Memasak Nasi Udang ala Bu Rudy
Menu lauk udang goreng gurih pasti mampu menggugah selera. Hanya, kadang kenikmatan itu terusik jika ingat betapa tinggi kandungan kolesterolnya. Namun, dengan racikan yang tepat, tingkat kolesterol udang goreng ternyata bisa diminimalkan. Salah satu menu berbahan dasar udang yang cukup diminati warga Surabaya adalah nasi udang Bu Rudy. Kelezatan menu andalan depot di kawasan Dharmahusada itu memang sudah tersohor. Nasi udang komplet yang terdiri atas udang, poya (kremesan udang goreng), empal, dan serundeng itu sekilas tampak ''membahayakan'' para warga evergreen. Namun, Bu Rudy, pemilik sekaligus koki nasi udang tersebut, memiliki cara tersendiri untuk membuat menu andalannya itu tidak berbahaya. ''Kalau benar-benar menghindari kolesterol, cukup makan nasi dan udang. Empalnya ditinggal,'' ujar wanita 55 tahun yang punya nama asli Ie Lanny Siswadi tersebut. Soal udang, kata dia, untuk mengurangi angka kolesterol, bisa dipilih yang berukuran kecil. ''Kalau udang yang dimakan besar-besar, ya kolesterol cepet naik,'' tegasnya. Memberi nilai gizi lebih, udang tersebut biasa digoreng bersama kulitnya. Sebab, dalam kulit udang terdapat serat hewani yang disebut chitosan. Serat itu bisa mengikat kolesterol. Chitosan tersebut juga sering disebut sebagai salah satu preparat pelangsing tubuh. Selain bermanfaat, cara pembuatan dan penyajian menu nasi udang tersebut sangat mudah. Tanpa rahasia, Bu Rudy membeberkan resepnya. Untuk satu porsi nasi udang, cukup sediakan satu sendok makan udang kecil, satu sendok makan poya, tepung terigu, dan garam secukupnya. Untuk sambalnya, cabai, garam secukupnya, dua siung bawang merah, dua siung bawang putih, dan satu sendok teh minyak goreng. Cara membuatnya, satu sendok udang kecil direndam dengan merica untuk menghilangkan bau amis pada udang. Kemudian, udang tersebut dicampur tepung terigu dan garam secukupnya. Baru digoreng. Jika udang sudah tampak kecokelatan dan kering, segera ditiriskan. Poya diambil dari kremesan tepung yang tergoreng. Berikutnya cara membuat sambal. Menurut Bu Rudy, tidak ada yang spesial pada sambal buatannya. ''Ya seperti membuat sambal umumnya. Semua bahan dicampur, kemudian ditumbuk. Mungkin yang membedakan, saya tidak pernah memakai gula,'' jelasnya. Tak sampai 10 menit, udang goreng beserta poya siap dihidangkan dengan nasi. Jika menginginkan rasa manis, bisa ditambahkan serundeng. ''Tapi, itu bergantung selera. Yang tidak suka manis, sajian nasi udang itu sudah cukup. Tapi, bagi yang suka manis, paling pas ditambahkan serundeng. Atau, boleh juga empal bagi yang masih berani,'' ujarnya lantas tersenyum. Menurut Bu Rudy, keistimewaan resep nasi udang tersebut terletak pada kerenyahan udang dan poya. ''Karena itu, waktu menggoreng, jangan sampai terlalu gosong atau masih terlalu kenyal. Harus pas, biar terasa gurih dan renyah,'' tegasnya. Nasi udang tersebut cocok disajikan untuk makan siang atau makan malam. Untuk itu, Bu Rudy selalu berusaha menyajikan menu spesial tersebut setidaknya tiga kali dalam seminggu di keluarganya. ''Suami dan anak-anak saya sangat suka makanan yang satu ini. Jadi, ya harus sering-sering,'' ungkapnya. (ken/ayi) Sumber: Jawa Pos Simak info kuliner lainnya di http://kecap-bango.blogspot.com
