Bubur Ayam Berlimpah Suwiran



BIASANYA, bubur ayam hanya menyertakan sedikit suwiran daging
ayam. Bahkan ada yang suwirannya seolah hanya pelengkap supaya namanya
sah menjadi 'bubur ayam’. Lalu adakah bubur ayam yang berlimpah suwiran
daging? Ada, Bang Tatang yang membuatnya. Hasilnya? Laris manis.

Kalau pengin menikmatinya, datang saja ke warung bubur ayam Bang Tatang yang 
berada di Jalan Palmerah Barat (dekat pertigaan Rawabelong), Jakarta Barat. 
Warung buka mulai pukul 18.00. Hanya dalam waktu 2-3 jam, bubur itu pun ludes.

Biasanya,
pembeli yang datang sekitar pukul 20.00 mulai tidak pede. Begitu
datang, mereka umumnya bertanya dulu, ”Bang, buburnya masih?” Mereka
paham, lewat 2 jam dari warung buka adalah masa-masa kritis.

Kalau
Bang Tatang menjawab, ”Masih”, barulah pembeli tersenyum lega. Itu
artinya mereka masih kebagian bubur yang sudah dijual sejak 20 tahun
lalu itu.

Bang Tatang menuturkan, usaha jualan buburnya berawal dari gerobak. Baru 
sekitar 6 bulan
lalu ia memiliki kios. Selama masih memakai gerobak, seringkali Bang
Tatang hanya berjualan sekitar satu jam saja, lantaran sebelum buka pun
pembeli sudah mengantre sambil membawa rantang. Tak jarang ia mendapat
omelan ketika datang terlambat. 

”Dulu sewaktu belum ada
kiosnya, sebelum buka juga udah pada ngantre bawa rantang, karena Bang
Tatang nggak nyiapin untuk dibungkus. Sudah tahu, kalau kemaleman ke
sini pasti nggak dapat. Paling (buka) satu jam udah habis sih,” kata
salah satu pengunjung setia yang sudah hampir 10 tahun menikmati bubur
Bang Tatang.

Keistimewaan bubur yang gurih ini terutama dari suwiran daging
ayam kampung dan emping yang begitu ‘brutal’ dimasukkan ke mangkuk oleh
Bang Tatang. Emping dan suwiran dagingnya sangat banyak, jauh melebihi
kebanyakan bubur ayam biasa.

”Ini memang khasnya bubur ayam Bang Tatang,” kata Bang Tatang.
   
Untuk pembuatan buburnya, setiap hari Bang Tatang bisa menghabiskan beras 
kualitas baik sebanyak 23 liter, ayam kampung jantan 23 ekor, dan emping 7,5 
kilogram.

Pada saat menyajikan, selain bubur, suwiran ayam
dan emping, juga dilengkapi dengan seledri, bawang goreng, tokcai, dan
bumbu-bumbu mecin, bubuk lada, dan kecap asin. Di meja makan tersedia sambal, 
kecap manis, dan kecap asin.

Adapun untuk minuman, Bang Tatang hanya menyediakan air mineral dalam kemasan 
dan teh botol. Harga buburnya satu porsi atau satu mangkuk Rp 14.000, sedangkan 
setengah porsi Rp 10.000.

Jika
dibungkus harganya bertambah Rp 1.000 menjadi Rp 15.000/mangkuk, dan Rp
11.000 untuk setengah porsi. Jika pembeli membawa tempat sendiri,
harganya sama dengan dimakan di wadah. Teh botol dan air mineral dalam
kemasan dibanderol Rp 2.500/botol.

Resminya, bubur ayam
Bang Tatang buka pukul 18.00 sampai habis. Sejak buka sampai sekitar
pukul 20.30, Bang Tatang hampir tidak bisa istirahat karena sibuk
melayani pembeli. Sesekali ayah dua anak ini mengisap rokok dan minum.

Bukan
hanya Bang Tatang yang sibuk, tapi juga Yanto dan Mahrum yang membantu
melayani minuman serta mencuci mang-kuk kotor. Keduanya tak kalah sibuk
hilir mudik agar pembeli bisa cepat terlayani. 

”Biasanya
sebulan sekali libur tiga hari untuk istirahat, karena kalau sedang
dagang begini nggak ada istirahatnya,” kata Bang Tatang. (Lilis Setyaningsih)

Sumber: KOMPAS.com
Gabung yok di KoBaMa... silakan klik http://kecap-bango.blogspot.com


      

Kirim email ke