menyediakan aneke minuman berbahan dasar jahe.
Mau teh jahe susu, susu jahe atau cukup murni wedang jahe, ada semua.

Nah
jika perut keroncongan, Kang Mangun menyediakan nasi kucing. Ha? Jangan
Salah sangka dulu! Nasi kucing ini adalah julukan untuk nasi bungkus.
Karena ukurannya kecil, maka disebutnya nasi kucing. Salah satu
penggemar nasi kucing adalah Lutfi. Sekali nyaplok, dia mampu
menghabiskan 5 bungkus sekaligus. "Kalau cuma satu yang kurang," kata
Lutfi, warga Sidoarjo yang ditemui.

Kang Mangun merintis
usahanya ini sejak tahun 2006. Pria yang asli Klaten Jawa Tengah ini
kini menuai hasilnya. Bahkan, wedang kopi plus batu arang ini mulai
ditiru kawan-kawannya sekampung yang kini juga merintis bisnis serupa
di Sidoarjo.

"Ada 4 warung seperti ini. Semua teman-teman dari
kampung," katanya saat ditemui. Kang Mangun menjamin meski wedang
kopinya dicampur batu arang tak akan membuat aroma maun rasanya menjadi
tidak enak.

"Tambah manteb, rasanya makin ngejos," katanya. Nah
yang terakhir, kenapa namanya Wedangan Hik? "Hik itu artinya Hidangan
Istimewa Kota. Tetapi awalnya hik itu berasal dari pikulan. Dulu di
Solo atau Yogya, penjual begini dengan dipikul. Jadi mereka jalan dan
teriak hiikkkkk," katanya dengan tertawa. (gik/gik)

Sumber: detikSurabaya.com
Baca juga di:
http://kecap-bango.blogspot.com/2009/03/sensasi-wedang-kopi-areng-plus-nasi.html
Gabung juga di Facebook



      

Kirim email ke