Malam Pak Abdur, Kalau boleh mohon informasi nya, apakah Warung Leko yang posisi nya di Jakarta itu berlokasi di Pantai Indah Kapuk?
Thanks Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: Abdur Rohman <[email protected]> Date: Tue, 7 Apr 2009 03:24:50 To: <[email protected]> Cc: <[email protected]>; <[email protected]> Subject: [bango-mania] Warung Leko - Mantapnya Iga Sapi Penyet Warung Leko - Mantapnya Iga Sapi Penyet Makanan dengan sambal penyet sepertinya menjadi satu suguhan yang sangat khas bagi warga Surabaya. Hampir di setiap sudut kota banyak dijumpai bermacam warung yang menjual makanan dengan menu penyet-penyetan. Selama ini yang banyak beredar biasanya makanan standar, seperti tempe, tahu, lele, bebek, ayam dan lainnya. Tidak banyak tempat yang sengaja membuat menu baru yang unik, seperti yang disediakan oleh Warung Leko, yang pertama kali buka di Ruko Surya Inti Permata kawasan HR. Muhammad ini. Kalau biasanya iga disajikan dalam bentuk kuah seperti sup, bakso atau iga bakar. Namun di Warung Leko yang buka pada 15 November 2006 lalu, daging bercampur lemak yang menempel di tulang sapi ini ternyata juga enak kalau dibuat penyet-penyetan. Seperti nama warungnya, Leko (dalam bahasa Jawa, berarti nikmat), pembeli penyetan ini bisa dibuat leko saat menyantap. Hanya dengan sambal bajak dan taburan gorengan bawang putih sebagai pelezat yang ditempatkan di cobek sedang, rasanya 4 potong iga berukuran sedang ini memang cukup mantap menjadi sajian pengenyang perut. Tidak salah, dengan rasa yang cukup menantang tersebut, iga sapi penyet ini menjadi salah satu menu spesial yang banyak diburu oran. Termasuk artis-artis yang sempat datang ke Surabaya, seperti Giselle Idol, Chelsea, VJ Daniel, Ruth Sahanaya (Uthe), Ira Wibowo, Fachri Albar, Butet Kertarajasa dan beberapa lainnya. Salah seorang pelanggan juga mengatakan mantapnya iga penyet ini. “Enak kok rasanya, iganya empuk dan sambalnya juga mantap, pas dengan lidah orang Surabaya,” katanya. Untuk penyajian juga terbilang cepat, maksimal 10 menit sajian sepiring nasi dengan lauk Iga Penyet ini langsung tertuju ke meja makan. Setiap harinya 20 orang pegawai memang siap melayani pembeli setiap saat. Selain iga penyet, beberapa menu iga juga tersedia di tempat yang berkapasitas untuk 60 orang ini, seperti sup iga dan iga goreng. Sedangkan menu tambahan yang baru beberapa bulan ini disajikan di tempat ini yaitu iga hot plate dan iga goreng tepung dengan pelezat sambal korek (sambal terasi mentah). Lalu dari sapi tersebut juga masih dibuat menu otot penyet, sup sumsum, babat, empal dan buntut. Selain makanan berbahan sapi, warung yang buka sejak pukul 11.00 hingga pukul 22.00 ini juga menyediakan menu alternatif seperti gurami goreng, bandeng, ayam pedas, dan bakwan penyet. Sedangkan untuk minuman, tersedia cincau susu dan es kelapa muda. Selain cabang di Manyar Kertoarjo, manajemen Leko juga telah memiliki sejumlah cabang di berbagai kota seperti Solo, Jogjakarta, Medan, Bali, Jakarta, Samarinda, dan Serpong (Deli Serdang). Ke depan mereka berencana membuka cabang lagi di sejumlah kota. dwi Tampilkan yang Berbeda Enterpreneur sejati! Begitulah kata yang cocok untuk menggambarkan sosok Yusuf Danianto Lindra, pemilik warung Leko. Bagaimana tidak, selang hanya 6 bulan setelah sebagai marketing di sebuah bank, ia berbalik menjadi wirausahawan dengan menciptakan menu iga sapi penyet hingga menjadi terkenal sekarang ini. “Sejak lama memang saya ingin buka usaha sendiri di bidang makanan, tetapi memang harus yang berbeda dengan tempat makan yang lain di Surabaya,” ujar bapak dari seorang anak ini. Seperti iga, selama ini yang banyak dikenal memang iga bakar atau dibuat sup dan bakso, tetapi untuk iga yang dimakan dengan sambal penyet beserta lalapannya memang belum ada. “Untuk itulah saya mencoba bagaimana rasanya kalau iga ini dijadikan makanan penyet, kelihatannya menarik dan langsung saya buka depotnya,” ucap Yusuf, pemilik 9 warung iga penyet. Beraninya, begitu ide membuat iga sapi penyet tersebut ia memilih berhenti kerja dan fokus untuk mengembangkan idenya tersebut. Kebetulan sang mama mendukung dan ikut membantu mencari resep yang sesuai. “Untuk resep-resep membuat sambal dan cara memasak iga juga dibantu mama, jadi lebih berpengalaman,” kata Yusuf. Usaha ini pastinya tidak bisa lepas dari kegemarannya makan. “Saya memang suka makan dan berburu makanan. Hampir di setiap tempat baru, kalau ada makanan enak pasti saya coba,” ujar pria yang tinggal di kawasan Darmo Permai Selatan ini. (dwi) Sumber: Harian Sore SURABAYA POST Simak info dunia kuliner di BLOG BANGOMANIA Jangan lupa gabung juga di FACEBOOK BANGOMANIA
