Kaya Rasa Sajian Sumatera
SOTO PALEMBANG, SUMATERA tak hanya kemilau dengan emasnya sehingga berjuluk Pulau Emas, aneka sajian kulinernya pun tak kalah menggoda. Hidangan laut, terutama yang berbahan baku ikan, merupakan salah satu menu favorit masyarakat Sumatera. Dalam buku ”Masakan Ikan dari Sumatera” karya Hayatinufus AL Tobing diungkapkan bahwa masakan ikan dari Sumatera terkenal sangat enak karena bumbunya yang kaya dan bervariasi. Kendati memiliki kemiripan, masing-masing wilayah mempunyai kekhasan resep tersendiri. Sebut saja Sumatera bagian utara (Aceh dan Sumatera Utara) yang didominasi penggunaan bumbu Arab dan India. Sementara bagian tengah (Sumatera Barat dan Riau) bumbunya tidak sekuat bagian utara. Adapun Sumatera bagian selatan (Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Lampung) bumbunya ringan dan segar. Satu hal yang menjadi benang merah adalah penggunaan cabai yang hampir pasti ditemukan dalam setiap masakan Sumatera. Di antara daerah lainnya,masakan asal Padang, Sumatera Barat, tak diragukan lagi paling masyhur di seluruh penjuru negeri. Bahkan, hingga ke negara-negara tetangga. Namun, sejatinya wilayah lain di Sumatera juga punya menu-menu khas yang patut dibanggakan. Nah, untuk mengenal lebih jauh sajian asal Pulau Sumatera, Kafe Teluk Jakarta (KTJ) Hotel Santika Premier Jakarta menggelar promo hidangan Sumatera sepanjang April ini. Tersaji prasmanan, aneka hidangan istimewa ini cukup banyak menarik minat pengunjung, terutama pasca-disediakannya traditional corner di KTJ. Beberapa menu pilihan,di antaranya sawang udang bawang batak, ayam/bebek masak hijau, soto palembang, dan boentoet rempah. Menurut Sous Chef Hotel Santika Jakarta Wayan Citrawan,salah satu ciri khas masakan udang ala Batak atau Sibolga adalah penambahan lokio, sejenis bawang tapi ada tunasnya. Untuk udangnya sendiri, bisa dipakai udang pancet berukuran sedang.”Memasak udang sebaiknya jangan terlalu lama karena bisa mengering,”kata Wayan. Menu selanjutnya adalah ayam atau bebek masak hijau, yang mungkin lebih populer sebagai ayam cabe ijo.Warna hijau berasal dari cabai hijau yang sudah tua. Bumbu yang dipakai cukup lengkap, seperti kemiri, ketumbar, jinten, adas (pekak), merica putih, kunyit, jahe, dan kaskas (sejenis biji wijen). Belum lagi bumbu aromatik yang meliputi cengkeh,kayu manis,dan kapulaga. Bergeser ke Palembang, kota yang dikenal dengan pempekpempeknya ini juga menawarkan sajian soto yang khas, baik campuran bahan maupun cita rasanya. Warna kaldunya bening dengan beberapa bahan campuran yang tak lazim seperti bakso ikan,jamur kuping,dan sedap malam. ”Palembang itu kan dekat dengan laut.Jadi,bakso yang dipakai dalam soto pun tak lepas dari ikan. Bila diamati, soto palembang ini mirip sekali dengan tekwan,” kata Wayan. Masih ingin mencicipi menu berkuah? Cobalah boentoet rempah yang gurih dan berdaging empuk. Menu berikutnya yang sayang dilewatkan adalah sajian nasi pangupa asal Deli Serdang. Sajian ini terbilang komplet, meliputi nasi kuning, opor ayam, ikan bumbu kuning, daun singkong rebus, irisan telur goreng, dan perkedel kentang. Sebagai pelengkap adalah bawang goreng, kerupuk kampong, dan rempeyek kacang. Wow, benar-benar all in one! Selepas menyantap menu utama, jangan lupa mencicipi legitnya srikaya lembah anai, sejenis dodol muda dengan siraman santan kental di atasnya. Sajian dessert berwarna cokelat ini juga tak lepas dari rempah adas manis,kapulaga, dan kayu manis yang meresapkan aroma khas. (inda susanti) Foto: www.kulinerkita.multiply.com Sumber: SEPUTAR INDONESIA Simak info kuliner nusantara hanya di http://kecap-bango.blogspot.com Bisa juga bergabung di Facebook Bangomania
