Mau urun pendapat:
Kalau menurut saya setiap orang yang memilih cara hidup ber Vegetarian
itu
mempunyai banyak alasan dan aspek:
1. Faktor Agama, ada orang yang menjadi Vegetarian karena faktor
larangan agamanya.
Misalnya seperti kelompok Adven atau Budha Maitreya dan beberapa
aliran lain serta Hinduisme.
Tanpa perlu melihat alasannya dan mempertanyakan, kalau mau menganut
kepercayaan itu wajib bervegetarian kalau tidak artinya sudah tidak
sejalan dan boleh pilih kepercayaan yang lain karena kita semua punya
kebebasan memilih.
2. Faktor Kesehatan, percaya atau tidak biasanya orang yang Vegetarian
itu relatif lebih sehat karena sudah pasti akan terhindar dari
berbagai penyakit yang berasal dari hewan antara lain Antrax, Sapi
Gila, dll.
Meski tidak jaminan 100% karena ada juga orang vegetarian yang
meninggal karena penyakit atau mati muda mungkin itu lebih karena
faktor Gen, atau mudahnya memang kehendak yang kuasa.
Tapi yang pasti kalau kita di Vonis kena Cancer atau penyakit yang
berhubungan dengan perkembangan sel yang tidak normal maka oleh dokter
sangat disarankan untuk hidup bervegetarian.
3. Moralitas, kita memang tidak langsung membunuh hewan dan
memotongnya, tapi kalau kita mengkonsumsi artinya kita setuju ada
orang lain yang melakukannya dan lewat tangan orang lain itulah kita
juga membunuh hewan dan mengkonsumsinya. Dengan membeli daging hewan
artinya kita juga membiayai pembunuhan hewan tersebut. Ini juga
termasuk pertimbangan bagi mereka yang penyayang hewan.
4. Gaya hidup.
Vegetarian dianggap sebagai gaya hidup yang Go Green dan cinta
lingkungan. Semakin kita mengurangi konsumsi hewan, semakin bumi
hijau. Pemanasan bumi berkurang.
Vegetarian bisa dimulai dari berhenti makan daging yang merah saja,
atau social vegetarian di rumah bervegetarian tapi saat party atau
undangan makan tetap menyantap semua.
Ada lagi kelompok yang hanya mengkonsumsi ikan ikanan saja.
5. Food Combining.
Vegetarian juga bisa dikaitkan dengan food combining, bagaimana kita
memilih makanan yang sehat dan sesuai untuk tubuh kita.
Mengatur agar tubuh tidak terlalu capek dengan makanan yang dapat
menjadi beban bagi tubuh kita saat mencerna makanan tersebut.
Bagaimana dapat hidup sehat kalau semua makanan tidak berkualitas
karena adanya pengawet, pewarna, atau daging yang juga kemungkinan
membawa penyakit pada sel sel tubuhnya, lemak dsb dimasukkan kedalam
tubuh mesti terasa enak di lidah tapi membebani organ organ tubuh.
6. Kemudahan hidup, hidup itu jadi mudah kalau hanya mengkonsumsi
sayur atau makanan yang mudah dicerna. Tidak perlu membeli daging yang
relatif lebih mahal dari sayur mayur, tidak pelu ragu apakah daging
itu segar atau daging glontoran, tidak perlu khawatir apakah ikan laut
itu di awetkan pakai formalin atau tidak.
Kalau hidup itu terasa ringan otomatis beban berkurang dan emosi juga
menurun.
Selamat mencoba menjadi vegetarian.
Salam sejahtera
Anthony
On Mar 17, 2009, at 10:43 AM, elsara . wrote:
Mungkin saya bisa menambahkan sedikit. Kebetulan saya sendiri
vegetarian yang masih mengkonsumsi susu dan telur (ovo lacto
vegetarian). Beberapa waktu lalu saya jg sempat mendapat liputan
mengenai Restoran Te He Vegetarian. Nah saat itu saya langsung
berbincang-bincang dengan pemilik resto, Pak Suharjo dan Ibu Linda.
Mereka kebetulan beragama Buddha, jadi pernyataan dan mereka
kemukakan sedikit banyak dipengaruhi oleh ajaran yg mereka anut.
Singkat kata, ketika mengkonsumsi hewan, maka kita turut
mengkonsumsi penderitaan yg dirasakan oleh hewan2 tersebut saat
dikorbankan untuk menjadi santapan manusia. Lenguhan sapi yang
terdengar miris saat disembelih, ikan-ikan yg menggelepar saat
disiangi, dsb. Sehingga menurut saya, menjadi seorang vegetarian
berarti kita memutuskan untuk 'mengurangi penderitaan' hewan2
tersebut. Maka tak heran jika banyak vegetarian yg tergabung dalam
organisasi pecinta hewan, WWF atau PETA misalnya.
Teman2 saya banyak yg menggoda dengan mengatakan, "Kalau sayur-
sayuran jg bisa bergerak dan bersuara, apa kamu masih tega
mengkonsumsi mereka?" Dengan bercanda saya menjawab denan sebuah
pertanyaan juga, "Lalu, makanan apa dong yang tersisa?"
"I don't look back, darling. It distracts from the now". - Edna Mode
Deasy Elsara
p l a y g r o u n d | Obrolan Kopi
--- On Tue, 3/17/09, [email protected]
<[email protected]> wrote:
From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [bango-mania] Vegetarian food vs Emosi
To: [email protected]
Date: Tuesday, March 17, 2009, 1:34 AM
Berbagi opini ya ,
Setahu saya
Dlm pengetahuan timur dikenal yin dan yang.
Sayur sayuran itu tumbuh karena mendapat energi dari bumi dan energi
bumi itu termasuk yin (dingin)
Sedangkan daging itu termasuk yang (panas) seperti jg kuah (yin)
goreng (yang)
Jika berhubungan lgsg tentunya tidak segampang itu utk merumuskan
karena emosi manusia sangat kompleks yakni hati, pikiran dan tubuh
berkaitan langsung .
Tetapi yg pasti memakan sesuatu yg terlalu banyak itu tidak
seimbang , dan tidak seimbang itu tidak sesuai sifat alam.
Jika terlalu byk daging maka tentunya cholesterol dan segala macam
penyakit akan muncul jg dan akan mendukung porsi porsi kecil utk
merusak tubuh dan emosi.
Dari pengalaman saya org yg lebih mengerti ttg spiritual akan secara
langsung mengurangi konsumsi daging, karena dia merasa tidak nyaman.
Ada yg karena tubuhnya kurang enak, ada pulak yg karena tidak mau
membunuh makhluk hidup dan inisiatifnya karena kesadaran tersebut .
Dan utk simplenya kita bisa melihat dari alam ( lebih gampang di
banding research yg susah susah di jaman skrg) bahwa binatang
pemakan sayuran cenderung lebih kalem dibanding binatang pemakan
daging yg cenderung buas dan merusak.
Jadi conclusionnya adalah
memakan vegie sedikit atau banyak pasti mempengaruhi karakter dan
kita .
Tetapi jika utk langsung sbg obat menjaga emosi yg stabil tidak
begitu pas caranya .
Saya rasa lebih baik memahami diri dan emosi itu apa dulu .
Pahami hati dan pikiran yg menimbulkan emosi tersebut.
Mengenai cara masak ? Tentunya jg akan berpengaruh , yg pasti
seimbang aja .
Tidak terlalu byk dan tidak terlalu dikit .
Begitu deh pendapat saya tks.
Regards
Yardi - Ice Gentong
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
From: dwi yanto bekti
Date: Sun, 15 Mar 2009 22:46:29 -0700 (PDT)
To: <bango-mania@ yahoogroups. com>
Subject: [bango-mania] Vegetarian food vs Emosi
Dear rekan bango mania..
Mohon pencerahannya, apakah benar manfaat makanan vegetarian
berkorelasi langsung dengan kondisi emosional si penikmatnya. .
Jika iya, apakah itu tergantung juga dari proses memasak makanannya ?
Terima kasih.
BR,
Dwi Yanto Bhekti
di Fatmawati.