ooo gtu y critanya....slama ini suka makan tp sama skali ga tau sejarahnya. 
Makan cakwe enaknya panas2 langsung dicelup pke saus asem,manis pedesnya. or kl 
dah dingin biasanya dibikin shrimp cakwe trus mkn pke mayonaise, yummy......

  ----- Original Message ----- 
  From: mediacare 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, April 22, 2009 1:34 AM
  Subject: [bango-mania] Sejarah Cakue, si Hantu Goreng





   

  SEJARAH CAKUE : SI HANTU GORENG
  Share
  Sun 4:19pm

  Cahkwe (Hanzi: 油條, hanyu pinyin: you tiao, chinese long bread), sebenarnya 
dalah makanan asal Tiongkok. . Adonan kalau sudah “mekar” dibuat seperti 
tongkat yang panjangnya kira kira 15-20 cm, lalu dua tongkat dilekatkan menjadi 
satu. Kalau digoreng panjangnya menjadi kira kira 25 cm dan berwarna coklat.

  Ada yang menuliskannya dengan CAKUE, atau CAHKWE, atau CAKWEE.. macam-macam. 
Hanya saja semua merujuk pada satu makanan yang sama. 

  Salah satu varian dari cahkwe adalah odading (kue bantal karena bentuknya 
mirip bantal ukuran mini) yang banyak dijual di daerah jawa barat sampai 
jakarta. Bedanya kalau cahkwe berasa gurih, odading manis. Kalau di jawa tengah 
namanya kue bolang baling. Orang bule bilangnya Chinese Doughnut.

  Cahkwe adalah dialek Hokkian yang berarti hantu yang digoreng. Nama ini 
berhubungan erat dengan asal-usul penganan yang kecil namun sarat akan nilai 
sejarah ini.

  Ceritanya begini..
  Di jaman Dinasti Song, suku Jin dari Utara sangat kuat, mereka beberapa kali 
menyerbu negeri Song. Kemudian Kerajaan Song dikalahkan dan kaisar Wei dan Xin 
ditangkap. Kemudian raja Gang (baca: Kang) mendirikan dinasti Song Selatan. Di 
masa kaisar Gao dari Song Selatan, sekali lagi diserbu secara besar-besaran 
oleh suku Jin dan menduduki sebagian besar daerah utara dari sungai Chang Jiang 
(Yang Tse). Untungnya ada seorang jenderal yang bernama Yue Fei ( bahasa 
Hokkian Gak Hui, sering menjadi inspirasi kepahlawanan dalam serial silat) 
memimpin tentara Song untuk melawannya dengan gigih, disamping itu dia 
melindungi ibu kota Song Selatan. Dia dengan patriotiknya membela negaranya dan 
telah mengambil kembali banyak daerah Song yang telah diduduki oleh tentara 
kuda Jin yang terkenal.

  Sayang sebelum dia dapat mengambil kembali ibu kota Song yang dahulu, hanya 
masih kira-kira 22 kilometer jaraknya. Waktu Gak Hui akan melewati Sungai 
Kuning bagian utara, Jenderal Yue Fei dipanggil pulang secara mendadak oleh 
raja Gao. Raja Gao mendengar kata-kata pengkhianat yang bernama Qin Kuai (Chin 
Kwe) yang membisiki raja dengan perkataan bahwa Gak Hui kalau menang akan 
mengundang kembali kaisar Wei dan Xin yang masih ditangkap oleh suku Jin untuk 
naik tahtanya kembali. Maka kalau raja tidak mengambil tindakan sekarang, 
kedudukan raja Gao akan susah dipertahankan. Chin Kwe juga mengatakan bahwa 
Jenderal Gak Hui akan memberontak dan menganjurkan agar Gak Hui ditangkap 
segera kalau datang, lalu dibunuh.

  Kematian Gak Hui membuat marah semua rakyat dan menganggap Chin Kwe sebagai 
pengkhianat negara. Ada orang yang membenci Chin Kwe membuat model manusia dari 
tepung terigu yang mencerminkan Chin Kwe dan istrinya, disatukan jadi satu, 
lalu di goreng dan dimakan. Dahulu makanan ini dinamakan Yu –Zha (goreng dengan 
minyak) Qin Kuai, lalu diringkas menjadi Yu Zha Kuai (Hokkian Yu Cah Kwe), 
menjadi lebih singkat lagi Cah kwe atau Yutiao (Mandarin). Ini dilakukan 
sebagai simbolisasi kebencian rakyat atas Chin Kwe, ganyang Chin Kwe dan 
istrinya!

  Di China, cahkwe ini populer sebagai makanan untuk sarapan pagi bersama-sama 
susu kedelai. Sementara di indonesia biasa dimakan dengan saus 
(asem-pedes-manis) atau dalam bentuk irisan sebagai pelengkap dalam bubur 
ayam...

  Nah kalau anda, suka makan cakue seperti apa?

  
http://www.facebook.com/profile.php?id=1342772030&ref=profile#/note.php?note_id=96797755545&id=73692318099&ref=mf
  Please add my Facebook: 
  Radityo Indonesia
  Mediacare Indonesia

  

Kirim email ke